Loading...

PELATIHAN OPTIMALISASI LAHAN DAN AIR

PELATIHAN OPTIMALISASI LAHAN DAN AIR
Pemalang,13 Mei 2015. Pada hari Selasa – Rabu, tanggal 12 – 13 Mei 2015, bertempat di Ruang pertemuan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang berlangsung Kegiatan Pelatihan Optimalisasi Pemanfaatan Lahan dan Air. Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari dengan Nara Sumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang, dan diikuti oleh 30 orang Petani Pekebun di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang.Pelatihan yang dibiayai dari Dana APBD Provinsi Jawa Tengah tahun Anggaran 2015, antara lain berujuan untuk Pendidikan Kemasyarakatan di bidang Pemanfaatan Lahan dan Air untuk usaha tanaman perkebunan seperti tanaman nilam, cengkih dan kopi di wilayah Kecamatan Belik. Pembukaan kegiatan pelatihan pendidikan kemasyarakatan Optimalisasi Lahan dan air di hadiri oleh Perwakilan dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang dan para Narasumber dari Bidang perkebunan dan penyuluh Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang.. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemlang Ir. Agus Setyo Budi M. S.i menyampaikan bahwa Pengelolaan lahan dan air bertujuan untuk mengatur pemanfaatan sumberdaya lahan secara optimal agar mendapatkan hasil maksimal dan mempertahankan kelestarian sumberdaya lahan dan air itu sendiri. "Optimasi lahan perkebunan merupakan usaha meningkatkan pemanfaataan sumber daya lahan perkebunan menjadi lahan usaha tani tanaman perkebunan melalui upaya perbaikan dan peningkatan daya dukung lahan. Kegiatan optimasi lahan perkebunan diarahkan untuk memenuhi criteria lahan usahatani tanaman perkebunan dari aspek teknis, perbaikan fisik dan kimiawi tanah, serta peningkatan infrastruktur usahatani yang diperlukan" jelasnya lebih lanjut.Sementara itu dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Bidang Sarana dan Prasarana bahwa optimasi laha perkebunan diarahkan pada lahan kawasan perkebunan rakyat yang kurang produktif atau Indeks Pertanaman (IP) rendah. Usaha perkebunan dibidang agribisnis khususnya perkebunan kopi, cengkih dan nilam mempunyai prospek yang cerah karena harga dan permintaan dari pasaran regional dan internasional cukup tinggi". Lebih lanjut disampaikan bahwa materi yang nanti akan disampaikan oleh para narasumber untuk dIperhatikan sehingga dapat diterapkan di lahan para petani seoptimal mungkin untuk meningkatkan perndapatan rumah tangga yang berarti produksi, produktivitas dan kwalitas komoditas perkebunan harus meningkatkan.Kecamatan Belik merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian berkisar antara 350- 1200 DPL, sangat cocok untuk budidaya tanaman cengkeh, kopi dan nilam. Desa dengan komoditas unggulan tanaman cengkeh adalah Desa Badak, Mendelem, Belik, Gunungjaya, Gunungtiga. Tanaman cengkih akan tumbuh dengan optimum pada agroekosistem 900 dpl. Untuk tanaman nilam dapat ditanam pada lahan berlereng dan dilahan perhutani untuk konservasi dan mencegah erosi.Penulis: Nurul Ashar (PP Madya Dipertanhut Kabupaten Pemalang