Potensi pertanian yang cocok untuk di kembangkan di daerah tropis dengan kondisi alam tropis seperti di Indonesia salah satunya adalah buah jambu mete. Jambu mete atau sering dikenal dengan nama latin Anacardium occidentale, yaitu sejenis tumbuhan dari suku anacardiaceae yang juga termasuk mangga, pistachio, dan beberapa tanaman beracun. Jambu mete memiliki buah sejati berukuran kecil dan keras yang biasa disebut kacang mete. Buah mete terdiri atas dua bagian, yaitu buah semu dan buah sejati. Buah yang selama ini dikenal sebagai buah jambu mete sebenarnya adalah buah semu, terbentuk dari tangkai buah (pedunculus) yang membengkak atau mengembung dan berdaging. Buah sejati jambu mete adalah yang dikenal sebagai biji mete. Buah jambu mete umumnya dikonsumsi langsung atau dibuat sari buah dan sirup. Sedangkan biji mete dibuat kacang mete atau minyak kulit mete. Unluk mendapatkan hasil panen berupa biji mete dan buah semu jambu mete dengan kualitas tinggi, kegiatan pemanenan perlu diatur sedemikian rupa sehingga kepentingan keduanya terpenuhi. Buah jambu mete dapal dipelik dipanen setelah berumur 60-70 hari sejak bunga mekar. Adapun tanda-tanda yangdimilikioleh buah jambu mete siap petik adalah sebagai berikut : (a). Warna buah tua optimal dan merata, eerah, serta mengkilap, (b) Menebarkan aroma harum, (c). Warna kulit biji mete putih keabu-abuan dan mengkilap. Buah jambu mete memang tumbuh berumpun (bergerombol). namun dengan umur yang berbeda sehingga tingkat kematangannya pun juga tidak sama. Oleh karenanya pemanenan harus dilakukan secara selektif. Bilamana buah jambu mete tidak dapat dipetik seeara langsung dengan tangan (karena terlalu tinggi), dapat dibantu dengan tangga dan galah yang pada bagian ujungnya dipasangi alat penampung (wadah) buah yang dipetik. Setelah dipetik, dilakukan kegiatan seperti pemisahan mete gelondong. Pemisahan mete gelondong dari buah semunya dapat dilakukan menggunakan tangan yaitu dengan cara dipuntir/dipilin alau menggunakan pisau dengan memotong tepat pada pangkalnya. Kemudian dilakukan pemilihan mete gelondongan untuk memisahkan mete yang bermutu. Hal ini dapat dilakukan sebelum atau sesudah penjemuran. Mete gelondongan yang berkecambah, rusak, tidak sempurna bentuknya, dan kerusakan lainnyadipisahkan dengan mete yang sehatUntuk mengurangi kadar air maka pelaku industri mete menjemur untuk menurunkan kadar air. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengolahan pada saat pengacipan mete gelondongan. Mete gelondongan dengan kadar air yang tinggi menyebabkan hasil olahan banyak yang tidak utuh. Biasanya pengeringan mete gelondong dilakukan dengan sinar matahari. Caranya, mete gelondong dihamparkan pada kepang atau tikar. Lama pengeringan sekitar I - 2 hari, hingga kadar airnya mencapai 5 persen.Sebelum mete gelondong disimpan, harus benar-benar telah kering. Selama pengolahan mete tidak boleh terkontaminasi minyak kulit mete yang akan mengakibatkan biji mete kecoklatan dan menurunkan kualitas mete yang dihasilkan. Cara menyimpannya, mete gelondong didinginkan dulu. setelah itu dimasukkan ke dalam karung. Dalam pengupasan kulit mete gelondong dapat dilakukan dengan cara pukulan maupun mengunakan kacip mete. Dengan cara pukulan, pertama-tama, buah mete gelodong digoreng. Setelah itu disiram air, atau diberi abu, serbuk gergaji dan Iain-lain. Mete gelondong diletakkan di atas landasan. Bagian punggung di bawah, sedangkan bagian perutnya menghadap ke atas. Ambil sebatang kayu dan pukulkan pada mete gelondong satu per satu. Sedangkan dapat juga menggunakan kacip, dengan cara kacip basah, kacip ceklok maupun kacip modifikasi. Setelah biji dikupas. sekali lagi dikeringkan. Caranya, biji-biji mete diletakkan di atas rigen-rigen pengering, lalu dikeringkan di bawah matahari. Lama pengeringan sekitar 5-7 hari, atau kadar aimya kurang lebih 3 persen. Selanjutnya dilakukan pembersihan kulit ari. Caranya, ambil pisau dan bersihkan kulit arinya. Perlu hati-hati, jangan sampai biji mete terluka. teriris ataupun terpotong. Untuk mendapatkan kualitas biji mete sesuai dengan harapan konsumen, perlu sekali dilakukan sortasi dan grading biji mete. Kegiatan sortasi dan grading ini berdasarkan keadaan, ukuran dan warna. Pengemasan perlu segera dilakukan karena biji mete mudah sekali rusak. Hal ini disebabkan biji-biji mete ini mudah menyerap uap air atau bau-bauan yang . tidak enak dari luar, juga mudah diserang serangga dan cendawan. Kemasan dapat berupa peti, kaleng, dan plastik kemas dalam keadaan tanpa udara. Pengemasan tidak dapat meningkatkan atau memperbaiki mutu, tetapi hanya mempertahankan atau melindungi mutu produk yang dikemas. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM) Sumber : 1. Anonim, Anatomi Tumbuhan Jambu Mete (https://wisuda.unud.ac.id/pdf/1111205009-3-BAB%20II.pdf, diakses 1 Agustus 2016)2. Budi Santoso, Hieronymus. Pengupas Biji Mete. Yogyakarta: Kanisius. (https://books.google.co.id, diakses 1 Agustus 2016)3. Suprapti, Lies. Teknologi Pengolahan Pangan: Manisan KeringJambu Mete. Yogyakarta: Kanisius. (https://books.google.co.id, diakses 1 Agustus 2016)