Kebutuhan pangan semakin tahun semakin meningkat diiringi oleh pertambahan jumlah penduduk yang signifikan. Hasil pangan dari pertanian dirasakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Salah satu masalah utama yang dihadapi dalam pertanian adalah terjadinya proses degradasi lahan pertanian secara terus menerus karena penggunaan pupuk kimia. Degradasi sumber daya lahan pertanian yang dihadapi terutama adalah menurunnya kesuburan fisik, kimia, dan biologi tanah akibat dari penggunaan pupuk kimia yang over intentive, hal ini berkaitan dengan terkurasnya unsur-unsur hara mikro dan menurunnya kesuburan pada tanah. Selain pencemaran pada tanah, penggunaan pestisida juga mengakibatkan residu pada tanaman, mengakibatkan keracunan pada petani akibat kontak langsung dengan pestisida, serta apabila pangan hasil dari pertanian ini dikonsumsi secara berkala mengakibatkan terakumulasinya zat kimia dalam tubuh yang mampu mengakibatkan penyakit kanker serta menyebabkan perkembangan otak yang tidak maksimal pada anak. Maka dari itu dengan memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan program nasional serta mengembalikan sumber daya yang hilang, dimana salah satunya merupakan menjaga kelestarian daratan, maka sudah seyogyanya untuk menjaga kelestarian lahan pertanian yang merupakan sumber makanan pokok masyarakat, maka satu-satunya alternatif untuk mengembalikan kelestarian lahan pertanian adalah dengan pertanian organik, yaitu pertanian yang kembali ke alam, tanpa menggunakan pupuk kimia ataupun pestisida. Pertanian yang bebas dari substansi kimia yang mampu merusak lingkungan serta merusak kesehatan. Oleh karena itu di Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya melalui program pemerintah yaitu dari Banprop (Bantuan Propinsi) tahun 2019 ada 3 (tiga) kelompok penerima manfaat bantuan tersebut diantaranya kelompok tani Purnabakti, Kelompok tani Remaja IV, dan Kelompok Tani Bagja Harapan II. Pada kesempatan ini melalui program pengembangan padi organik disampaikanlah beberapa kebijakan- kebijakan dan langkah - langkah untuk Solusi masalah yang dapat diambil dengan kegiatan pengembangan pertanian organik padi yaitu meningkatkan kualitas serta kuantitas dari segala aspek kehidupan baik itu sosial, ekonomi, juga segi lingkungan itu sendiri. Adapun bantuan yang diterima dari kegiatan ini adalah pupuk organik, pestisida nabati, pupuk organik cair, pupuk hayati, traktor roda dua, troly. Semoga dari semua bantuan yang diterima di kelompok tani tersebut dapat bermanfaat dan dapat meningkatkan kualitas/mutu produksi padi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam peningkatan pendapatan petani dan kesehatan masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan makanan yang sehat dan meningkatkan kuantitas ekspor beras serta menjaga kesehatan lingkungan. Penulis : Fitri Hendriyani,SP BPP Manonjaya