Citra Petani memang tak sebagus pekerja kantoran yang bekerja digedung dan berpakaian rapih. Petani dianggap provesi rendahan, bahkan dianggap sebagai simbol kemiskinan sehingga banyak pula orang tua enggan melepas anaknya berkarir dibidang pertanian. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, karena penghasilan petani memang cenderung rendah dan ekonomi pertanian di indonesiapun terus menurun. Lahan pertanian yang kian sempit dan mahal, iklim yang tak menentu serta kebijakan import pemerintah yang semakin agresif yang memebuat orang ragu untuk memilih karir dibidang pertanian. Begitu menyedihkannya profesi petani paradigmanya dimasyarakat, padahal secara sadar ataupun tidak kehidupan penduduk indonesia sejumlah 267 juta orang makan dari produknya petani, jerih payah dan karyanya petani. Jasa petani hampir terlupakan, petani merupakan pahlawan yang tiada pernah dihargai karya dan pengabdianyya, tapi petani tetap tulus dan tidak pernah mogok untuk bekerja dan berkarya memenuhi kebutuhan pangan penduduk negeri ini. program regenerasi petani telah dikumandangkan dari era pertanian 2000an, tapi hasilnya masih belum signifikan. `` Demikian disampaikan oleh Tarminah Koordinator Penyuluh Pertanian/ BPP Bangodua Pada acara Pawai Bersama Profesi Pekerjaan Masyarakat di TK PGRI Cahaya Harapan Temulawak Desa Malangsari Keca. Bangodua Kab. Indramayu (Rabu,12/02/2020)". Dengan membangun koordinasi dan singkronisasi terpadu dipusat atau di daerah sesulit apapun permasalahan bisa dipecahkan dengan baik, demikian juga dengan program regenerasi petani. Balai Penyuluhan Pertanian Bangodua berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Dinas pendidikan dan Dinas Instansi lainnya tingkat Kecamatan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada pada kegiatan pertanian, termasuk program regenerasi petani, krena kurangnya koordinasi dan sinkronisasi dari semua pemangku kebijakan, regenerasi petani dianggapnya tugas departemen Pertanian... ini suatu hal yang mustahil, karen 267 juta penduduk itu bukan semuanya orang pertanian. pada acara tersebut selain sambutan dari BPP Bangodua juga kepala sekolah TK Cahaya Harapan, Warli Menyampaikan beberapa pesan dan kesan diantaranya: "mengucapkan terimakasih atas kehadiran dari Tim BPP Bangodua yang selalu mensuport kegiatan belajar mengajar sesuai tupoksi balai penyuluhan pertanian.`` " senang melihat anak-anak antusias mengenal dunia profesi pekerjaan masyarakat terutama petani." "tidak sedikit minat anak didik untuk menjadi petani sukses, petani mandiri, maju dan modern dengan dibuktikan banyaknya anak yang ingin berperan sebagai petani" "semoga dengan seringnya sosialisasi tentang pertanian, apalagi pada anak usia dini semakin banyak juga generasi muda yang terjun ke usaha pertanian sebagai petani dan pengusaha sukses pertanian."