Tanaman jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya, mulaidari akar, batang, daun, dan buahnya. Selain itu juga biji mete (kacang mete) dapatdigoreng untuk makanan bergizi tinggi. Buah mete semu dapat diolah menjadibeberapa bentuk olahan seperti sari buah mete, anggur mete, manisan kering, selaimete, buah kalengan, dan jem jambu mete.Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat. Apabila terkena udara,cairan tersebut berubah menjadi hitam. Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta,bahan pencelup, atau bahan pewarna. Selain itu, kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku. Selain daya rekatnya baik, gum juga berfungsi sebagai anti gengat yang sering menggerogoti buku.Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun Jambu mete yang masihmuda dimanfaatkan sebagai lalap, terutama di daerah Jawa Barat. Daun yang tuadapat digunakan untuk obat luka bakar.1. Batang, Daun, dan AkarBatang, daun, dan akar tanaman jambu mete memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai berikut : Batang tanaman dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan barang kerajinan. Kulit batang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan dan industri, antara lain sebagai obat diare dan obat kumur untuk penderita sariawan, obat penyamak kulit, bahan batik, bahan tinta, bahan pewarna, bahan perekat, dan obat anti ngengat. Air rebusan akar jambu mete (ekstrak) dimanfaatkan sebagai obat pencahar. Daun jambu mete yang sudah tua dapat digunakan untuk mengobati penyakit eksim dan penyakit kulit kronis yang sampai saat ini belum ada obatnya, serta sebagai obat luka bakar. Daun jambu mete yang masih muda sering digunakan sebagai lalapan (dimakan mentah) dan bahan sayur. Daun muda jambu mete memiliki kemampuan seperti jamu "sari rapet" dan sekaligus berfungsi sebagai obat perangsang birahi. 2. BuahBagian buah jambu mete terdiri atas dua bagian, yaitu biji mete dan buah semu jambu mete. Biji mete (cashew nut) dapat diolah menjadi kacang mete (makanan ringan yang mahal harganya) dan minyak CNSL (Cashew Nut Shell Liquid) yang diperas dari kulit biji jambu mete. Cashew Nut Shell Liquid dapat dimanfaatkan sebagai minyak cat, tinta, insektisida, serta pelapis rem dan kopling. Buah semu jambu mete (cashew apple) memiliki kandungan unsur gizi yang cukup lengkap, bahkan mengandung vitamin C kira-kira tiga kali kandungan vitamin C jeruk, dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.PengemasanPengemasan tidak dapat meningkatkan atau memperbaiki mutu, tetapi hanyamempertahankan atau melindungi mutu produk yang dikemas. Oleh karena itu hanyaproduk yang baik yang perlu dikemas. Produk yang rusak atau busuk yang adadalam kemasan akan menjadi kontaminasi dan infeksi bagi produk yang masihsehat. Akibatnya produk tidak akan laku di pasaran. Kacang mete yang diekspor biasanya dalam bentuk mentah dengan kadar air antara 4-6%, yang dikemas dalam kaleng hampa udara dan diisi dengan karbondioksida. Kaleng kemasan yang digunakan sama dengan kaleng minyak tanah atau minyak goreng, tetapi sebaiknya yang masih baru, bersih, kering, kedap udara dan tidak bocor, serta harus bebas dari infeksi serangga dan jamur serta tidak karatan.Bagian luar peti/karton pembungkus ditulis dengan cat yang tidak mudah luntur danjelas.terbaca.Bogor, 30 September 2014 Ditulis kembali oleh : KukuhWahyu WSumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS