Loading...

Panen Raya Padi Indramayu, Menggenjot Produktivitas Pertanian, Penyuluhan dan Teknologi Adalah Solusinya

Panen Raya Padi Indramayu, Menggenjot Produktivitas Pertanian, Penyuluhan dan Teknologi Adalah Solusinya
Produksi padi Povinsi Jawa Barat tahun ini ditargetkan 12,42 juta ton. Jumlah tersebut ditetapkan untuk mencapai produksi padi nasional sebesar 76,23 juta ton. 30 Maret 2016, Indramayu – "Jawa Barat merupakan sentra produksi padi tersebar kedua di Indonesia yang akan sangat berpengaruh pada ketersediaan produksi beras nasional. Maka, Kementerian Pertanian memberikan perhatian lebih besar denggan mengalokasikan dana bantuan UPSUS (Upaya Khusus) 2016 lebih besar 75% dibanding 2015," ujar Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, mengatakan hari ini pada Panen Raya Padi Musim Tanam 2015/2016 dan Percepatan Tanam Musim Tanam 2016 untuk menyaksikan secara langsung kondisi pertanian di Indramayu juga menyapa para petani dan memberikan bantuan alat mesin pertanian seperti traktor dan alat bantu tanam."Untuk Jawa Barat, kita targetkan 12,42 juta ton produksi padi di tahun ini. Saya pribadi optimis akan hal itu," papar Amran usai panen raya di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.Pada kesempatan tersebut Mentan memperkenalkan combine harvester untuk memanen dan mesin rice transplanter untuk menanam padi. Salah satu komponen yang akan sangat membantu kegiatan pertanian. Mentan optimistis penggunaan mesin tersebut bisa meningkatkan produktivitas petani. "Kehadiran teknologi pertanian diharapkan bisa meningkatkan produktivitas sampai 300%," katanya sambil menyaksikan pengoprasian mesin panen.Ia mengatakan, bantuan mesin dari pemerintah pusat ditujukan pada para buruh tani. Para petani mengakui hasil panen kali ini cukup memuaskan dengan capaian 7,6 ton per hektare.Selain itu, Mentan juga mengajak semua aktor pembangunan pertanian untuk mengoptimalkan tanam periode musim tanam Oktober-Maret 2015/2016 yang hanya sisa beberapa hari lagi. Juga mengkoordinasikan terjaminnya ketersediaan sarana produksi benih, pupuk dan sarana lainnya yg dibutuhkan petani, serta mengoptimalkan pemanfaatan alat mesin pertanian yang tersedia. Penghargaan untuk Penyuluh Pertanian Menteri Pertanian mengucapkan terima kasih nya kepada penyuluh pertanian saat memberikan sambutan, karna berkat mereka lah panen raya padi ini dapat terlaksana dengan baik. pada kesempatan tersebut, beliau pun mengingatkan lagi kepada para penyuluh, khusus nya THL tentang penghargaan yang akan di berikan oleh Kementerian Pertanian kepada para penyuluh yang dapat menyerap Gabah/Beras oleh Bulog sesuai harga Pembelian Pemerintah (HPP) dalam jumlah yang telah ditentukan. Bentuk penghargaannya adalah akan di rekomendasikan untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk penyuluh THL TB, dan akan diberikan bonus berupa Sepeda Motor, yang berlaku juga untuk penyuluh PNS. "Tidak ada cerita orang pemalas jadi pemimpin negara. Yang pertama bisa menyerap hingga 5000 ton akan saya usulkan jadi pegawai. Ada yang berani?, Yang 3000 berani?, untuk PPN wajib 1000 ton minimal 1 orang.", kata Mentan menantang sekaligus memotivasi para penyuluh pertanian.Mentan juga mengajak para penyuluh dan semua aktor pembangunan pertanian untuk mengoptimalkan tanam periode musim tanam Oktober-Maret 2015/2016 yang hanya sisa beberapa hari lagi. Selain itu, juga mengkoordinasikan terjaminnya ketersediaan sarana produksi benih, pupuk dan sarana lainnya yg dibutuhkan petani, serta mengoptimalkan pemanfaatan alat mesin pertanian yang tersedia. Mentan pun minta meningkatkan kinerja pengawalan dan pendampingan untuk mendorong peningkatan produksi, serta melakukan kesepakatan penyerapan gabah hasil panen di Provinsi Jawa Barat dengan harga yang dapat dinikmati petani. Bulog juga harus sedia membeli gabah petani, sehingga mereka memiliki kepastian pembeli. (N. M. Arief - SET. BAKORLUH PROV. JABAR)