Loading...

Pelaksanaan Sekolah Lapang Tanaman Kedelai Di Desa Saluan Bpp Kecamatan Moilong

Pelaksanaan Sekolah Lapang Tanaman Kedelai Di Desa Saluan Bpp Kecamatan Moilong
Kegiatan Sekolah lapang tanaman kedelai Desa Saluan adalah kegiatan penyuluhan oleh penyuluh pertanian yang dilaksanakan pada lokasi demplot tanaman kedelai, demplot tersebut yang ditempatkan di lokasi bapak sumaji seluas 1 Ha, yang terletak di kelompotani Tani Mekar Desa Saluan. Kegiatan sekolah lapang ini dilaksankan pada tanggal 22 November saat umur tanaman kedelai 50 Hari Setelah Tanam. Perserta selokah lapang berasal dari petani di kelompoktani Tani Mekar, Rahmat 1, Rahmat 2, Unggul, Maju, dan Garuda. Pemandu lapang/Pemateri dari kegiatan sekolah lapang ini adalah penyuluh pertanian. Demplot yang dilaksanakan pada lokasi ini di maksudkan sebagai lokasi belajar bagi petani untuk dapat menigkatakan luas tambah tanam kedelai Desa Saluan dan peningkatan IP 200 (Padi-Padi-bero) menjadi IP 300 dengan pola tanam padi – padi – kedelai. Potensi lahan yang dapat tingkatkan Luas Tambah Tanam Kedelai melalui IP 300 sebesar + 30 Ha. Kegiatan sekolah lapang tanaman kedelai ini dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. sebelumnya di tanggal 2 November telah dilaksanakan pertemuan pertama, pada pertemuan tersebut peserta diberikan materi pengantar oleh Penyuluh sekitar 30 menit, lalu peserta merembugkan persama waktu pelaksanaan pertemuan kedua. di rumah pelaksana demplot bapak sumaji, terkait Budidaya tanaman kedelai, pengendalian OPT dan peluang pedapatan yang didapatkan petani yang bisa mencapai Rp. 15.000.000/Ha, dengan kisaran harga rata-rata di 10.000/kg. Pada pelaksanaan kedua pertemuan kedua sekolah peserta dibagi menjadi dua kelompok yaitu Kelompok A sebayak 8 orang dan Kelompok B sebanyak 9 orang untuk bersama-sama di lokasi demplot. Di lokasi demplot, petani melakukan pengamatan langsung kondisi pertanaman kedelai dan melakukan pencatatan jenis Hama dan penyakit yang menyerang tanaman dan Pertumbuhan Tanaman selama 30 menit. Setelahnya, peserta berkumpul kembali dengan membawa catatan dari hasil temuan mereka selama melakukan pengamatan pertanaman kedelai. Mulai dari Kelompok A menyampaikan hasil pengamatannya setelah itu dilanjutkan oleh kelompok B. Hasil dari pengamatan tersebut tersebut kemudian didiskusikan dengan peserta, dan peserta saling memberi masukan berdasarkan pengalaman lalu penyuluh menyampaikan terkait rekomendasi teknisnya. Di sesi akhir kegiatan sekolah lapang tanaman kedelai, di rembukkan rencana tindak lanjut bersama perserta dan direncanakan untuk melakukan penanaman kedelai seluas 15 Ha di kelompoktani Garuda dan Tani Mekar pada MT II di tahun Berikutnya Penulis : Asbudin AT Buluade,SP Asbudin.buluade86@gmail.com Penyuluh Pertanian BPP Moilong, Kabupaten Banggai