Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Penyuluhan Pertanian (UPTD-BPP) Kecamatan Kamang Baru kembali menyelenggarakan Pelatihan Agribisnis Petani dengan topik "Budidaya Tanaman Jagung". Pelatihan ini diselenggarakan melalui Anggaran Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung Tahun 2017. Pelatihan ini diselenggarakan dalam upaya mendukung upsus pajale di Kabupaten Sijunjung khususnya di Kecamatan Kamang Baru. Sebelumnya, pelatihan serupa telah dilaksanakan sebanyak tiga kali di Kecamatan Kamang Baru tentang komoditi cabai, bawang merah dan padi. Selain di Kecamatan Kamang Baru, pelatihan ini juga dilaksanakan pada 7 Kecamatan lainnya di Kabupaten Sijunjung. Narasumber pelatihan agribisnis petani berasal dari para Penyuluh Pertanian yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung.Pelaksanaan pelatihan agribisnis petani di UPTD-BPP Kecamatan Kamang Baru dilaksanakan pada hari Senin, 14 Agustus 2017. Peserta yang diundang sebanyak 25 orang yang berasal dari perwakilan kelompoktani pelaksana kegiatan budidaya jagung di Kecamatan Kamang Baru.Bapak Ison Vernely selaku kepala UPTD-BPP Kecamatan Kamang Baru dalam pengarahannya mengharapkan agar peserta pelatihan agribisnis petani yang merupakan anggota kelompoktani pelaksana kegiatan budidaya jagung hibrida dapat melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan standard teknis yang dianjurkan dan segera melaksanakan penanaman bagi kelompok yang telah menerima bantuan benih jagung hibrida. Bantuan benih jagung hibrida varietas Bima 19 akan segera disalurkan pada pertengahan bulan Agustus 2017, untuk itu bagi kelompoktani yang ditetapkan sebagai pelaksana budidaya jagung hibrida varietas Bima 19 agar segera melaksanakan pengolahan lahan. Bagi kelompoktani yang telah menerima bantuan benih jagung varietas Pioneer agar membuat laporan kegiatan mulai dari pengolahan tanah sampai dengan panen.Materi pembelajaran disampaikan oleh Zulkifli, SST (Penyuluh Pertanian UPTD-BPP Kecamatan Kamang Baru) dan Yusuf, S.PKP (KJF Penyuluh Pertanian Kabupaten Sijunjung). Adapun judul materi yang disampaikan dimulai dari pengenalan jagung, analisis usaha tani jagung, persiapan lahan, penggunaan benih berlabel, penanaman sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta penanganan panen dan pasca panen jagung. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi kelompoktani yang telah ditetapkan sebagai kelompok yang akan melaksanakan kegiatan budidaya jagung hibrida melalui anggaran APBN Tahun 2017 dengan pemberian bantuan benih jagung hibrida masing-masing seluas 25 ha serta bantuan dana pembelian pupuk Urea dan NPK. (M. Iwan Kurniawan, SP-Admin SMIPP Kecamatan Kamang Baru)