Loading...

Pelatihan Dan Sosialisasi Kostratani Mewujudkan Bpp Model Komando Strategis Pertanian (kostratani)

Pelatihan Dan Sosialisasi Kostratani Mewujudkan Bpp Model Komando Strategis Pertanian (kostratani)
Sekalipun BPP di Provinsi DKI Jakarta belum merupakan target utama dalam mewujudkan BPP Model Konstratani oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2020 ini, Informasi dan Petunjuk Teknis untuk mewujudkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai Model Kostratani sepertinya perlu diketahui dan dikuasai oleh para penyuluh pertanian di DKI Jakarta.   Dalam rangka untuk mewujudkan hal tersebut telah dilakukan pelatihan dan sosialisasi BPP Model Kostratani dan Pelatihan Aplikasi Laporan Utama Kementerian Pertanian yang diselenggarakan di BPP Ragunan pada tanggal 10 September 2020. Nara Sumber yang menyampaikan materi adalah staf yang berasal dari Pusat (Politeknis) Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI). Dalam pelatihan tersebut hadir 20 (dua puluh) orang penyuluh pertanian yang berasal dari dari 6 BPP diseluruh DKI Jakarta. Materi yang disampaikan antara lain : Tujuan Pembangunan Pertanian yang terdiri dari 3 Pilar, yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah 267 Juta Jiwa, Meningkatkan Kesejahteraan Petani dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi, serta Pilar ketiga adalah meningkatkan ekspor komoditas pertanian. Dalam mewujudkan tujaun pembangunan pertanian yang paling tepat adalah bagaimana mewujudkan komando strategis pembangunan pertanian dalam satu jalur komando mulai dari Pusat sampai ke tingkat Kecamatan. Komando tersebut dinamakan Kostratani.    Kostratani adalah kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan memanfaatkan IT dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Untuk mewujudkan hal itu diharapkan BPP memiliki peran sebagai 1. Pusat data dan Informasi, Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian, Pusat Pembelajaran, Pusat Konsultasi Agribisnis, dan Pusat Pengembangan Jejaring kemitraan. Sebagai Pusat Pembelajaran diharapkan peran penyuluh pertanian melakukan berbagai aktifitas kegiatan penyuluhan pertanian antara lain : Identifikasi inovasi teknologi pertanian, melakukan demplot dan sekolah lapang, melakukan implementasi inovasi teknologi pertanian serta melakukan bimbingan teknis dan penyebar luasan inovasi teknologi pertanian. Tugas strategis yang harus dijalankan oleh BPP sebagai pusat komando Kostratani antara lain :  Melaksanakan koordinasi dan sinergi kegiatan pembangunan pertanian (sub sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan) di kecamatan, spt.: Pendataan, dan penguatan data, luas baku lahan, luas tanam, luas produksi, pengolahan hasil pertanian dll,  Membentuk, mengawal, dan mendampingi brigade sub sektor sesuai spesifik lokasi; Melaksanakan latihan, kunjungan, supervisi, dan kegiatan pemberdayaan program pembangunan pertanian; Melakukan identifikasi permasalahan dan upaya pemecahannya; dan Menyusun, menyajikan, dan melaporkan hasil pelaksanaan program pembangunan pertanian kepada Ketua Kostrada dan melalui Teknologi Informasi. Dalam penyampaian materi hal yang mendasar yang harus di lakukan oleh BPP antara lain : Pengumpulan data statistik pertanian , Konektivitas dengan AOR dan AWR serta pelaporan  Pengumpulan data iklim Automatic Weather Station (AWS) Monev Standing Crop (CCTV,) Pemanfaatan IT, big data, artificial intelegience, IoT, Robotic, Berbagai Aplikasi, dll. Pengumpulan data-data yang dibutuhkan secara bertahap akan diselesaikan dan memerlukan transformasi dengan metoda statistik, mengingat DKI Jakarta berbeda dengan provinsi lain dalam menterjemahkan data luasan yang terkait dengan pertanian perkotaan. (Didi Setiabudi, Penyuluh Pertanian Madya Pada Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta. tahun 2020)