Pekan Nasional (PENAS) Petani - Nelayan adalah wahana bagi para petani nelayan Indonesia untuk melakukan konsolidasi, pengembangan diri, tukar menukar informasi, apresiasi kemitraan dan promosi hasil pertanian yang diselenggarakan secara teratur dan berkelanjutan dan juga pertemuan akbar petani nelayan Indonesia sekaligus sebagai ajang pengukuran prestasi bagi petani nelayan dan pembangunan pertanian di Indonesia secara umumnya. PENAS Pekan Nasional (PENAS) Petani - Nelayan XV Tahun 2017 juga dapat dipandang sebagai media komunikasi teknologi pertanian, khususnya dalam rangka memperkokoh pembangunan sistem dan usaha agribisnis, yang mana petani nelayan berkesempatan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dalam upaya memperkuat kepemimpinan agribisnis di tingkat petani nelayan.Berdasarkan hal tersebut di atas, kehadiran tokoh-tokoh petani nelayan, kontak tani nelayan andalan (KTNA) dan petani nelayan yang sukses dari seluruh Provinsi di Indonesia pada kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani - Nelayan XV Tahun 2017 merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka menggerakkan kepemimpinan agribisnis dan kemitraan di tingkat petani nelayan. Kehadiran kontingen dari Provinsi Jambi pada Pekan Nasional (PENAS) Petani - Nelayan XV Tahun 2017 diharapkan dapat memberikan motivasi bagi petani nelayan untuk saling berinteraksi dan bersinergi dalam memanfaatkan sumber daya alam pertanian yang tersedia di Kabupaten/Kota masing-masing dalam Provinsi Jambi, serta guna meningkatkan pengetahuan keterampilan dalam rangka perbaikan mutu dan produksi serta peningkatan pendapatan yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani nelayan. Pekan Nasional (PENAS) Petani - Nelayan XV Tahun 2017 dilaksanakan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam pada tanggal 06 s.d 11 Mei 2017 dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Aceh Bapak Zaini Abdullah serta Wakil Gubernur Aceh Bapak Malik Mahmud dengan ditandai pemukulan Tambo (gong) oleh Bapak Presiden yang mana bertempat di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya - Banda Aceh. Pada kesempatan Bapak Presiden Joko Widodo mengatakan "Saya sudah menunggu-nunggu untuk datang di acara ini agar dapat bertemu bapak/ibu sekalian para petani dan nelayan". Selain itu Bapak presiden juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mencintai para petani dan nelayan, karena kalau tidak ada petani dan nelayan bekerja mau makan apa kita ungkap Bapak Presiden serta untuk memajukan petani, beliau juga menargetkan untuk tidak ada lagi impor jagung pada tahun ini.Dalam pembukaan acara ini diikuti oleh seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia yang berjumlah 38 ribu peserta, Provinsi Jambi membawa peserta yang terdiri dari : Peserta Utama, adalah Petani Nelayan dan Petani Hutan, Pemuda Tani Nealayan, Wanita tani Nelayan, Alumni Magang Jepang, Mitra Petani ASEAN, P4S, Kopersi Tani Nelayan (KOPTAN) dan Asosiasi Petani Nelayan dan Petani Hutan. Pengurus Kelompok KTNA Nasional menjadi bagian dari kontingen daerah; Peserta Pendamping adalah aparat yang ditugaskan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk mendampingi dan memfasilitasi peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani - Nelayan XV Tahun 2017; Peserta Peninjau adalah organisasi profesi, penyuluh swasta atau pemerhati/pakar yang bergerak di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan serta pelaku agribisnis.Pada Pekan Nasional (PENAS) Petani - Nelayan XV Tahun 2017 Provinsi Jambi mengangkat tema "Melalui Pekan Nasional (PENAS) Petani - Nelayan XV Tahun 2017 kita mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan sebagai Mitra Kerja Pemerintah dalam rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia". Yang bertujuan : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian kontaktani nelayan selaku pelaku utama system dan usaha agribisnis; Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian kontaktani nelayan selaku pelaku utama system dan usaha agribisnis; Meningkatkan hubungan kemitraan usaha dan jaringan agribisnis antara peserta dengan para pengusaha di bidang agribisnis; Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknologi dan pemasaran; Meningkatkan jiwa wirausaha petani nelayan dan petani hutan dalam pembangunan pertanian yang ramah lingkungan; Meningkatkan apresiasi para peserta dan masyarakat pelaku agribisnis untuk memacu prestasi dalam pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Pekan Nasional (PENAS) Petani - Nelayan XV Tahun 2017 ditutup oleh Bapak Wakil Presiden Yusuf Kalla, dimana beliau menyampaikan apresiasi terhadap acara tahunan ini sebagai ajang keakraban dan berbagi informasi teknologi. (Lily Rokhmadiani, S.TP/Darmawansyah. Siata … admin_jambi/DTPHP Prov. Jambi)