Loading...

PELAKSANAAN KEGIATAN LIMBA CIPTA MENU PANGAN B2SA BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL SEKALIGUS PENCANANGAN GERAKAN ONE DAY NO RICE

PELAKSANAAN KEGIATAN LIMBA CIPTA MENU PANGAN B2SA BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL SEKALIGUS PENCANANGAN GERAKAN ONE DAY NO RICE
PELAKSANAAN KEGIATAN LOMBA CIPTA MENU PANGANBERAGAM, BERGIZI, SEIMBANG DAN AMAN (B2SA ) BERBASIS SUMBER DAYA LOKALSEKALIGUS PENCANANGAN GERAKAN “ONE DAY NO RICE” (SATU HARI TANPA NASI) TINGKAT KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2014 Pelaksanaan Kegiatan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi,Seimbang dan Aman (B2SA) pada BadanKetahanan Pangan dan Penyuluhan KotaPematangsiantar yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2014 bertempat diWisma GKPS Balei Bolon, Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar. Pada laporansingkat Bapak Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Pematangsiantarbahwa Pelaksanaan Kegiatan Lomba Cipta Menu Pangan Beragam, Bergizi, Seimbangdan Aman (B2SA) Berbasis Sumber Daya Lokal dan Sekaligus Pencanangan Gerakan “OneDay No Rice” di Kota Pematangsiantar Tahun 2014 yang dihadiri oleh KelompokPeserta Lomba Cipta Menu Pangan B2SA, yang terdiri dari PKK Kecamatan (8Peserta); Kelompok Rumah Pangan Lestari(14 Peserta) dan Kelompok Pangan dan Penyuluhan Kota Pematangsiantar (2 Peserta); Kelompok Peserta Bazaar Pangan Lokalterdiri dari 14 Peserta, 500 (lima ratus) orang anak Sekolah Tingkat SLTA dan 5(lima) orang staf dari setiap SKPD di Lingkungan Pemerintah KotaPematangsiantar.Disamping ituBapak Kepala Badan Hanpangluh melaporkan adapun tujuan diselenggarakan Lomba CiptaMenu Pangan B2SA Non Beras berbasis sumber daya lokal adalah untuk meningkatkanpemahaman pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan B2SA non berasdalam meningkatkan kualitas hidup, mendorong dan meningkatkan kreativitasmasyarakat pada umumnya dan ibu rumah tangga khususnya dalam memilih,menentukan, menyusun, dan mengembangkan atau menciptakan menu B2SA non berasberbasis sumber daya lokal., membangun budaya keluarga dan masyarakat untukmengonsumsi aneka ragam jenis pangan khas daerah dengan porsi yang seimbang atau sesuai prinsip B2SAdan mengangkat citra makanan khas daerah agar dapat digemari dan mampu bersaingdengan makanan modern.Dalam pelaksanaankegiatan lomba cipta menu pangan B2SA mempunyai Tim Penilai/Dewan juri dari TimPenggerak PKK Kota Pematangsiantar, Persatuan Ahli Gizi Cabang KotaPematangsiantar (PARSAGI), Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Guru SMKNegeri 3 Kota Pematangsiantar dan Asosiasi CHEF Indonesia Cabang Medan.Dalam pelaksanaan kegiatanlomba tersebut Bapak Walikota Pematangsiantar memberikan kata sambutannya bahwa Acara Pelaksanaan Kegiatan Lomba CiptaMenu Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Tingkat Kota Pematangsiantaryang sekaligus Pencanangan Program Diversifikasi Pangan berupa Gerakan “One DayNo Rice”.Dimana KetahananPangan adalah hal yang paling strategis bagi suatu negara, karena pangan adalahhal yang terpenting bagi kehidupan manusia. Bahkan Hak Pangan sendiri telah diundangundangkan sebagai hak azasi manusiadalam Declaration Of Human Right. Lebihlanjut Bapak Walikota Pematangsiantar menyatakan bahwa Pembangunan Ketahanan Pangandi Indonesia juga ditegaskan oleh Pemerintah melalui undang-undang pangan yangmenyatakan bahwa ketahanan pangan adalah kondisi pemenuhan kebutuhan panganbagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik darijumlah dan mutunya, aman, merata dan terjangkau.Disamping ituperlunya diversifikasi pangan yang merupakan salah satu pilar utama dalammewujudkan ketahanan pangan.Untuk tingkatSumatera Utara, manggadong adalah kearifan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dansebagai wujud penggalian potensi makanan pangan lokal.Manggadong adalahbudaya lokal yang mengonsumsi ketelah sebagai makanan pembuka sebelum menikmatinasi, dengan menikmati ketela terlebihdahulu, masyarakat atau individu diharapkan tidak perlu mengonsumsi nasiterlalu banyak.Lebih lanjut BapakWalikota Pematangsiantar mengharapkan Penyelenggaraan Lomba Cipta menu yangdipadukan dengan pencanangan Program diversifikasi pangan melalui Gerakan “OneDay No Rice” atau di singkat dengan “ODNR”, yang dalam bahasa sehari-haridisebut “Satu Hari Tanpa Nasi” dapat mengurangi konsumsi Beras dan beralih kemakanan pokok lain, seperti ubi, jagung, sagu, dan lain-lain.Hal ini melihatkondisi sosial budaya masyarakat Indonesia yang pada umumnya mengonsumsi nasisebagai makanan utamanya, dan memperhatikan ketersediaan beras ke depannya,dengan mengingat kondisi dan keberadaan lahan sawah kita yang semakin mengalamipengurangan, di sisi lain tidak bisa kita pungkiri, laju pertumbuhan pendudukyang terus berjalan, sementara lahan persawahan terus berkurang, membuat kitaharus mampu dan serius menggalakkan program diversifikasi pangan, yang salahsatunya melalui Gerakan One day No Rice.Dan acara inilahsalah satu cara bagi kita untuk mensosialisasikan bahan pangan pengganti beras.Perlu kitaketahui, bahwa Program diversifikasi pangan melalui Gerakan One Day No Rice inisudah digalakkan di beberapa daerah di Indonesia.Diawali dari Kota DepokProvinsi Jawa Barat, Lampung Selatan, Sulawesi, dan yang lainnya. Di Sumatera Utara,Gubernur Sumatera Utara telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara Nomor501/1508/Tahun 2014 tentang Pelaksanaan gerakan satu hari tanpa nasi (One DayNo Rice) di Sumatera Utara. Pemerintah Kota Pematangsiantar menindaklanjutiSurat Edaran Gubernur tersebut melalui Surat Edaran Walikota PematangsiantarNomor 188.4/4850/VIII/2014 Tanggal 12 Juli 2014 tentang Gerakan Satu Hari TanpaNasi “One Day No Rice di Kota Pematangsiantar, yang intinya menetapkan HariSelasa setiap minggunya sebagai satu hari tanpa nasi di Kota Pematangsiantar.Akhir kata BapakWalikota Pematangsiantar mengharapkan agar masyarakat Kota Pematangsiantar yanghadir saat ini agar dapat mensukseskan gerakan tersebut dalam kehidupansehari-hari dan mampu menularkannya bagi warga atau masyarakat di Lingkungansekitarnya sehingga ke depannya Kota Pematangsiantar dapat menjadi contoh bagidaerah lain sehingga KotaPematangsiantar semakin mantap, maju dan jaya.Bapak WalikotaPematangsiantar beserta Jajarannya menyampaikan Piala, Piagam Penghargaan, DanaPembinaan dan Parcel dari Sponsor dan UcapanSelamat atas suksesnya Pelaksanaan Kegiatan Lomba Cipta Menu Pangan Beragam,bergizi, seimbang dan aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal kepada PemenangJuara I dari Kelompok Pangan Lokal Kartini Kecamatan Siantar Timur mendapatdana Pembinaan sebesar Rp. 1.000.000,-, JuaraII dari Kelompok KWT-KRPL Lestari Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat mendapat dan Pembinaan sebesar Rp. 800.000,-,Juara III dari PKK Kecamatan Siantar Marimbun mendapat dana Pembinaan sebesarRp. 600.000,-, Juara Harapan I dari PKK Kecamatan Siantar Sitalasari mendapatdana Pembinaan sebesar Rp. 400.000,-, Juara Harapan II dari PKK KecamatanSiantar Barat mendapat dana Pembinaan sebesar Rp. 300.000,-, Juara Harapan IIIdari PKK Kecamatan Siantar Timur mendapat dana Pembinaan sebesar Rp. 250.000,-;dan yang mendapat Hadiah Hiburan berupa dana Pembinaan masing – masing sebesarRp. 200.000,- yaitu KRPL-KWT. DosrohaJaya Kelurahan Sukaraja Kecamatan Siantar Marihat, KRPL-KWT. Riahma KelurahanMartoba Kecamatan Siantar Utara, Pantai Timur dan KWT. Margaret Kelurahan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba;disamping itu untuk Juara Antar KRPL adalah Juara I dari KRPL Lestari mendapatdana Pembinaan sebesar Rp. 500.000,- , Juara II dari KRPL Satahi Jaya KelurahanTong Marimbun Kecamatan Siantar Marimbun mendapat dana Pembinaan sebesar Rp.300.000,- dan Juara III dari KRPL Pertiwi Kelurahan Bah Sorma Kecamatan SiantarSitalasari mendapat dana Pembinaan masing-masing sebesar Rp. 200.000,-. Penulis: Herlina Veronika, SP