Ubi Jalar (Ipomea batatas) merupakan salah satu tanaman sumber pangan. Di beberapa daerah tertentu, Papua misalnya, ubi jalar merupakan komoditi bahan makanan pokok. Ubi jalar dapat dijadikan salah satu alternatif pengganti beras sebagai sumber karbohidrat. Tanaman ini dapat tumbuh pada daerah dataran rendah hingga tinggi, daerah kurang subur dan kering, sehingga banyak penduduk/petani yang membudidayakan tanaman ini. Hampir semua bagian tanaman ubi jalar bermanfaat. Daunnya dapat dijadikan sayuran dan pakan ternak, batangnya dapat dijadikan bahan tanam dan pakan ternak, kulit ubinya dapat dijadikan pakan ternak, ubi segarnya sebagai bahan makanan, tepungnya dapat dijadikan bahan makanan dan patinya dapat dijadikan paan ternak dan asam sitrat. Ubi jalar banyak mengandung serat, sebagian besar serat ubi jalar merah merupakan serat laut, yang menyerap kelebihan lemak/kolesterol darah, sehingga kadar lemak/kolesterol dalam darah tetap aman terkendali. Selain mengandung pati sederhana, ubi jalar kaya akan karbohidrat kompleks, serat, beta karoten (vitamin A nutrisi setara), vitamin C, dan vitamin B6. Ubijalar kuning.Varietas ubi jalar dengan daging oranye gelap memiliki lebih mengandung beta karoten dan vitamin A lebih tinggi jika dibandingkan dengan warna daging lain. Berikut kandungan gizi pada 100 gr ubi jalar segar.Warga Papua sejak lama dikenal menjadikan ubi jalar selabagi salah satu makanan utama. Tidak heran Berikut ini dua varietas unggul ubi jalar yang telah dirilis Kementerian Pertanian. Papua PatippiVarietas Papua Patippi dihasilkan dari perilangan bebas dari induk betina Gowok yang merupakan varietas lokal asal Jawa Barat. Jika ditaman di derah dataran tinggi, varietas ini dapat dipanen pada umur 6 bulan setelah tanam. Rata-rata hasil di daerah dataran tinggi sekitar 26 ton/hektar, dengan potensi hasil dapat mencapai 32,5 ton/hektarCiri-ciri varietas:• Tipe tanaman menyebar• Diamter buku ruas tipis• Panjang buku ruas termasuk pendek• Warna dominan sulur hampir semua berwarna ungu• Bentuk daun dewasa: kerangka daun berbentuk hati, kedalaman cuping daun berlekuk dan sangat dangkal, memiliki tiga cuping dengan bentuk segitiga sama sisi.• Warna helai daun dewasa hijau, tulang daun berwarna ungu. Sedangkan daun muda berwarna hijau dan ungu pada tepi daunnya. • Bentuk umbi elip memanjang dengan panjang tangkai umbi pendek.• Warna kulit umbi krem dengan warna daging umbi kuning pucat. • Memiliki rasa umbi yang enak dan manis. Ketahanan terhadap cekaman hama penyakit dan cekaman lingkungan• Agak tahan penyakit kudis (Sphaceloma batatas), dan agak peka hama boleng (Cylas formicarius).• Agak toleran terhadap kekeringan.• Dianjurkan pada lahan sawah dan tegalan daerah pegunungan dengan ketinggian tempai minimal 1000 m dpl. Kandungan nutrisi umbi• Bahan kering umbi : 32,4%• Abu : 0,62%• Protein : 2,28%• Serat : 5,17%• Gula total : 4,57%• Beta karoten : 245,3 mikron gram/100 gram Papua SolossaUbi jalar varietas Papua Solossa merupakan turunan dari persilangan terkendali varietas Muara Takus dan Siate yang merupakan varietas lokal Papua. Hampir sama dengan varietas Papua Patippi, jika ditanam pada daerah dataran tinggi varietas Papua Solossa dapat dipanen setelah berumur 6 bulan. Rata-rata hasil jika diusahakan di daerah dataran tinggi sekitar 24,2 ton/hektar, dengan potensi hasil dapat mencapai 30 ton/hektar. Ciri-ciri varietas:• Tipe tanaman semi kompak• Diamter buku ruas tipis• Panjang buku ruas termasuk pendek• Warna dominan sulur hampir semua berwarna ungu• Bentuk daun dewasa: kerangka daun berbentuk tombak, kedalaman cuping daun berlekuk dalam, memiliki lima cuping dengan bentuk cuping pusat agak elip.• Warna helai daun dewasa hijau, tulang daun berwarna ungu. Sedangkan daun muda berwarna hijau berwarna ungu. • Bentuk umbi elip membulat dengan panjang tangkai umbi pendek.• Warna kulit umbi kuning kecoklatan dengan warna daging umbi kuning tua. • Memiliki rasa umbi yang enak. Ketahanan terhadap cekaman hama penyakit dan cekaman lingkungan• Agak tahan penyakit kudis (Sphaceloma batatas), dan agak peka hama boleng (Cylas formicarius).• Agak toleran terhadap kekeringan.• Dianjurkan pada lahan sawah dan tegalan daerah pegunungan dengan ketinggian tempai minimal 1000 m dpl. Kandungan nutrisi umbi• Bahan kering umbi : 32,8%• Abu : 0,73%• Protein : 2,12%• Serat : 4,93%• Gula total : 4,87%• Beta karoten : 533,8 mikron gram/100 gram Sumber: http://balitkabi.litbang.deptan.go.id/varietas-unggul/vu-ubi-jalar/ Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)Email: ume_humaedah@yahoo.com