Loading...

PANEN PERDANA PADI INPARI 42 AGRITAN GSR DI POKTAN TUNAS HARAPAN, DESA LONGOS, KEC. GAPURA, KAB. SUMENEP

PANEN PERDANA PADI INPARI 42 AGRITAN GSR DI POKTAN TUNAS HARAPAN, DESA LONGOS, KEC. GAPURA, KAB. SUMENEP
Senin (6/4/2020) ubinan dilaksanakan di pertanaman Inpari 42 Agritan GSR milik Bapak. H. Wildan, ketua Poktan Tunas Harapan, Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Tanaman berumur 90 HST ini memiliki performa bagus, bila dibandingkan dengan tanaman padi sekitarnya yang notabene merupakan varietas Ciherang dan IR 64. Kegiatan ini kemudian dilanjut dengan panen seluas 0,125 Ha. Musim ini adalah pertama kalinya anggota poktan Tunas Harapan menanam varietas Inpari 42 Agritan GSR. Mereka membeli benih sebanyak 2 kwintal secara swadaya. Motivasi mereka adalah adanya peningkatan produktivitas dan pendapatan, karena berdasarkan pengalaman sebelumnya produktivitas yang mereka capai hanya berkisar 5.5-6 Ton/Ha. Hasil ubinan menunjukkan bahwa produktivitas Inpari 42 Agritan GSR milik Bapak H. Wildan yaitu sebesar 10,2 Ton/Ha dengan kadar air 25.6%. Data penunjang lainnya dilakukan dengan mengambil sampel 10 rumpun secara acak, yaitu : Rata-rata anakan : 19 anakan Rata-rata panjang malai : 28.8 cm Rata-rata bulir isi : 198.8 bulir Rata-rata bulir hampa : 12.1 bulir “Alhamdulillah, hasil panen meningkat. Biasanya panenan yang diperoleh 13 sak, sekarang naik jadi 17 sak” (ujar H.Wildan). Sebagai ketua kelompok tani, beliau layak menjadi panutan anggota lainnya. Sedari awal, beliau bersedia mengikuti anjuran dari Petugas Penyuluh diantaranya menggunakan varietas unggul baru Inpari 42 Agritan GSR yang notabene lebih tahan penyakit Blast dan Hawar Daun Bakteri serta sesuai dengan agroklimat setempat, seleksi benih menggunakan larutan garam, aplikasi pembenah tanah, tanam dengan system jajar legowo 2:1, aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dari akar bamboo selama persemaian dan saat pindah tanam, aplikasi pestisida nabati dari daun mimba, srikaya dan sirsak secara rutin, aplikasi POC (Pupuk Organik Cair) dan pemupukan berimbang. Peningkatan hasil ini juga dirasakan oleh anggota lainnya yang rata-rata hasil panenannnya bertambah 3-4 sak dari sebelumnya. Harapan kami selanjutnya bahwa informasi dan teknologi yang sudah Petugas Penyuluh sampaikan bisa diketuktularkan kepada petani-petani lainnya, demi pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) petani menuju petani mandiri dan sejahtera. Ditulis oleh : DELLY HOS KAPILA, SP Petugas Penyuluh Kecamatan Gapura