Menurut Bupati, apa yang didapatkan dari lapangan berkaitan dengan masalah pertanian menjadi perhatian yang harus diwujudkan. Agar dalam lima tahun kedepan kesejahteraan petani dapat meningkat. Untuk mencukupi pangan, kata Bupati, maka petani harus bisa memproduksi sendiri dan menanam sebanyak-banyaknya terutama tanaman pangan. Dan tanaman pangan tersebut, kata Bupati, sesuai dengan kondisi spesifik lokal yang ada. Karena itu diharapkan pengembangan tanaman lokal juga menjadi prioritas utama dan sudah dilakukan selama ini, yakni ketersediaan pangan tetap ada dan tidak lapar. Ukuran sejahtera lainnya adalah masyarakat sejahtera jika anak-anak pintar dalam aspek pendidikan. Tetapi dalam membina anak agar memiliki kemampuan kedepan perlu didorong tiga hal. Pertama anak pintar, kedua anak trampil, yang ketiga didukung oleh sikap dan perlaku yang baik. Ketiga hal tersebut, kata Bupati, menjadi tiga hal yang patut dikembangkan dalam sistem pendidikan karakter di kabupaten ini. Selanjutnya menurut Bupati, ukuran sejahtera lainnya adalah jika masyarakat sehat. "Maka yang paling penting bagi kita adalah kita berusaha agar jangan sampai kita sakit. Jadi pelihara kesehatan lingkungan sekitar kita, dan jalankan pola hidup yang sehat. Dengan demikian, kalau kita sehat dan sejahtera, pendapatan dari waktu ke waktu meningkat," jelas Bupati. Dengan peningkatan pendapatan ini akan memback-up baik ketersediaan pangan, penddikan anak, maupun untuk pengobatan dibidang kesehatan. Jadi untuk meningkatkan pendapatan maka ketiga potensi tadi harus kita kembangkan. "Karena itu, ketiga indikator sejahtera tadi, yakni ketersediaan pangan yang cukup, pendidikan berkarakter dan kesehatan masyarakat menjadi program prioritas ditambah dukungan infrastruktur dan pelayanan pemerintah dalam tata kelolah birokrasi," tambah Bupati. Menyangkut sejahtera yang ingin dicapai dalam lima tahun kedepan, lanjut Bupati, maka pemerintah mesti tahu persis kira-kira masalah apa yang dihadapi petani. Hal tersebut menurut Bupati agar pemerintah segera mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi para petani. " Untuk itulah saya jalan dari satu tempat ke tempat lain untuk omong dari hati ke hati dengan para petani," ujar Bupati Ansar yang didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penuluhan Kabupaten Sikka, Drs.Martha Huberty Pega dalam diskusi tersebut. Kepada para petani dari Sekolah Lapang Pengendali Hama Terpadu yang melaksanakan kegiatan selama 3 bulan Bupati mengharapkan apa yang sudah dilakukan selama 3 bulan bisa menjadi motivator di masing-masing desa. *** Pertemuan Bupati dengan para penyuluh dan petani di Desa Bloro, Kecamatan Nita merupakan rangkaian kunjungan lapangan Bupati Ansar Rera di tiga titik kecamatan. Yakni Wilayah Timur berpusat di Desa Talibura Kecamatan Talibura. Pertemuan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 6 September 2014 lalu diikuti 56 penyuluh dari 9 Kecamatan, yakni BPK Talibura, BPK Waiblama, BPK Waigete, BPK Mapitara, BPK Doreng, BPK Bola, BPK Hewokloang, BPK Kewapante, BPK Kangae. Pertemuan kedua Bupati dengan para penyuluh dan petani di Desa Bloro dilaksanakan hari ini, Sabtu (13/9/2014), diikuti 41 Penyuluh dari 8 Badan Penyuluh Kecamatan (BPK) yakni BPK Kecamatan Nita, BPK Kecamatan Magepanda, BPK Palue, BPK Alok Barat, BPK Alok, BPK Alok Timur, BPK Nelle dan BPK Koting. Serta pertemuan ketiga yang akan datang dilaksanakan tanggal 19 September 2014 di Desa Bhera Kecamatan Mego. Pertemuan tersebut merupakan wujud pemerintah dalam upaya meningkatakan ketahanan pangan dan pengembangan komoditi unggulan. oss/dishubkominfo/diteruskan peros dalam cybex-deptan)