Telenomus rowani (Gahan)Hymenoptera: ScelionidaePenggerek batang padi merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi. Hama ini menyerang pertanaman padi pada semua fase pertumbuhan yaitu mulai dari persemaian hingga menjelang panen. Ada 4 jenis hama penggerek padi yaitu Penggerek Batang Padi Kuning (Scirpophaga incertulas WKL), Penggerek Batang Padi Putih (Scirpophaga innotata WKL), Penggerek Batang Padi Bergaris (Chilo supressalis WKL) dan Penggerek Batang Padi Merah Jambu (Sesamia inferens WKL). Pengendalian terhadap Penggerek Batang Padi dapat dilakukan secara kimiawi maupun hayati.Parasit mempunyai peranan penting dalam mengendalikan jumlah hama. Serangga parasit umumnya mempunyai seekor serangga inang yang lebih khas, sedangkan predator memerlukan beberapa mangsa untuk melengkapi perkembangannya. Ukurannya pada umumnya kecil dan sukar dilihat dengan mata , kecuali jenis parasit yang berukuran besar dan berwarna merah. Parasit meletakkan telurnya secara berkelompok atau sendiri-sendiri pada tubuh inang, di dalam atau di dekat inangnya. Bila satu telur parasit menetas dan berkembang menjadi dewasa, maka inangnya akan segera mati. Satu jenis hama dapat diserang oleh banyak jenis parasit. Parasit dapat menyerang telur, larva, nimfa, kepompong atau inang dewasa. Mereka bekerja lebih aktif pada saat jumlah inang berlebihan. Parasit akan tetap menemukan inangnya meskipun kepadatan inang rendah.Parasit telur Telenomus rowani berwarna hitam dan ukurannya setengah dari Tetrastichus T.rowani, merupakan parasit kecil berwarna hitam yang memparasiti telur-telur penggerek batang padi kuning dan penggerek batang putih dan jumlahnya sama banyak seperti Tetrastichus baik di lahan padi sawah maupun pada lahan kering. Beberapa tabuhan parasit meletakkan telur pada satu kelompok telur penggerek, tetapi hanya satu Telenomus dapat berkembang dalam tiap telur. Perkembangan dari telur hingga dewasa membutuhkan waktu 10-14 hari. Tabuhan keluar dengan cara membuat liang yang khusus pada tumpukan rambut telur penggerek. Telenomus betina mencari ngengat betina yang telah siap bertelur dan kemudian hinggap di ujung perut ngegat dewasa, dekat dengan ovipositor dan menempelkan dirinya pada ujung abdomen inangnya.Tabuhan parasit kemudian terbawa oleh ngengat penggerek batang yang sedang mencari tempat untuk meletakkan telur. Ketika ngegat mulai bertelur, tabuhan ini segera menitipkan telurnya dengan menyuntikkan kedalam telur-telur yang baru keluar dari ngegat-ngengat dewasa. Telenomus meletakkan telurnya di dalam telur penggerek batang yang baru diletakkan sebelum telur penggerek ditutup dengan rambut. Satu tabuhan betina memparasit 20-40 telur dan hidup selama 2-4 hari atau lebih lama lagi tergantung pada ketersediaan nectar atau larutan gula. Baik Tetratichus maupun Telenomus dapat memparasit satu kelompok telur yang sama tapi tidak pada telur yang sama. Setelah 10-14 hari, yang keluar dari kelompok telur tersebut bukan ulat pengerek batang padi, namun tabuhan telenomus baru yang siap mengamankan sawah dari serangan pengerek batang padi. Tingkat parasitasi tabuhan telenomus dilapangan adalah antara 36%-90%.Masih banyak musuh-musuh lami yang lain, yang memangsa dari hama pengerek batang padi sesuai dengan fase-fase dari hama pengerek batang tersebut. Musuh-musuh alami ini dapat digunakan dalam pertanian organik yang memanfaatkan musuh alami sebagai pengendali hama dan bukan menggunakan pestisida yang dapat membunuh segala macam mahluk hidup yang ada di ekosistem tersebut. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian).Sumber:1. Anonymous. 2004. Mitra Petani Padi. Serangga, Laba-laba dan Pathogen yang Membantu. Jakarta: Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian., International Rice Research Institute2. http://balittra.litbang.pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1720&Itemid=10