Loading...

PELATIHAN OPERASIONAL ALSINTAN DI KECAMATAN SUKUN

PELATIHAN OPERASIONAL ALSINTAN DI KECAMATAN SUKUN
Dalam mendukung program pemerintah yaitu swasembada pangan, upaya peningkatan produktivitas tanaman pangan khususnya padi terus dilakukan. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan hasil pertanian adalah memberikan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) diantaranya berupa Handtractor Roda 2 dan Roda 4, Rice Transplanter dan Combine Harvester. Kecamatan Sukun merupakan salah satu wilayah di Kota Malang yang memiliki areal persawahan yang masih cukup luas (± 164 Ha) sehingga keberadaan Alsintan memang sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas padi di wilayah tersebut. Akan tetapi berdasarkan kenyataan di lapang, Alsintan yang diberikan tidak dapat digunakan secara optimal. Salah satu kendala yang dihadapi adalah terbatasnya tenaga operator untuk alat mesin pertanian tersebut. Banyak diantara petani yang belum mengetahui dan memahami prosedur penggunaan dan perawatan Alsintan secara benar. Dilatarbelakangi oleh hal tersebut maka Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang yang bekerjasama dengan STPP Malang mengadakan Pelatihan Operasional Alsintan khususnya Handtractor Roda 2 di wilayah Kecamatan Sukun. Pelatihan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 4 April 2018 tepatnya di Kelompok Tani Sri Mulyo Kelurahan Sukun. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, Narasumber/Pelatih dari STPP Malang, petani yang berasal dari tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sukun, Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru, para penyuluh dan Babinsa Kecamatan Sukun.Dalam pelatihan tersebut disampaikan tentang bagaimana penggunaan dan perawatan mesin Handtractor Roda 2 yang benar agar mesin dapat bekerja secara efektif dan tahan lama. Pada saat pengolahan tanah pertama kali pemasangan rantai tidak boleh terbalik dan gas harus diatur sedemikian rupa secara bertahap agar pisau tidak patah. Perawatan yang kedua yaitu penggantian oli harus dilakukan secara berkala agar mesin tetap awet. Setelah pengarahan dari narasumber dilanjutkan dengan diskusi tentang permasalahan yang dialami oleh petani sebagai operator di lapangan. Dengan adanya pelatihan operasional Alsintan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengoperasikan dan merawat Alsintan sehingga kendala yang selama ini dihadapi oleh petani dapat teratasi. Jika Alsintan dapat digunakan secara optimal diharapkan ke depannya produktivitas padi dapat ditingkatkan dan pada akhirnya dapat mendukung program swasembada pangan yang digalakkan oleh pemerintah.Penulis: Wiwin Roika Indayani, SP