Penguasaan keterampilan dan teknologi multimedia untuk membuat media penyuluhan yang efektif,efisien sekaligus menarik menjadi tuntutan dalam rangka meningkatkan profesionalisme penyuluh pertanian dewasa ini. Melalui media penyuluhan tersebut informasi dan teknologi pertanian yang diperlukan petani dapat tersampaikan dan tepat sasaran, dengan kesadarannya petani diharapkan mau dan mampu mengadopsi informasi dan teknologi yang dianjurkan.Tak bisa dipungkiri, belum semua penyuluh pertanian menguasai teknologi tersebut, bahkan beberapa oknum cenderung enggan melakukannya dengan ragam alasan. Padahal kemajuan teknologi dewasa ini sangat memudahkan penyuluh pertanian membuat media penyuluhan yang merupakan alat bantu untuk transfer informasi dan teknologi pertanian yang diperlukan petani, selain itu keberadaan media ini juga membantu penyuluh pertanian dalam pengumpulan angka kredit.Kabupaten Hulu Sungai Tengah denganibu kota Barabai memiliki sekaligus menjalankan sistem penyuluhan Murakata sebagai implementasi UU SP3K. Kabupaten ini patut berbangga dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai, Badan Pelaksana Penyuluhan Kab. HST telah berhasil melakukan penyuluhan dan memproduksi berbagai media penyuluhan seperti folder, leaflet, brosur, tabloid, video kegiatan dan teknologi pertanian, bahkan telah melakukan siaran radio rutin dengan kemasan menarik di tiga radio yang ada di Kota ini. Hal tersebut sangat membantu kegiatan penyuluhan pertanian di lapangan, bahkan siaran radio tersebut mendapat respon yang sangat positif tak hanya dari petani di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, namun jugapetani di provinsi tetangga pun turut merespon positif materi yang disampaikan melalui sms maupun telpon.Tabloid yang bernama Galuh Rakat (Gema Penyuluhan Murakata) merupakan corong sekaligus wadah bagi penyuluh pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk menginformasikan berbagai kegiatan penyuluhan yang mereka laksanakan. Melalui media tersebut banyak pihak mulai dari stake holder hingga petani akhirnya mengetahui tentang ragam kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan. Media ini turut berperan mengeliminir informasi negatif yang diopinikan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tentang kinerja penyuluh pertanian. Tabloid ini terbit setiap 4 bulan sekali. Masih minimnya penyuluh pertanian yang mampu menguasai teknologi multimedia untuk memproduksi media penyuluhan mendorong Badan Pelaksana Penyuluhan Kab. HST memprogramkan Pelatihan Multimedia khususnya dalam pembuatan Tabloid Penyuluhan. Bertempat di gedung aula instansi tersebut pada hari Selasa 17 Nopember 2015 dilaksanakan pelatihan Multimedia bagi penyuluh pertanian, 11 BP3K yang ada di 11 Kecamatan mengutus 2 orang penyuluh pertanian/perkebunan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini di mulai dari jam 09.00 Wita – 16.00 Wita. Bertindak sebagai fasilitator adalah Tim Widya Iswara dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang. Para peserta diminta membawa laptop masing-masing. Kegiatan dikemas dengan teori, praktek dan diskusi. Teknologi Multimedia yang diajarkan menggunakan Software Grafis Corel Draw. Peserta diperkenalkan tentang tools corel draw, cara membuat bidang kerja, mengatur ukuran kertas, menampilkan photo/gambar dan tulisan, editing, termasuk melakukan pengaturan tata letak gambar maupun tulisan, serta trik-trik praktis berdasarkan pengalaman fasilitator. Peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi pelatihan, mereka didampingi sekaligus dikawal dalam melakukan step by step pembuatan tabloid penyuluhan tersebut.Minimnya waktu pelatihan dikeluhkan oleh beberapa peserta, namun pasca pelatihan itu sebagian besar mereka telah mampu membuat sendiri tabloid penyuluhan dengan teknologi multimedia yang diajarkan. Agar keterampilan tersebut kian meningkat seluruh peserta diharapkan konsisten dan rajin mengulangi pelajaran yang telah disampaikan, serta menerapkannya dalam pembuatan ragam media penyuluhan lainnya. Semoga penyuluhan Murakata makin jaya ! Wahyuddin Noor, SP (Penyuluh Pertanian WKP Labunganak)