Loading...

Pelaksanaan Kegiatan Adaptasi Teknologi Spesifik Lokalita Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo Pada Tanaman Padi Sawah Di Desa Waelo Kecamatan Waelata

Pelaksanaan Kegiatan Adaptasi Teknologi Spesifik Lokalita Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo Pada Tanaman Padi Sawah  Di Desa Waelo Kecamatan Waelata
Pengolahan Lahan Sawah Dengan Sempurna Tujuan pengolahan tanah pada umumnya adalah untuk mempersiapkan lahan untuk kegiatan usaha budidaya. Sedangkan tujuan pengolahan tanah secara sempurna adalah untuk untuk mempersiapkan lahan untuk kegiatan usaha budidaya dengan memperbaiki keadaan struktur tanah. Pengolahan Tanah Sawah Tanah merupakan media pertumbuhan bagi tanaman padi, oleh karena itu, pentingnya pengelolaan tanah Perbaikan Saluran dan Galengan. Sebelum pengolahan tanah dimulai, galangan/pematang harus diperbaiki, dibuat cukup tinggi, agar dapat menahan air dengan baik. Sebab dalam penggarapan tanah, air tidak boleh mengalir keluar. Saluran-saluran irigasi/pengairan perlu diperbaiki dan dibersihkan dari rumput-rumput. Ini akan mencegah kehilangan air pengairan dan mengurangi terwabahnya biji gulma ke dalam petakan-petakan sawah. Membajak Petakan sawah diairi seminggu sebelum pembajakan, untuk melunakan tanah dan menghindarkan melekatnya tanah pada mata bajak. Terlebih dahulu dibuat alur di tepi dan di tengah petakan sawah agar air cepat membasahi saluran petakan. Kedalaman dalam pembajakan ±15-25 cm. Hingga tanah benar-benar terbalik dan hancur. Adapun manfaat dari pembajakan adalah sebagai berikut : Pemberantasan gulma, sebab dengan pembajakan tumbuhan dan biji gulma akan Menambah unsur organik, karena pupuk hijau yang berasal dari rumput akan terbenam dan tercampur dengan Mengurangi pertumbuhan hama Membalik lapisan Memudahkan proses penggaruan Setelah dibajak tanah segera harus digenangi, untuk mempercepat pembusukan sisa-sisa tanaman dan menghindari hilangnya nitrogen juga melunakan bongkahan tanah yang disebabkan pembajakan. Penggenangan dilakukan selama kira-kira seminggu. Menggaru Sebelum penggaruan dimulai, terlebih dahulu air di dalam petakan dibuang, ditinggalkan sedikit untuk membasahi bongkahan bongkahan tanah. Dan selama penggaruan, saluran pemasukan dan pembuangan air harus ditutup, untuk menjaga supaya sisa air jangan sampai habis keluar dari petakan. Dengan cara menggaru tanah memanjang dan melintang, bongkahan-bongkahan tanah dapat dihancurkan. Dengan penggaruan yang berulang-ulang : Peresapan air ke bawah Tanah menjadi rata. Penanaman bibit menjadi Rumput-rumput yang ada akan Meratakan Proses perataan sebenarnya adalah penggaruan yang kedua. Yang dilakukan setelah lahan digenangi 7-10 hari. Penggaruan yang kedua ini dilakukan dengan maksud : Meratakan tanah sebelum tanam Membenamkan pupuk dasar guna menghindari Melumpurkan tanah dengan Penggarapan tanah mulai dari pembajakan pertama sampai perataan, memerlukan waktu kira-kira 25 hari, kira-kira sama dengan umur bibit di persemaian 2. Sistem Jajar Legowo Jajar legowo adalah cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan yang diselingi dengan satu barisan kosong atau lorong, tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan kosong atau lorong dipindahkan sebagai tanaman sisipan dalam barisan, sehingga jarak antar rumpun dalam barisan menjadi lebih rapat. Legowo diambil dari bahasa jawa yaitu “lego” dan “dowo”, lego artinya luas dan dowo artinya memanjang, jadi diantara kelompok barisan tanaman padi terdapat lorong yang luas dan memanjang sepanjang barisan. Penerapan jajar legowo dapat meningkatkan jumlah atau populasi tanaman, selain itu dengan jajar legowo tanaman pinggir semakin banyak dengan adanya barisan kosong atau lorong, tanaman yang berada di pinggir memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibanding tanaman yang berada di barisan tengah, karena tanaman pinggir mendapatkan cahaya matahari secara optimal, sehingga produksi dan kualitas gabah yang dihasilkan lebih tinggi. Terdapat beberapa model sistem tanam jajar legowo yaitu jajar legowo 2:1,4:1, tipe 1 dan tipe 2. Sistem tanam jajar legowo 2:1 adalah sistem tanam dimana setiap 2 baris tanaman diselingi satu baris kosong atau lorong, jarak rumpun antar baris yang dianjurkan adalah 25 cm, jarak dalam baris 12,5 cm dan jarak antar barisan atau lorong 50 cm.Dengan penerapan jajar legowo 2:1 populasi tanaman akan meningkat dari 160.000 rumpun per hektar menjadi 213.300 rumpun per hektar atau meningkat 33,31% Sistem tanam jajar legowo 4:1 adalah sistem tanam dimana pada setiap 4 baris tanaman diselingi satu baris kosong atau lorong. Untuk jajar legowo 4:1 tipe 1 keseluruhan baris mendapat sisipan, populasi tanaman menjadi 256.000 rumpun per hektar atau meningkat 60% dibanding sistem tanam biasa yaitu 25×25 cm. Pada jajar legowo 4:1 tipe 2 penambahan tanaman sisipan hanya diberikan pada kedua barisan tanaman pinggir. dengan barisan jajar legowo 4:1 populasi tanaman akan meningkat menjadi 192.704 rumpun per hektar atau meningkat 20,44% dibanding sistem tanam biasa yaitu 25×25 cm. Untuk memudahkan penerapan jajar legowo dapat digunakan tali sebagai pedoman, caplak atau indo jarwo transplanter. Penggunaan indo jarwo transplanter dapat meningkatkan kapasitas kerja penanaman 6 kali dibandingkan penanaman secara manual, dan menekan ongkos penanaman hingga 50%. selain meningkatkan produktivitas antara 10-15% sistem tanam jajar legowo juga memudahkan dalam penyiangan, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit, meningkatkan jumlah rumpun hingga meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi pemupukan karena cara pemupukan tidak disebar tetapi disisir pada barisan dan mengurangi serangan hama tikus. Ubinan pada sistem tanam jajar legowo berbeda dengan ubinan pada sistem tanam biasa tegel, karena jarak tanam pada sistem jajar legowo berbeda dengan jarak tanam biasa ubinan untuk jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam 25×12,5×50 cm adalah 3mx4m sama dengan 12 m2 atau 4 set tanaman jajar legowo sepanjang 4 meter. Ubinan jajar legowo 4:1 tipe 2 dengan jarak tanam 25×12,5×50 cm adalah 3,75mx3m dengan hasil 11,25 m2 atau 3 set tanaman jajar legowo sepanjang 3 meter. Keuntungan penerapan sistem tanam padi jajar legowo : a). Jumlah Populasi Tanaman Meningkat Dengan sistem tanam jajar legowo jumlah populasi tanaman padi bisa ditingkatkan dan diharapkan jumlah produksi gabah juga akan meningkat. b). Memudahkan Perawatan & Pemeliharaan Pertanaman padi dengan sistem jajar legowo memiliki banyak baris kosong sehingga dapat mempermudah dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman. Pemupukan, pengontrolan dan penyemprotan bisa dilakukan melalui barisan kosong tersebut sehingga tanaman tidak terganggu. c). Menekan Serangan Hama dan Penyakit Dengan adanya barisan kosong pada lahan pertanaman, lingkungan relatif lebih terbuka sehingga beberapa hama terutama tikus tidak menyukai tempat tersebut. Sistem jajar legowo juga dapat mengurangi kelembaban sehingga perkembangan penyakit bisa ditekan. d). Hemat Biaya Pemupukan Penerapan sistem jajar legowo diharapkan dapat menekan serta menghemat penggunaan pupuk, karena pemupukan lebih terkonsentrasi pada tanaman dalam barisan. e). Meningkatkan Produksi dan Kualitas Gabah Penerapan sistem jajar legowo memiliki jumlah tanaman pinggir yang lebih banyak. Seperti kita ketahui bahwa tanaman pinggir memiliki kualitas pertumbuhan dan jumlah produksi yang lebih baik. Tanaman yang berada pada barisan pinggir memiliki ruang tumbuh lebih leluasa serta mendapatkan intensitas sinar matahari lebih banyak, intensitas sinar matahari mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi padi. Dengan semakin banyaknya tanaman efek pinggir kualitas dan produksi gabah dapat meningkat.