Loading...

Pelatihan Pengolahan Bagi Penyuluh Kabupaten Bangli

Pelatihan Pengolahan Bagi Penyuluh Kabupaten Bangli
THL TBPP Kabupaten Bangli selama tiga hari di karantina oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli untuk mengikuti acara pelatihan pengolahan hasil pertanian dan perikanan. Bapak Kepala Dinas sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan penyuluh pertanian sehingga nantinya bisa membantu pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian dalam menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapi dalam mengelola sumber daya yang ada. Untuk itu dalam mewujudkan tujuan pembangunan pertanian yang semakin berat diperlukan penyuluh yang memiliki kompetensi, handal dan professional. Sistem penyuluhan LAKU (Latihan dan Kunjungan) sampai saat ini masih diterapkan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli. Hal ini terbukti dari dilatihnya 30 orang THL-TBPP Kabupaten Bangli selama tiga hari yaitu mulai dari tanggal 22 sampai dengan 24 Mei 2018 yang bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli dibuka langsung oleh Bapak Kepala Dinas. Mengambil tema Pelatihan Pengolahan Bagi Penyuluh Tahun 2018. Pelatihan ini mengambil tema tersebut diatas karena Penyuluhan pertanian mempunyai peranan sangat strategis dalam pembangunan pertanian, khususnya dalam mengembangkan kopentensi pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian. Melalui peran penyuluh diharapkan masyarakat pertanian sebagai pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi, teknologi, dan sumber daya yang dimiliki sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan. Fungsi kegiatan penyuluhan pertanian salah satunya adalah membantu pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian dalam menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapinya dalam mengelola sumber daya yang ada. Untuk itu dalam mewujudkan tujuan pembangunan pertanian yang semakin berat diperlukan penyuluh yang handal dan professional. Keterbatasan jangkauan penyuluhan pertanian memerlukan pendekatan baru dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian, seiring dengan perubahan global, dimana sektor pertanian mengalami dinamika yang luar biasa. Tantangan kegiatan penyuluhan di lapangan semakin berat, sehingga jika penyuluhan pertanian sebagai penyedia publik goods tidak bisa berperan dengan baik akan semakin ditinggalkan oleh penguna tradisionalnya. Dalam era baru pertanian, penyuluh lapangan dituntut menguasai/mengetahui segala hal untuk dapat memecahkan permasalahan-permasalahan di tingkat lapangan. Untuk mendukung fungsi-fungsi tersebut, penyuluh pertanian lapangan sudah semestinya mendapat bimtek/pelatihan dibidang teknis maupun yang lainnya untuk membekali diri serta mengupdate pengetahuan dan ketrampilan yang telah dimiliki.Untuk membekali dan mengupdate pengetahuan penyuluh ini panitia tidak tanggung-tangung untuk mendatangkan narasumber yang sangat berkompeten dibidang pengolahan yaitu dari BPTP Bali, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Perikanan Provinsi Bali dan Poltekes Denpasar. Pada pelatihan ini para penyuluh tidak saja mendapatkan materi secara teoritis tentang pengolahan tetapi juga dilakukan demontrasi langsung pengolahan hasil pertanian seperti pembuatan selai/jam dari buah naga, selai terong belanda, selai nenas, mie dan kue talam dari buah labu kuning. Para penyuluh begitu antusias mengikuti pelatihan ini dan berharap pelatihan seperti ini kedepannya terus ditingkatkan tidak saja pada hal pengolahan hasil pertanian dan perikanan tapi juga materi lainnya yang up to date. (Dewa Merta)