PASANG KELING MELANDA PERSAWAHAN BANDAR LAKSAMANA - BENGKALIS Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau merupakan salah satu daerah yang berada di Pesisir Selat Bengkalis yang berbatasan langsung dengan Negara Tetangga Malaysia. Letak geografis ini juga yang memberikan efek sering terjadinya luapan air pasang (air laut) kedaratan, baik kepemukiaman warga maupun kelahan pertanian, terutama saat pasang besar (pasang keling) melanda. Pada tahun ini pasang keling terjadi diBulan Oktober 2020, tidak seperti biasanya pasang keling terjadi pada bulan Desember atau Januari. Diawali dengan cuaca panas yang ekstrim pada Minggu ketiga Oktober, dimana suhu mencapai 38-40 derajat Celcius. Kemudian diikuti dengan meluapnya air laut kedaratan pada tanggal 17-20 oktober 2020. Areal persawahan di Kecamatan Bandar Laksamana yang dominan berada dipesisir pantai mendapat imbas dari meluapnya air pasang besar dari laut. Tanggul yang berada disepanjang areal persawahan yang berfungsi membentengi sawah dari luapan air laut tidak dapat membendung meluapnya air asin keareal persawahan. Luas sawah yang terimbas oleh bencana Pasang keling ini mencapai 40 Ha. Hal ini disampaikan langsung oleh Bapak Suratman selaku Kepala Desa Parit I Api-Api Kecamatn Bandar Laksamana. Menurutnya akibat bencana rob/ Pasang Keling ini menyebabkan kerugian yang besar, khususnya para petani yang sawahnya tergenang air asin sehingga menyebabkam tanaman padi yang baru ditaman akan mati, hal ini Tentunya akan mengganggu perekonomian para petani. Dalam kesempatan itu Kepala Desa Parit I Api-Api berharap kepada instansi terkait Baik Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Bappeda dan yang lainya agar memperhatikan kondisi ini dan segera mengambil kebijakan, agar para petani tidak semakin banyak yang mengalami gagal panen. Dari Pemerintah Desa sendiri sudah mengambil inisiatif dengan menggunakan Alat Beqo kecil untuk menutup Kanal/Tanggul-tanggul yang menjadi tempat masuknya air laut. Kemudian membuka tanggul disekitar area yang sudah tergenang air asin agar cepat proses keluar airnya. Sementara menurut Bapak Edi selaku Kasi di Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, Tahun ini sedang dilaksanakan SID (Survey, Investigasi dan Desain) dari mulai Sumber air sampai ke areal Persawahan Desa Api-Api, Desa Parit I Api-Api, Desa Sukajadi dan Desa Bukit Batu. Dimana dilakukan pemetaan jaringan irigasi primer dan sekunder di areal sawah, yang selanjutnya akan dibangun jaringan irigasi secara terkoneksi dalam master plan Dir. Api-Api, yang in sya Allah pelaksanaanya pada tahun 2021. Sehingga mudah-mudahan akan menjadikan sawah yang berkelanjutan dengan penanaman minimal 2 (dua) kali setahun, dan tentunya produksi akan meningkat karena didukung irigasi yang memadai. Selanjutnya menurut Petugas Penyuluh Pertanian di Desa Parit I Api-Api (SUKANTO, SP) Irigasi merupakan hal yang paling penting untuk mendukung persawahan, dalam rangka peningkatan IP dan Peningkatan Produksi. Petani selama ini betani secara tadah hujan, sehingga baru bisa untuk pemenuhan konsumsi keluarga. Bila areal sawah sudah ada irigasinya tentunya para petani sudah bisa berproduksi untuk secara bisnis, dimana minimal 2 (dua) kali penanaman dalam setahun, bahkan bisa 3 (tiga) kali setahun. Semoga segera bisa terlaksana Pembangunan irigasinya. Bandar Laksamana, 20 Oktober 2020 Penulis : Sukanto, SP Penyuluh Pertanian Kecamatan Bandar Laksamana