Loading...

PANEN RAYA JAGUNG HIBRIDA GP PTT JAGUNG TA 2015 BP3K KECAMATAN JUMAPOLO BERSAMA WAKIL BUPATI KARANGANYAR

PANEN RAYA JAGUNG HIBRIDA GP PTT JAGUNG TA 2015 BP3K KECAMATAN JUMAPOLO BERSAMA WAKIL BUPATI KARANGANYAR
Program GP PTT Jagung merupakan salah satu program pemerintah yang dilaksanakan dalam rangka mendukung program upaya khusus UPSUS Pajale tahun 2015. Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP PTT) Jagung diharapkan dapat memenuhi target yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam mencapai swasembada pangan.Di kabupaten Karanganyar, program GP PTT Jagung terfokus di satu kecamatan. Di tahun anggaran 2015 kegiatan GP PTT Jagung Kabupaten Karanganyar dilaksanakan di kecamatan Jumapolo. Adapun luas lahan kegiatan tersebut seluas 500 Ha yang dilaksanakan di 20 kelompok tani.Dalam program GP PTT Jagung yang telah dilaksanakan, saat ini tanaman jagung di beberapa kelompoktani pelaksana GP PTT sudah mulai dipanen. Dan pada hari (senin, 22 / 2) dilaksanakan panen raya jagung hibrida program GP PTT Jagung TA 2015 bersama wakil Bupati Kabupaten Karanganyar ( Bpk Rohadi Widodo, SP ) beserta kepala SKPD se-Kabupaten Karanganyar. Diantaranya Ka. Distanbunhut, Ka. BP4K, dan juga dihadiri A2 (Asisten 2) Ibu Siti Maisyaroch. Dari kecamatan Jumapolo dihadiri pula oleh Camat wilayah Jumapolo, Ka. BP3K beserta PPL baik PNS maupun THL TBPP, serta Muspika se-kecamatan Jumapolo, ketua gapoktan se-kecamatan Jumapolo dan anggota kelompok tani Desa Kedawung..Panen raya kali ini dilaksanakan di kelompoktani Sri Rejeki, Dusun Ngori, Desa Kedawung, Kec. Jumapolo. Dalam kesempatan ini, ketua kelompoktani (Bp Karno) melaporkan bahwa hasil ubinan yang dilaksanakan pada hari minggu (21 / 2), bersama dengan Ka. BP3K, PPL, Babinsa, dan BPS diperoleh hasil sebesar 9.3 Ton/Ha jagung pipil kering. Sebelum adanya program GP PTT diperoleh hasil 7.5 Ton/Ha jagung pipil kering. Berdasar hasil tersebut diketahui bahwa tahun ini hasil produksi jagung khususnya di Kedawung mengalami peningkatan 1.8 Ton/Ha atau sekitar 20 %, dan ini menunjukkan bahwa hasil yang dicapai telah melebihi target yang sudah ditentukan dari kabupaten, seperti yang disampaikan oleh Ka Distanbunhut Kab. Karanganyar (Ir. Supramnaryo, MM) dalam sambutannya.Selanjutnya, wakil bupati Karanganyar (Bp Rohadi Widodo, SP) dalam sambutannya menghimbau agar di Kabupaten Karanganyar dapat dikembangkan budidaya jagung putih (varietas Kodok) sebagai alternatif makanan pokok disamping juga terus meningkatkan produksi jagung hibrida. Saat ini, kebutuhan makanan pokok non beras sudah banyak dibutuhkan, sebagai contoh beras jagung. Dan beras jagung ini membutuhkan bahan baku berupa jagung putih. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa budidaya jagung putih memiliki prospek yang cukup bagus untuk dikembangkan, karena jagung putih memiliki nilai jual yang cukup tinggi yaitu Rp. 11.000,-/kg untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan beras jagung. Memang untuk mengubah kebiasaan pelaku utama (petani) dalam menerapkan pola tanam sangat sulit dilakukan, namun menurut beliau budidaya jagung putih perlu dikenalkan dan dikembangkan di kelompoktani dengan harapan nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya. ( Admin BP3K Jumapolo )