Loading...

Pekarangan Organik untuk Pangan Lokal

Pekarangan Organik untuk Pangan Lokal
Jumlah penduduk dunia yang semakin ber tambah sangat mengancam ketahanan pangan. Lahan pertanian semakin hari semakin berkurang karena ter jadinya alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke non pertanian. Jika hal ini tidak segera di antisipasi maka penduduk dunia akan terancam kelaparan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan dampak alih fungsi lahan adalah mengoptimalkan fungsi pekarangan untuk di tanami dengan tanaman pangan maupun sayuran untuk mencukupi kebutuhan sehari hari. Gerakan ini adalah Gerakan mengembalikan lagi lahan non pertanian menjadi lahan pertanian, dan lahan pekarangan merupakan salah satu lahan non pertanian yang produktif. Beberapa prasyarat yang harus dipenuhi dalam berbudidaya di pekarangan diantaranya harus memiliki nilai estetika (keindahan) sehingga selain dapat dikonsumsi juga dapat memperindah halaman atau pekarangan . Strategi yang dapat dilakukan diantaranya melalui pengaturan jenis, bentuk dan warna tanaman. Selain itu model yang digunakan bersifat mobile atau mudah dipindahkan. Hal ini diperlukan guna mengatasi pemanfaatan dan penataan pekarangan. Model budidaya yang dapat memenuhi kriteria demikian adalah budidaya secara vertical (Vertikultur). Hampir semua sayuran dapat ditanam dengan metode Vertikulture. Penanaman sayuran dapur sangat bermanfaat untuk menghasilkan sayuran yang sehat dan murah serta layak konsumsi. Sayuran yang diperjualbelikan di pasar umum, kelayakan dari segi kesehatah dan keamanan konsumsi kurang bisa dipertanggung jawabkan. Pada umumnya petani hanya mengejar kualitas dan kuantitas dengan tujuan keuntungan yang maksimal dengan mengabaikan keamanan konsumsi pagi konsumen. Dengan berproduksi sendiri sayuran yang akan dikonsumsi sehari-hari berarti kita telah menyelamatkan kesehatan diri kita dan keluarga kita dari dampak negative pestisida. Menyadari akan dampak negatif sayuran dan tanaman pangan yang diproduksi secara konvensional maka banyak kelompok masyarakat yang mengkampanyekan kegiatan “back to nature”. Gerakan ini mengajak semua kalangan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang sehat yaitu bahan makanan yang kandungan residu kimia nya seminimal mungkin. Pertanian komersial yang mengandalkan pupuk kimia dan pestisida sintetis telah meninggalkan residu di bahan makanan dan bersifat karsinogenik. Ada benarnya kita mengikuti kata bijak bahwa “MAKANAN ITU SEBAGAI OBAT BUKAN OBAT SEBAGAI MAKANAN. Hal yang dapat diambil pelajaran dari kata bijak ini adalah kita harus makan agar kita sehat bukan makan obat secara rutin seolah obat itu adalah makanan kita. - Gunawan-