Loading...

PEKARANGAN SEBAGAI SUMBER GIZI KELUARGA

PEKARANGAN SEBAGAI SUMBER GIZI KELUARGA
Lahan pekarangan memberi makna yang sangat luas, tidak terbatas hanya yang ada di halaman rumah petani, setiap desa memiliki lahan pekarangan dengan luas dan tata letak yang berbeda, Desa Bak Dilip memiliki luas lahan pekarangan 10 Ha dari 185 Ha luas wilayah desa, untuk pengembangan lahan pekarangan didesa Bak Dilip dikoordinasi oleh Kelompok Wanita Tani Udeep Bersama yang memiliki 20 orang anggota yang terdiri dari anggota dan pengurus kelompok, Kelompok Wanita Tani Udeep Bersama merupakan salah satu KWT dalam wilayah kerja BPP Montasik Kabupaten Aceh Besar yang dibina oleh Penyuluh Pertanian Ibu Juli Erni, STP. Luas Lahan pekarangan bila dikelola secara optimal dan terencana dapat memberikan manfaat yang sangat besar untuk menunjang kebutuhan gizi keluarga disamping sekaligus untuk keindahan (estetika).Lahan pekarangan dapat dikembangkan sebagai apotik hidup dengan menanami tanaman obat keluarga (TOGA) dan gizi hidup dengan menanam berbagai buah-buahan dan sayuran.Manfaat pekarangan sebagai sumber pangan, sandang dan papan, habitat berbagai jenis ternak, pengendali Iklim (untuk kenyamanan) serta sumber tambahan pendapatan keluarga. Nurhaida merupakan Ketua kelompok Wanita Tani Udeep Bersama Desa Bak Dilip memfasilitasi kegiatan lahan pekarangan bersama penyuluh pertanian agar petani dapat memanfaatkan lahan – lahan kosong menjadi sumber ekonomi bagi keluarganya. Lahan Pekarangan adalah sebidang tanah yang berada disekitar rumah yang digunakan untuk tempat bermain anak-anak, untuk acara keluarga, dan acara keakraban, serta ditanami dengan berbagai jenis tumbuhan dan tanaman serta tempat pemeliharaan berbagai jenis ternak dan ikan.Tujuan dari pemanfaatan pekarangan adalah meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga, menumbuhkan kesadaran keluarga agar mengenali dan mengetahui sumber-sumber pangan yang ada disekitar kita, menumbuhkan kesadaran keluarga agar mau dan mampu memanfaatkan bahan pekarangan menjadi sumber pangan dan gizi keluarga.Pekarangan juga dapat diartikan sebagai lingkungan kita sehari-hari, jika ditata dengan baik, bakal menjadi taman yang akan memberikan lingkungan kita asri, menarik, nyaman, sehat serta menyenangkan, di mana akan membuat kita betah berlama-lama tinggal di rumah. Dengan menanam tanaman yang berproduktif, taman pekarangan dapat memberikan kesehatan yang memenuhi kepuasan jasmaniah dan rohaniah. Kegiatan pemanfaatan pekarangan desa bak dilip kecamatan montasik kabupaten Aceh Besar sudah sejak lama dilaksanakan, bukan saja sebagai penyedia bahan makanan tetapi juga dapat berfungsi sebagai tambahan penghasilan keluarga, belum semua pekarangan dimanfaatkan secara baik karena Lahan pekarangan hanya ditanami dengan beberapa komoditi saja, sedangkan ternak dan ikan belumdipelihara, padahal potensinya cukup tinggi, Petani belum dapat merancang pola tanam pekarangan dengan baik sehingga sering mengalami kekurangan bahan makanan seperti sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian akibatnya menu keluarga kurang bervariasi, cenderung tidak seimbang dan hanya memenuhi sumber kabohidrat, Petani belum terbiasa membatasi pekarangan dengan pagar hidup yang dapat berfungsi sebagai sayuran ( sumber vitamin A ), Setelah panen petani tidak menanam lagi, dengan alasan sulit mencari bibit/ benih sayuran karena mereka belum mampu menghasilkan bibit/benih yang baik dan bermutu ManfaatPekarangan Pekarangan bila ditanami dengan berbagai jenis tanaman dan tumbuhan serta pemeliharaan ternak didesa memberi manfaat sangat banyak bagi petani, manfaatnya, karena pekarangan dapat menghasilkan berbagai bahan pangan yang bergizi tinggi, seperti sayuran, buah-buahan, ternak kecil, unggas dan ikan. Disamping itu kalau pekarangan diusahakan dengan baik dapat sebagai sumber pendapat/tabungan keluarga karena hasil pekarangan bukan hanya untuk dikonsumsi tetapi dapat dijual sebagai sumber pendapatan keluarga dan kalau ditata dengan baik dapat sebagai penambah keindahan rumah. Pada dasarnya memanfaatkan pekarangan adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan karena :• Semua anggota keluarga dapat membantu mengelola pekarangan.• Pengaturan tanaman dipekarangan rumah merupakan kegiatan yang tidak sulit karena bibit/ benih sayuran, buah-buahan dan ternak dapat disediakan di pekarangan• Dengan pergiliran tanaman yang baik, bahan makanan dapat dihasilkan secara terus-menerus dengan jenis yang beraneka ragam• Kotoran ternak dengan memperhatikan kebersihan dan kesehatannya dapat digunakan sebagai pupuk tanaman dan sisa tanaman dapat digunakansebagai makanan ternak dan ikan.• Pengaturan tanaman dipekarangan dapat menambah keindahan rumah sekaligus memperbaiki ligkungan hidup PEMANFAATAN LAHAN UNTUK TANAMAN SAYURAN DI PEKARANGAN • Pengolahan tanah dilakukan dengan kedalamam kurang lebih 15 cm. Bedengan dibuat dengan lebar 80-100 cm dan panjang disesuaikan dengan lahan pekarangan.• Bibit ditanam dengan jarak tanam 10 x 10 cm² atau 15 x15 cm ( jarak tanam disesuaikan denganjenistanaman yang akan di tanam )• Pemeliharaantanamanperludilaksanakan• Berikan pupuk kandang atau kompos pada tanaman dan apabila ada hama dan penyakit yang menyerang gunakan bahan alami agar sayuran kita bebas pestisida (sayuran organik)• Jenis tanaman yang ditanam dipekarangan sebaiknya diatur secara bergiliran. Pergiliran tanaman disesuaikan dengan musim.• Petiklah atau panenlah tanaman sesuai dengan umurnya. Untuk Tanaman sayuran dapat dipanen setelah berumur 20 – 60 hari. ( Juli Erni, STP Penyuluh Pertanian BPP Montasik. )