Loading...

Pelatihan Dasar Fasilitasi Rantai Nilai (Basic Value Chain Fasilitation Training) IPDMIP Tahun 2020

Pelatihan Dasar Fasilitasi Rantai Nilai (Basic Value Chain Fasilitation Training) IPDMIP Tahun 2020
Makassar - Dinas Tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan Propinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Pelatihan Rantai Nilai Program Integrated Participatory Depelopment Management Of Irrigation Project (IPDMIP) Tahun 2020 selama tiga hari, Rabu sampai dengan hari Jum’at /30 September – 2 Oktober 2020 di Hotel Ibis Styles Kota Makassar. Kegiatan yang diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari staf Dinas Pertanian, Penyuluh (PPL/Koordinator Penyuluh Kabupaten), petugas BAPPEDA yang menangani Bidang Ekonomi, dan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di lokasi IPDMIP serta Penyuluh Pertanian di Provinsi. Hadir juga dalam kegiatan pelatihan dasar fasilitasi rantai nilai ini 3 orang Konsultan PPIU dan 5 orang Konsultasn DPIU sebagai mitra dari masing-masing kabupaten lokasi IPDMIP yakni Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Sidenreng Rappang dan Pinrang. Kegiatan ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan tim rantai nilai tingkat kabupaten agar mampu membuat peta rantai nilai untuk komoditas padi dan komoditas tanaman lain bernilai ekonomi tinggi di Wilayah Daerah Irigasi yang disepakati dalam program IPDMIP. Dalam sambutan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikiltura dan Perkebunan, Dr. Ir. Andi Ardin Tjatjo, MP mengatakan bahwa untuk keberhasilan dalam manajemen rantai nilai produk pertanian mengintegrasikan seluruh proses produksi mulai dari kegiatan pengolahan, distribusi, pemasaran hingga produk sampai ke tangan konsumen. Demikian halnya dengan penyuluh pertanian mesti memiliki kompetensi berbasis Informasi Teknologi (IT) sekaligus meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilannya. "Penyuluhan pertanian diarahkan bisa mendorong terjadinya peningkatan pendapatan pertanian, infrastruktur sistem irigasi yang baik, pengelolaan sistem irigasi disempurnakan, kerangka kerja kebijakan dan kelembagaan pertanian beririgasi diperkuat”. Secara terpisah Kepala UPT PSDMP Hj.Asninda, SP, MP menambahkan" Kegiatan pelatihan dasar fasilitasi rantai nilai ini diselenggarakan dengan menghadirkan Narasumber dari Konsultan NPIU (National Project Implementasi Unit) yaitu Ir. Alimin Jahja, MSc dan Akademisi dari Universitas Hasanuddin Makassar, Ibu Prof. Dr. Ir. Hj. Sitti. Bulkis, MS. "Pelatihan ini diharapkan menjadikan peserta dari setiap Kabupaten dapat membuat peta rantai nilai komoditas utama dan komoditas tanaman bernilai ekonomi tinggi lainnya di daerah irigasi yang sudah divalidasi oleh para pihak terkait (petani, pelaku usaha, dinas perdagangan, dan lain-lain) sebagai acuan untuk melaksanakan pengembangan kegiatan rantai nilai dengan mengoptimalkan peranan pendamping lapangan dan petani. Dalam kesempatan ini, secara virtual zoom Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Ibu Dr. Ir. Lely Nuryati, M.Sc memberikan penjelasan bahwa dengan menggunakan pendekatan rantai nilai dapat membantu dalam identifikasi kegiatan kunci untuk mendukung perbaikan/peningkatan keuntungan (laba) bagi petani kecil. "Dikatakan juga petani harus memiliki karakteristik jiwa wirausaha yaitu melihat kegiatan bertani sebagai sebuah kegiatan bisnis, Kewirausahaan yang sukses melibatkan pengamblan risiko, kemudian beliau menyampaikan dengan pungkas bahwa Tidak ada cara seorang wirausahawan dapat menghindari risiko, tetapi dengan mengenalinya, memungkinkan untuk mempersiapkan dan memitigasinya." Andi Untung, SP Penyuluh Pertanian DTPHBUN Prov. Sulsel