PELATIHAN PENGOLAHAN PAKAN TERNAK SAPI DAN BUSINESS MATCHING KEPADA KOMUNITAS PETERNAKAN SAPI KOTA BIMA
Kelompok Ternak Sapi “ Yakuza “ di Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota Bima, menjadi tempat diadakannya Pelatihan Pengolahan Pakan Ternak Sapi dan Business Matching Kepada Komunitas Peternakan Sapi Kota Bima. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 23 Januari 2020 tersebut, terselenggara atas kerjasama Bagian Ekonomi Setda Kota Bima dengan Bank Central Republik Indonesia ( Bank Indonesia ), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) dan beberapa BUMN dibidang layanan jasa keuangan formal dalam hal ini BNI, Perum Pegadaian dan Asuransi Jasindo. Peserta Pelatihan berjumlah 40 orang yaitu 30 orang anggota kelompok Ternak “ Yakuza “ di sekitar kelurahan Ntobo dan 10 orang dari PPL. Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan para peternak sapi dalam hal memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya baik hijauan segar maupun limbah pertanian seperti jerami padi, jerami jagung dan jerami kedelai untuk dijadikan pakan ternak organik dengan cara fermentasi pakan. Dari sektor ekonomi, peternak juga mampu mengembangkan usahanya dengan memudahkan akses dan memfasilitasi apabila ada kesulitan dalam modal usaha. Sedangkan bagi PPL sebagai ujung tombak diharapkan mampu memberikan motivasi dan memediasi para peternak dengan pihak-pihak terkait di wilayah kerjanya. Kegiatan ini dibuka oleh Asisten II yaitu ibu Hj, Ir. Rini Indriati yang mewakili Pemerintah Kota Bima, dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ). Hadir memberikan materi berkaitan dengan pembiayaan usaha yaitu dari pihak Bank BNI Cabang Bima, Perum Pegadaian Bima, Asuransi Jasindo Perwakilan Bima dan dari Bank Central Republik Indonesia ( Bank Indonesia ). Usai menerima materi, peserta mengikuti praktek pengolahan Pakan Ternak sapi berasal dari limbah pertanian / jerami padi dengan mengenalkan program pertanian terintegrasi melalui inovasi Microbachter Alfaafa 11 atau yang lebih dikenal dengan MA-11 hasil penemuan Dr. Nugroho Widiasmadi di tahun 2011 lalu. MA-11 merupakan decomposer atau perombak yang mengandung mikroba baik dan telah banyak digunakan di beberapa daerah. Fermentasi pakan organik ini dilakukan selama 24 jam dalam keadaan anaerob dan sudah siap diberikan pada ternak sapi. Praktek tersebut dipandu oleh Lalu Sumadi salah seorang Peternak Sukses dari Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. Praktek dilanjutkan dengan Pembuatan Pupuk Organik Padat dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi yang sudah kering dengan kadar air tidak lebih dari 10%. Pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik tersebut juga menggunakan MA-11 sebagai decomposer. Pengolahan pupuk organik dikatakan berhasil apabila tidak ada lagi bau kotoran, dan perubahan warna menjadi coklat kehitaman. Proses pembuatan tersebut berlangsung selama 21 hari. Dari Hasil Praktek ini, peternak yang tergabung dalam Kelompok Ternak “ Yakuza “ Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota Bima maupun peternak mandiri di Kota Bima diharapkan mampu menerapkan Sistem Pertanian Terintegritas melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi pakan organik ataupun menjadi pupuk organik, minimal membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan menekan biaya produksi yang selama ini dirasa cukup besar terutama dari biaya pakan ternak dan pembelian pupuk kimia. Oleh : MUHAMMAD NAUFAL, S. Pt / PPL WKPP PENARAGA dan RITE Kec. RABA