Loading...

Pelatihan Pelaku Agribisnis Komoditi Hortikultura

Pelatihan Pelaku Agribisnis Komoditi Hortikultura
Pitu Mudenie adalah salah satu nama kelompok tani yang terdapat di desa Pedemun kecamatan Lut Tawar kabupaten Aceh Tengah, kelompok tani pengembang tanaman bawang merah di dataran tinggi Gayo ini kembali mengikuti pelatihan Agribisnis tanaman Hortikultura yang diadakan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah. Diawali dengan regestrasi peserta dan penyerahan alat tulis belajar serta kostom peserta oleh penyelenggara. Kegiatan pelatihan ini dibuka kepala Balan Penyuluhan Pertanian Lut Tawar Suyito,Sp di desa Pedemun kecamatan Lut tawar kabupaten Aceh Tengah. Kepala Balai berharap kepada semua peserta agar mengikuti dan mencermati pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari ini da semua yang disajikan nara sumber dalam pelatihan ini hendaklah dijadikan acuan kegiatan yang diimplimentasikan di lapangan, terutama mengembangkan agribisnis tanaman hortikultura. Mengingat pentingnya penyampaian materi yang berkaitan dengan perospek pengembangan tanaman bawang merah di kabupaten Aceh Tengah, ditengah-tengah kesibukannya kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah turut hadir menyampaikan materi “kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Aceh Tengah”. Banyak komoditas tanaman hortikultura yang sudah diperjuangkan untuk dilepas oleh kementerian pertanian Republik Indonesia seperti Alpokad Gayo, Jeruk Keprok Gayo, Nenas Gayo dan Bawang Merah Gayo. Untuk pengembangannya dibina terus penangkar-penangkar resmi di kelompok tani, agar ketersediaan bibit atau benih tetap ada. Tahun 2020 Aceh Tengah harus mempersiapkan untuk 500 hektar bibit bawang merah Gayo yang pesan kabupaten kota yang membutuhkan di provinsi Aceh. Oleh sebab itu kelompok tani bawang merah dilatih terus disamping menjadi pelaku agribisnis juga mampu menjadi penangkar benih yang professional, demikian cuplikan materi yang disampaikan H.Juanda Kadistan Aceh Tengah. Bawang merah Gayo yang sudah dilepas Kementerian Pertanian menjadi komoditi utama berkembang terus di bibir pantau Danau Laut Tawar Takengon oleh kelompok tani Pitu Mudenie dan kelompok –kelompok lainnya. Lingkungan sekitar danau salah satu fotensi yang mendukung syarat tumbuh bawang merah untuk lebih rentan dan tumbuh subur. Dalam pelatihan ini kembali direfres penguatan kelembagaan kelompok oleh pasilitator daerah Herliasna,SP pakar pengiring pola pikir petani untuk “saling, saling dan saling” sampai pada puncak merasa satu tujuan dalam kebersamaan. Arah Kebijakan pemerintah Daerah mengembangkan tanaman hortikultura juga disajikan dalam pelatihan ini oleh Abdurrahman,Sp salah seorang Koordinator Jabatan Fungsional penyuluh pertanian. Sementara teknis budidaya, pengendalian hama dan penyakit , serta analisa biaya tanaman bawang merah disampaikan oleh Kaslil,Sp penyuluh milenial yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian Lut Tawar. Kaslil baru saja kembali dari Brebes dalam rangka study banding dan penukaran penyuluh pertanian Aceh ke kawasan sentra bawang merah. Analisa Biaya Usaha tani pengembangan tanaman bawang merah ini ternyata lebih rendak biaya produksi di kabupaten Aceh Tengah disbanding Brebes jelas Kaslil kepada peserta pelatihan. Konon lagi petani Aceh Tengah menggunakan Alsintan dalam pengolahan lahan, tentu lebih hemat dari perhitungan tenaga manusia (HOK). Kepada peserta juga disindir agar seluruh peroses budidaya tanaman bawang merah yang rentan terserang hama penyakit, pelaku utama hendaklah mengesampingkan kepentingan sosial seperti pergi ke kondangan, acara pesta dan sebagainya ketika jadwal pemberian pupuk dan obat-obatan harus dilakukan. Peringatan keras sindiran ini adalah sejalan dengan fungsi penyuluh menjadi pasukan setrategis pengawal petani di kecamatan )* )* Ramayani Penyuluh Bpp Lut Tawar/Ar