Loading...

PANEN POKTAN KELTAPENIS PADA KEGIATAN DEKON UPSUS PAJALE T.A. 2017

PANEN POKTAN KELTAPENIS PADA KEGIATAN DEKON UPSUS PAJALE T.A. 2017
Tanaman jagung merupakan komoditas pangan yang penting, untuk itu faktor-faktor cara budidaya yang dilakukan mempengaruhi hasil yang diperoleh. Salah satu faktor tersebut adalah cara panen. Cara panen yang benar dan sesuai mempengaruhi hasil yang diperoleh. Melalui tahapan tersebut, produktivitas tanaman jagung dapat ditingkatkan. Poktan Keltapenis Desa Tanjungmekar Kec. Jamanis melakukan pemanenan jagung di kawasan demplot Jagung yang akan dilaksanakan. Panen dilakukan jika klobot sudah mengering dan berwarna coklat muda, biji mengkilap dan bila ditekan dengan kuku tidak membekas. Daun ditebas dan tongkol dibiarkan dijemur sampai kadar air kurang lebih 18%. Umur panen kurang lebih 86 s/d 96 hari setelah tanam. Jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dipanen jika sudah matang fisiologis. Cara panen yang tepat adalah dengan memutar tongkol berikut klobotnya untuk mematahkan tangkai tanaman jagung. Langkah selanjutnya adalah dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai, agar kadar air dalam tongkol dapat diturunkan sehingga cendawan tidak tumbuh. Kemudian dikeringkan, pengeringan jagung dengan cara tradisional yaitu dengan sinar matahari (7 s/d 8 hari) hingga kadar air kurang lebih 14 %. Setelah mencapai kadar air yang diinginkan selanjuntya dipipil untuk menghasilkan butir-butir jagung dengan tangan atau mesin pemipil jagung. Setelah di panen dan dipipil dijemur kembali sampai kadar air kurang dari 14% untuk selanjutnya di sortir. Biji biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki (sisa sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, dll). Penyortiran dilakukan untuk menghindari serangan jamur dan hama selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan. (admin)