Loading...

Pelaksanaan Sistem Tanam Jajar Legowo 4:1 dan 2:1 di Kelompok Tani Datar Beringin Nagari Padang Sibusuk

Pelaksanaan Sistem Tanam Jajar Legowo 4:1 dan 2:1 di Kelompok Tani  Datar Beringin Nagari Padang Sibusuk
Pengembangan usahatani berbasis agribisnis dapat dilakukan dengan upaya peningkatan produksi agar dapat meningkatkan pendapatan petani. Laju peningkatan produktivitas padi sawah di Indonesia cenderung melandai sehingga diindikasikan bahwa sistem intensifikasi padi sawah yang selama ini diterapkan belum mampu meningkatkan produksi dan produktivitas. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah adalah dengan penerapan teknologi. Selama ini kecenderungan petani melakukan budidaya padi sawah masih relatif sederhana, menggunakan varietas local dan varietas unggul tidak berlabel. Selain itu, cara tanam yang tidak beraturan, baik dengan caplak satu arah maupun dengan caplak dua arah, sehingga populasinya rendah. Peningkatan produksi tanaman pangan merupakan upaya dalam mewujudkan ketersedian pangan bagi masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan adalah perubahan cara tanam padi sawah atau sistem tanam yaitu dengan jajar legowo. Sistem tanam jajar legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Legowo diartikan sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong. Baris tanaman (dua atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan di kirinya) disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1, sementara jika empat baris tanam per unit legowo disebut legowo 4:1, dan seterusnya.Kelompok Tani Datar Beringin di Nagari Padang Sibusuk Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung selama ini belum pernah melaksanakan sistem tanam jajar legowo, melalui kegiatan Sekolah Lapangan (SL) Budidaya Padi Sawah yang diadakan lewat anggaran APBN Tahun 2018 Kelompok Tani Datar Beringin yang diketuai oleh Sdr. Dekriyal mempunyai anggota sebanyak 35 orang dan mempunyai luas sawah 11 Ha. Produktivitas padi yang pernah dicapai oleh anggota kelompok tani Datar Beringin adalah 5 Ton/Ha. Dalam upaya peningkatan produksi padi, kelompok bersama dengan penyuluh wilayah binaan akan menerapkan sistem tanam jajar legowo pada lahan demplot seluas 0,5 ha sesuai dengan standar teknis yang disampaikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung. Selain penerapan sistem jarwo, pelaksanaan demplot juga meliputi pemupukan berimbang dan pengendalian Hama penyakit pada tanaman padi.Hasil kajian demplot diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani Datar Beringin khususnya dan petani pada kelompok tani lainnya yang tergabung pada kegiatan SL. Varietas yang ditanam pada demplot untuk kegiatan SL adalah varietas Anak Daro dengan potensi hasil mencapai 8 ton/ha. Pada kegiatan SL ini, jarak tanam yang digunakan 25 x 12,5 cm dengan sistem jajar legowo 2:1 dan 4:1 Dengan sistem jarak tanam seperti di atas, populasi tanaman padi dapat sama, bahkan lebih banyak dibanding dengan jarak tanam konvensional 25 x 25 cm. Sistem jarak tanam legowo 2:1 ini mengadopsi kondisi dimana tanaman pinggir yang kondisinya selalu lebih baik dibanding tanaman yang berada di tengah petakan. Pada sistem jarak tanam legowo ini seluruh populasi tanaman dibuat menjadi tanaman pinggir dengan menghilangkan 1 baris tanaman setiap dua baris tanaman. Cara tanam padi jajar legowo merupakan salah satu teknik penanaman padi yang dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Selain itu sistem tanam jajar legowo juga meningkatkan jumlah populasi tanaman dengan pengaturan jarak tanam.Penerapan sistem tanam jajar legowo akan memberikan hasil maksimal dengan memperhatikan arah barisan tanaman dan arah datangnya sinar matahari. Lajur barisan tanaman dibuat menghadap arah matahari terbit agar seluruh barisan tanaman pinggir dapat memperoleh intensitas sinar matahari yang optimum, dengan demikian tidak ada barisan tanaman terutama tanaman pinggir yang terhalangi oleh tanaman lain dalam mendapatkan sinar matahari.Sistem tanam jajar legowo sudah diperkenalkan kepada kelompok tani di WKPP Padang Sibusuk III, tetapi belum semua anggota menerapkan sistem tanam jajar legowo. Untuk mewujudkan upaya tersebut masih terkendala karena masih banyak petani yang belum mau melaksanakan anjuran sepenuhnya. Sebagai contoh dalam hal sistem tanam masih banyak petani yang bertanam tanpa jarak tanam yang beraturan. Padahal dengan pengaturan jarak tanam yang tepat dan teknik yang benar dalam hal ini adalah sistem tanam jajar legowo akan diperoleh efisiensi dan efektifitas pertanaman serta memudahkan tindakan kelanjutannya.Untuk merubah perilaku para petani agar mau melakukan penanaman padi dengan sistem jajar legowo maka perlu dikenalkan keseluruhan tipe jajar legowo. Pengetahuan tentang tujuan dan manfaat penerapan sistem tanam jajar legowo dari semua tipe juga perlu disampaikan sehingga para petani mau melakukan dan dapat memilih tipe jajar legowo apa yang akan digunakan.Semoga dengan penanaman padi sistem jajar legowo para petani dapat memahami manfaat dari sistem tanam jajar legowo. Memang pada awal penggunaan sistem ini akan terasa berat dan lama lantaran belum terbiasa, namun hasil yang diperoleh nantinya sangat menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani itu sendiri. Ditulis Oleh : Reza Arfiyenti Arifin,S.Pt (Penyuluh Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung)