Loading...

PASOK KEBUTUHAN PARE UNTUK PEMBUATAN KERIPIK, BPP BAE BERMITRA DENGAN SMK AL ISLAM KUDUS

PASOK KEBUTUHAN PARE UNTUK PEMBUATAN KERIPIK, BPP BAE BERMITRA DENGAN SMK AL ISLAM KUDUS
Kudus --- Sebuah terobosan baru dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bae, Kudus. Berawal dari upaya memanfaatkan lahan pekarangan sekitar BPP dengan tanaman hortikultura sekaligus sebagai laboratorium bagi penyuluh maupun petani, bak gayung bersambut. Tak lama berselang, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus mengadakan Gelar Hasil Tani yang melibatkan partisipasi masing-masing BPP dengan menampilkan potensi hasil pertanian di masing-masing wilayah binaannya. Pare, menjadi salah satu komoditas yang dipilih untuk ditanam di kebun BPP. Bukan tanpa alasan, memilih tanaman tersebut. Selain karena mudah dalam perawatannya, pare termasuk salah satu komoditas yang belum banyak dikembangan, meski kebutuhan pasar cukup tinggi. Pare, si pahit yang kaya khasiat ini, menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Petani yang membudidayakan pare secara intensif masih sangat kurang, sehingga budidaya pare menjadi peluang bisnis yang sangat menggiurkan. Panen perdana pare, si pahit yang kaya khasiat ini pun unjuk gigi di Gelar Hasil Tani Dinas Pertanian dan Pangan beberapa waktu yang lalu. Meski belum begitu banyak yang dijajakan, namun dalam waktu sekejap laris manis. Pembeli banyak yang tertarik karena parenya segar, bentuknya bagus dan besar. Tak terkecuali SMK Al Islam Kudus yang juga turut serta dalam Gelar Hasil Tani, tertarik dengan pare hasil kebun BPP Bae ini. SMK Al Islam bermaksud menjalin kerjasama dengan BPP Bae untuk memasok kebutuhan pare sebagai bahan dasar pembuatan keripik pare produksi mereka. Keripik pare produksi SMK Al Islam selama ini menggunakan pare yang dibeli dari pasar tradisional. Kebutuhan pare selama ini di kisaran 5-10 kg tiap minggunya. BPP Bae merespon positif tawaran kerjasama tersebut. Sebuah peluang menjadikan BPP sebagai Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian) Kostratani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Peran Kostratani antara lain, 1) sebagai pusat data dan informasi, 2) pusat gerakan pembangunan pertanian, 3) pusat pembelajaran, 4) pusat konsultasi bisnis, dan 5) pusat pengembangan jejaring kemitraan. Dengan bermitra bersama SMK Al Islam, BPP Bae berarti telah melaksanakan salah satu peran BPP dalam Kostratani sebagai pusat pengembangan jejaring kemitraan. Semoga ini menjadi awalan yang baik untuk mengoptimalkan peran BPP Bae selanjutnya menuju suksesnya pertanian di Kudus pada khususnya serta pembangunan pertanian di Indonesia pada umumnya. Maju Terus Ppertanian Indonesia. Choirotun Salafiah, S.Pt. Penyuluh Pertanian Pertama di BPP Bae Kab.Kudus