Loading...

Pekarangan Sempit Jangan Khawatir "Bisa Jadi"" BPP Kec. Culamega Kab. Tasikmamalaya

Pekarangan Sempit Jangan Khawatir "Bisa Jadi""  BPP Kec. Culamega Kab. Tasikmamalaya
PEKARANGAN SEMPIT JANGAN KHAWATIR""BISA JADI"" Pekarangan identik dengan sebutan tanah darat yang terletak langsung disekitar kita, dengan batas-batas yang jelas dan masih mempunyai hubungan dengan pemiliknya. Pengembangan pekarangan melalui KRPL sedang gencar dilaksanakan oleh pemerintah dengan tujuan salah satunya adalah menyediakan sumber pangan bagi keluarganya secara swadaya. Tentu hal itu tidak mudah membalikan telapak tangan mengubah kebaiasaan para petani yang halamannya belum ditanami. Perlu pembinaan secara kontinu yang harus dilakukan oleh Para Penyuluh Pertanian dimasing –masing wilayah kerjanya. Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Culamega Mengembangkan Pemanfaatan pekarangan secara swadaya, murah, dan menghasilkan. Salah satu percontohan pengembangan pekarangan dilaksanakan di Desa Cipicung. Dalam sambutannya Koordinator BPP Kecamatan Culamega "Wandito, A.Md." pada acara sosialisasi di tingkat desa menjelaskan bahwa kondisi masyarakat khususnya petani sangat minim untuk memanfaatkan pekarangannya, bahkan kebutuhan mereka khusunya sayuran (Cabe, Tomat, Daun Bawang, Seledri) harus membeli ke warung atau pasar. Padahal lahan mereka jika dimanfaatkan walupun kondisi sempit dapat dimanfaatkan secara maksimal maka kebutuhan sayuran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat tercukupi. Penyuluh Pertanian WKPP Desa Cipicung (THL TBPPD Provinsi Jawa Barat) Asep Tirtana, SP. Bahwa para petani khususnya ibu-ibu sangat antusias untuk memanfatkan pekarangannya. Bahan yang dipergunakan tidak harus membeli dan sifatnya bahan yang tersedia di sekitar. Pada awalnya mereka enggan melakukan hal itu dikarenakan bahan yang dibutuhkan sifat nya harus membeli. Bahan yang digunakan memanfaatkan sisa plastik detergen, plastik bekas benih, paratag bambu atau kayu. Bahan tersebut tidak harus dibeli oleh mereka dan tersedia di sekitar. Penggunaan plastik bekas detergen tentu mempunyai alasan yaitu daripada plastik menjadi limbah dan mencemari lingkungan lebih baik dimanfaatkan untuk bahan penanaman, dan hal itu alhamdulillah dilaksanakan oleh para petani. Petani diberikan pengarahan materi mengenai pentingnya pekarangan, teknik, macam-macam sayuran pekarangan, dan cara budidaya tanaman sayuran pekarangan. Kegiatan tersebut menjadi demplot percontohan bagi masyarakat yang lainnya. Kegiatan tersebut dimulai pada bulan November 2016 sd Januari 2017, dan hasilnya mereka sudah melakukan panen didepan rumahnya sendiri.Culamega, 17 Januari 2017Penulis : Asep Tirtana, SP. (081 388 130 591) (THL TBPPD Provinsi Jawa Barat) BPP Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.