PELATIHAN DAN BIMBINGAN TEKNIS PENGOLAHAN HASIL HORTIKULTURA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DI KECAMATAN SAMBELIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Bencana gempa yang terjadi di Pulau Lombok mengakibatkan runtuhnya beberapa kegiatan perokonomian masyarakat khususnya petani yang ada di lokasi terjadinya gempa. Hal ini menjadi perhatian bagi kementrian pertanian untuk berusaha segera membangkitkan kegiatan perekonomian petani. Kementrian Pertanian cq. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) telah merumuskan beberapa rescue programe terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan pelatihan. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan yang merupakan salah satu unit pelaksana teknis yang memiliki wilayah kerja di NTB, berkwajiban menyususn langkah strategis guna membantu bangkinya perekonumian Lombok melalui pemberdayaan masyarakat/pelatihan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan pelatihan penanganan pasca panen komoditi hortikultura (Tomat). Kecamatan sambelia merupakan salah satu penghasil komoditi sayuran yaitu tomat dan cabai, apabila musim panen maka komoditi tersebut melimpah sehingga terkadang berpengaruh terhadap harga pasar lokal. Oleh karena itu diperlukan penanganan khusus untuk menangkal harga yang anjlok ketika saat panen melimpah. Hal ini sejalan dengan program yang dilaksanakan oleh BBPP Ketindan yaitu penanganan pasca panen komoditi hortkultura. Pelatihan/Bimbingan Teknis yang dilakukan oleh BBPP Ketindan terhadap para Penyuluh dan Kelompok Waniata Tani Sekecamatan Sambelia berupa Bimbingan teknis pembuatan saos tomat dan pembuatan slai tomat. Selain itu, para peserta dilatih teknis pembuatan bawang gorong dengan aneka rasa. Dari hasil pelatihan tersebuat para peserta rata-rata mampu membuat slai dan saos tomat.