Loading...

para Mantri tani serta kabupaten Barito Timur dan sebagainya provinsi Kalteng melaksanakan rapat koordinasi luas Tambah Tanam

para Mantri tani serta kabupaten Barito Timur dan sebagainya provinsi Kalteng melaksanakan rapat koordinasi luas Tambah Tanam
Pada tanggal 30 Juli sampai dengan 1 Agustus 2018 para Mantri tani serta kabupaten Barito Timur dan sebagainya provinsi Kalteng melaksanakan rapat koordinasi luas Tambah Tanam bertempat di aula hotel luwansa PALANGKARAYA Kalimantan Tengah (Kalteng) memliki luas 15,4 juta ha, sebanyak 7,7 juta ha diantaranya merupakan lahan kering yang berpotensi dikembangkan dalam rangka meningkatkan produksi pertanian. Menurut Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah Ir.Muhajirin Akbar, MM komoditas yang diusahakan petani di lahan kering adalah padi, jagug, ubi kayu dan ubi jalar, dan ternak yaitu sapi, kambing, ayam kampung, ayam potong dan bebek. Oleh sebab itu, menurutnya, selain lahan sawah, lahan kering juga dapat dioptimalkan untuk Luas Tambah Tanam (LTT) di kalteng untuk meningkatkan produksi padi dan jagung pada Musim Tanam (TM) April-September 2018 ini. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris dinas pertanian Provinsi Kalimantan Tengah Ir.Muhajirin Akbar , MM saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung, Kedelai di aula hotel Luwansa Palangkaraya, Senin (30/7/2018). Rakor dalam rangka upaya meningkatkan LTT padi ini dihadiri oleh para PPL, mantra tani, petugas pelaporan data, KOREM Panju panjung , Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah dan BPTP Kalteng. Rakor Upsus dihadiri juga oleh Pusat Data Dan Informasi Kementerian Pertanian (PUSDATIN) Menurut PUSDATIN Kementan, saat ini pemerintah terus mendorong agar Luas Tambah Tanam di provinsi Kalimantan Tengah dapat ditingkatkan, karena menurutnya masih ditemukan selisih capaian realisasi sebanyak sekitar 20 ribu hektar lagi yang perlu dikejar untuk menutupi target di bulan Juli ini. Hal itu dapat kita optimalkan dengan mendorong pertanaman padi di lahan kering yang belum banyak dimanfaatkan selain lahan sawah yang sudah eksis. Teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan sawah dan lahan kering sudah tersedia. Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian melalui BPTP Kalteng katanya siap mendukung upaya tersebut, sehingga percepatan pemanfaatan lahan kering harus mendapatkan dorongan dari berbagai pihak. Sementara itu, BPTP Kalteng melalu Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian Dr. Dedy Irwandi menyampaikan bahwa saat ini Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan banyak teknologi budidaya padi di lahan kering dan rawa. Balitbangtan memiliki berbagai padi varietas unggul seperti Inpara 1-8 untuk lahan rawa, varietas Inpago untuk lahan kering, padi amfibi yang tahan di musim hujan dan kemarau, serta varietas lainnya. Untuk pengelolaan pertanian di lahan kering, ada teknologi Largo Super (Larikan Padi gogo) dengan penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) lahan kering yang dikombinasikan dengan pemupukan berimbang menggunakan kompos, pupuk hayati, dekomposer, pengendalian Hama Penyakit Tanaman (HPT) secara terpadu dan pengunaan Mekanisasi Pertanian. Teknologi Largo Super ini katanya diyakini dapat meningkatkan produksi sampai dua kali lipatnya, potensi hasil bisa mencapai 7.9 ton/ hektar. Selain itu ada teknologi pengelolaan air melalui pembuatan dam parit, embung, maupun teknologi sadap air. Lebih lanjut dikatakan bahwa kendala yang dihadapi dalam pengembangan usahatani di lahan kering Kalimantan Tengah adalah petani masih mengusahakan cara-cara tradisional dalam usahatani, umumnya belum tersentuh teknologi, adanya masalah sosial, ekonomi dan budidaya turun temurun tentang konsep perlandangan berpindah, kendala klasik berupa modal. Kondisi ini juga dipengaruhi karakteristik lahan kering itu sendiri yaitu tingkat kemasaman tinggi, kurang subur/miskin bahan organik, tanah didominasi jenis podsolik merah kuning, (4) curah hujan tinggi (2500-3000 mm) dengan bulan kering terjadi 2-3 bulan/tahun, dan (5) tingkat erosi tinggi. Untuk itu, perlu kerja bersama dalam mengoptimalkan lahan kering Kalimantan Tengah yang potensinya sangat besar. Mengaktualisasikan potensi tersebut tentunya juga sangat tergantung pada sumber daya manusia, memgawal program maupun petani atau kelompok tani sebagai ujung tombak peningkatan produksi pangan.(Pengirim Lukmanul ChakimPP.muda Bartim KALTENG)