Ditengah gencarnya usaha pemerintah untuk meningkatkan produktifitas usaha pertanian demi terpenuhinya kebutuhan pangan 267 juta penduduk Indonesia, sejalan dengan ini permasalahanpun semakin banyak lahan usaha tani semakin berkurang, semakin menyusut, iklim yang semakin sulit diprediksi, harga sarana produksi mahal, tenaga kerja semakin langka, buruh semakin langka serta minat generasi muda untuk terjun ke usaha pertanian semakin berkurang. Usaha pertanian nyaris lekang ditelan zaman, penghargaan untuk profesi petani sedikit sekali, kalaupun ada hanya pada peringatan hari kemerdekaan itu juga belum seluruh pelosok negeri ini membanggakannya, masih banyak daerah yang kurang perhatian pada petani karena petani dengan usaha pertaniaanyyadianggap biasa padahal pernyataan itu kurang tepat, karena profesi petani adalah profesi yang membanggakan, bisa menyediakan bahan pangan pokok untuk penduduk negeri ini. Pe = Penyangga Ta = Tatanan Ni = Negara Indonesia Itulah arti petani yang sesungguhnya, betapa hancurnya negara ini kalau petani mogok untuk berproduksi, untuk berusaha tani, berkebun, beternak, berladang dan sebagainya. mulialah petani Indonesia, Maju, Mandiri dan Modern. mengingat kegiatan regenerasi petani ini sangat penting dan harus dilaksanakan Departemen Pertanian melalui Program pertanian Masuk Sekolah (PMS), melalui pelatihan-pelatihan, Kemitraan dengan berbagai off teacker berusaha menggalang generasi muda (Petani Pemula/Milenial) untuk terjun dan berusaha dibidang pertanian secara global dari hulu dan hilir. demikian permasalahan ini disampaikan oleh Moh. Soidin (Camat Bangodua) dalam acara pembentukan kelompoktani - ternak nurul `ilmi dan Pelatihan anak tani remaja di SMP Islam Baitush Sholeh Karanggetas Bangodua Indramayu. BPP Bangodua bekerjasama dengan SMP Islam Baitush Sholeh dalam pendampingan Generasi Muda untuk senang cinta pertanian, sehingga ke depan ilmunya bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari oleh siswa-siswi peserta pe;latihan anak tani remaja (Patra) ini disampaikan tarminah Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Bangodua saat menyampaikan laporan panitia pelatihan anak tani tremaja. selain itu Tarminah juga menyampaikan tujuan dari pelatihan ini diantaranya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta latihan tentang ilmu teknologi pertanian, sehingga dengan dasar ilmu ini kedepan peserta bisa menjadi petani yang tangguh, mandiri, maju dan modern. Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan ini Balai penyuluhan Pertanian Bangodua berkoordinasi dengan pemerintah Daerah, dinas instansi terkait lingkup kecamatan, kwaran gerakan pramuka saka taruna Bumi, PT. Petrokimia Gresik, HPPI Honda Jakarta juga K. Imam Soejono selaku pendiri dan penggagas Patra Indonesia Bondowoso. Apudin Kepala SMP Islam Baitush Sholeh Merasa bangga dan senang bisa kerjasama dalam kegiatan pelatihan anak tani remaja ini, semoga kedepan anak didiknya siswa-siswi SMP Islam Baitush Sholeh bisa belajar menerapkan ilmunya dalam membantu orang tua berusaha tani dan menjadi bekal ilmu untuk diterapkan pada kehidupan bermasyaraakat nanti. pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 18 sampai dengan 22 Februari 2020 pada jam pelajaran Ekstrakurikuler di ikuti oleh siswa kelas VII dan VIII, setelah pelatihan ini BPP Bangodua masih terus melaksanakan pendampingan setiap 2 minggu sekali. Terlaksananya kegiatan ini swadaya murni, saling dukung satu dengan lainnya, bahu-membahu dengan penuh keharmonisan, terimakasih kepada tim BPP Bangodua, Pemerintah Daerah, serta pihak lain atas terselenggaranya pelatihan anak tani remaja di Indramayu, Bangodua yang pertama, dan yang ke 257 patra Indonesia.