Pelatihan Kelompok P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Desa Hambuku Tengah
Pelatihan Kelompok P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) merupakan salah satu kegiatan dari bidang sarana dan prasarana dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan ini dilaksanakan bertempat di Aula Balai Desa Hambuku Tengah Kecamatan Sungai Pandan dengan peserta anggota Kelompok P3A Sejahtera. Pelatihan P3A berlangsung selama 3 hari yaitu tanggal 2 , 3 dan 5 Juli 2018. Pada hari senin tanggal 2 Juli 2018 dilaksanakan acara pembukaan pelatihan P3A. Dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber yang merupakan Kepala UPT Diperta Kecamatan Sungai Pandan, Ibu Ni'matun Munatipah, SP. Materi yang beliau sampaikan berjudul UPT Aspek Sosial Ekonomi, Panen dan Pasca Panen. Peserta pelatihan terlihat cukup aktif dalam mengikuti pelatihan serta berdiskusi tentang permasalahan yang mereka hadapi berkaitan dengan kondisi wilayah mereka. Pada hari kedua pelatihan, materi yang disampaikan berkaitan dengan Budidaya Padi Lahan Rawa Lebak. Narasumber yang merupakan koordinator Balai Penyuluhan Kecamatan Sungai Pandan, Ibu Ratu Ida Royani, A.Md menjelaskan tentang bagaimana aspek Budidaya Padi di Lahan Rawa Lebak. Mulai dari persiapan benih dan persemaian, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengairan hingga panen padi. Dengan diberikannya materi ini diharapkan hasil usaha tani padi bisa meningkat. Materi tentang Aspek Kelembagaan dan Keuangan P3A disampaikan pada hari terakhir pelatihan sekaligus penutupan kegiatan. Adapun yang menyampaikan adalah Bapak Syahrifudin dari Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dalam hal ini kelompok P3A dapat memahami peran dan fungsi dibentuknya Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air ini serta dapat lebih aktif dalam menjalankan perannya sesuai dengan tupoksi dalam kelembagaan tersebut. Dengan adanya kegiatan pelatihan kelompok P3A ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk memecahkan permasalahan yang sering dihadapi petani kita, terutama masalah pengairan dan jaringan irigasi. Terlebih lahan rawa lebak ini memiliki karakteristik yang cukup unik sehingga memerlukan upaya khusus dalam pengelolaan pengairan. Dengan demikian target tanam dan peningkatan produksi padi yang telah ditetapkan bisa tercapai. (Penulis : Widya Dewi, SP)