Sebagai bentuk suka cita dan rasa syukur pada sang Khalik, untuk hasil panen yang melimpah, masyarakat tani di Parepare menggelar acara panen raya / "Mappadendang" di Bocco-boccoe, kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki Kota Parepare. Ritual panenan mappadendang adalah adat Bugis sejak lama, yang diikuti seluruh petani. Selain bentuk suka cita, mappadendang juga dimaksudkan untuk mempertahankan warisan budaya leluhur yang dikhawatirkan makin ditinggalkan generasi muda. Ritual ini merupakan acara tahunan yang masih tetap di pertahankan oleh masyarakat setempat. Kepekaan masyarakat Parepare khususnya warga di Kecamatan Bacukiki dalam menjaga warisan budaya para leluhurnya, memang masih sangat kental . . Kegiatan Mappadendang terselenggara atas kerjasama Kontak Tani Andalan (KTNA) dengan Dinas Pertanian, Kelautan Dan Perikanan (PKP) Kota Parepare. Selain petani Parepare, turut hadir dalam acara ini yaitu Pemerintah Kota Parepare yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kehumasan Suriani, SH, MH, Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Parepare, Wildana. SP, MM, para Lurah se Kecamatan Bacukiki, Camat Bacukiki, Perwakilan dari Bulog, perwakilan dari PT Asuransi Jasindo, BNI cabang Parepare, para Penyuluh Pertanian serta anggota KTNA Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Maret 2020 bertempat di saung Tani Bocco-boccoe, Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Acara di awali dengan Rembug Tani yang di pimpin langsung oleh koordinator BPP Bacukiki Andi Ibrahim S.Pt. Dalam arahannya, Andi Ibrahim menyampaikan mekanisme dan prosedur penggunaan brigade alsintan yang ada di Garasi Penyuluhan, dimana keberadaan Garasi Penyuluhan ini merupakan gagasan dari Penyuluh Pertanian Kota Parepare yang dikelola bersama Kelompok Tani. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Kartu Tani Secara simbolis oleh perwakilan BNI cabang Parepare kepada petani dan juga penyerahan klaim asuransi pertanian dari pihak PT Jasindo ke petani yang terkena dampak kerusakan lahan sawahnya akibat banjir yang melanda pada bulan Januari lalu. Acara di tutup dengan sambutan tertulis dari Walikota Parepare yang dibacakan oleh Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kehumasan, Suriani, SH, MH. Dalam sambutannya, Walikota Parepare menyampaikan bahwa meskipun Parepare merupakan kota jasa, namun sektor pertanian tidak bisa di sepelekan dan pemerintah tetap berupaya untuk memajukan sektor tersbut agar bisa memberi dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Walikota juga mengharapkan agar petani terus meningkatkan kegiatan usaha taninya dengan mengikuti anjuran petugas / penyuluh mulai dari jarak tanam, penggunaa benih unggul, pemupukan berimbang dan pemberantasan HP secara terpadu. Di bagian akhir sambutannya, Walikota menghimbau agar kegiatan Mappadendang tetap dilaksanan setiap tahun karena acara seperti ini merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan dimana kita hidup di tengah - tengah arus kehidupan modern yang terus berkembang. Acara ditutup dengan makan bersama menikmati hidangan khas setempat. Setelah itu dilanjutkan dengan turun kesawah bersama-sama memotong padi sebagai simbol dimulainya panen. PENULIS ADRIANA K, SP, MSi Penyuluh Pertanian Kota Parepare