Loading...

Pelatihan Dasar Fasilitasi Rantai Nilai (basic Value Chain) Bagi Penangkar Tahun 2019

Pelatihan Dasar Fasilitasi Rantai Nilai (basic Value Chain) Bagi Penangkar Tahun 2019
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang Penyuluhan mengadakan Pelatihan Dasar Fasilitasi Rantai Nilai (Basic Value Chain) Bagi Penangkar sebanyak 2 angkatan pada Tanggal 4 s/d 7 dan 8 s/d 12 November 2019 bertempat di UPT Diklat Sidera. Pelatihan ini adalah salah satu item kegiatan Program IPDMIP Tahun 2019. Rantai nilai dalam sektor pertanian adalah nilai tambah dalam pertanian yang terbentuk ketika terjadi perubahan dalam bentuk fisik atau bentuk produk pertanian, atau terjadi akibat adopsi metode produksi, atau proses penanganan yang bertujuan untuk meningkatkan basis konsumen bagi produk tersebut sehingga produsen mendapatkan porsi yang lebih besar dari pengeluaran belanja konsumen. Untuk ini manajemen rantai nilai produk pertanian mengintegrasikan seluruh proses produksi mulai dari kegiatan pengolahan, distribusi, pemasaran hingga produk sampai ketangan konsumen. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini antara lain : (a) Menyiapkan tenaga pelaksana dan pendamping lapangan pengembangan rantai nilai yang mempunyai kompetensi dan kemampuan untuk membina, mengembangkan dan melaksanakan kegiatan meningkatkan pendapatan petani melalui kegiatan pengembangan rantai nilai diwilayah irigasi IPDMIP, (b) Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan Tim Rantai Nilai dalam melaksanakan pengembangan rantai nilai di daerah irigasi dan (c) Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani penerima manfaat melalui pengembangan rantai nilai untuk meningkatkan nilai tambah dari usaha taninya. Sasaran kegiatan : Unsur Staf Dinas Pertanian, Bappeda, Tim Penyuluhan Desa, Pelaku Usaha dan Dinas terkait lainnya di 3 (tiga) kabupaten yaitu Poso, Tolitoli dan Banggai sebanyak 30 (tiga puluh ) orang. Nara sumber dalam kegiatan ini terdiri dari : Tim Konsultan IPDMIP Pusluhtan BPPSDMP Kementan RI (Ir. Diding Hardedi, Msi dan Ir. Alimin MSi), Widyaiswara Dinas TPH Prov Sulteng (Ir. Wijayanti, MSi) dan BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah (DR. Herawati SP, MSi) Materi yang disampaikan antara lain : (1) Suply Chain Management (SCM) adalah sistem yang mengkoordinasi sumber daya yang terlibat dalam pemindahan sebuah produk/jasa dalam bentuk fisik dari supplier ke konsumen (supplier à angkutan à perusahaan à pengecer à konsumen), (2) Value Chain Analysis (VCA) adalah pengelolaan berbagai macam pelaku dan aktifitas untuk memastikan sebuah nilai terbaik bagi semua (sorting à transport à packing à transport à jual beli). Setelah peserta menerima materi di kelas, di hari terakhir kegiatan, peserta melakukan kunjungan lapangan ke Gilingan di Desa Sidera Kec. Biromaru Kab. Sigi untuk menghitung besarnya kehilangan hasil dalam proses penggilingan padi. Point penting kegiatan ini yakni Setiap produk pertanian yang berpindah tempat (ada perlakuan didalamnya) maka ada nilai tambah. Yang menikmati nilai tambah adalah pelaku utama dan pelaku usaha. Peran penyuluh dalam pengembangan rantai nilai adalah sebagai inisiator, fasilitator, motivator, penghubung, guru/pembimbing petani, organisator dan dinamisator. Nilai tambah suatu produk pertanian berbeda-beda setiap tempat tergantung SDM petaninya. Program IPDMIP bisa meningkatkan pendapatan bagi petani dengan cara memastikan petani bertani secara baik/ Good Agriculture Practis (GAP). Penulis : Fitriani Nani, SP (Penyuluh Pertanian Muda Dinas TPH Prov Sulteng)