Loading...

Pelatihan Pertanian Organik Di Desa Labunti

Pelatihan Pertanian Organik Di Desa Labunti
Selain pelatihan jagung kuning, di sanggar belajar dan seni desa Labunti, pada hari Rabu, 12 Februari 2020 di Balai Desa Labunti juga telah dilaksanakan pelatihan pertanian organik, yang diikuti oleh 4 desa berbeda di kecamatan Lasalepa, yaitu desa Lasalepa, Labunti, Parida dan desa Bangunsari. Bekerjasama dengan pendamping desa, pendamping kecamatan dan kabupaten dari BPMD, para anggota kelompok tani di kecamatan Lasalepa dilatih untuk membuat pupuk organik cair N, P, K dan Ca serta pembuatan pestisida nabati cair. Acara ini dibuka langsung oleh Pak La Ati, SP, selaku Kepala Desa Labunti kecamatan Lasalepa. Pelatihan pertanian organik ini dilaksanakan selama 3 hari. 1 hari belajar di kelas dan 2 hari praktek pembuatan pupuk organik cair dan pestisida nabati. Narasumber pelatihan pertanian organik ini adalah pak Chandra, seorang konsultan pertanian organik yang berasal dari Bulukumba, yang telah memiliki pengalaman dan berhasil bertani organik di Kabupaten Konawe. Demi kelestarian lingkungan dan mengurangi ketergantungan petani dengan pupuk kimia, serta untuk mengembalikan kesuburan tanah, maka pemerintah Desa Labunti bersama-sama penyuluh di BPP Kecamatan Lasalepa beserta KPK Kecamatan Lasalepa mengadakan pelatihan pertanian organik ini, guna meningkatkan kualitas SDM masyarakat desa, khususnya para anggota kelompok tani agar mau dan terampil membuat dan mengaplikasikan pupuk organik sehingga dapat memaksimalkan produktivitas tanaman pangan maupun perkebunan yang diusahakan. Bahan baku pembuatan pupuk organik cair ini sangat mudah ditemukan, bahkan banyak digunakan sebagai bumbu dapur, seperti bawang putih, kunyit, tomat, pepaya, nenas, kangkung dll, yang difermentasi selama 7 hari dengan menggunakan gula merah. Setelah 7 hari, semua bahan hasil fermentasi disaring dan hasilnya dapat digunakan sebagai pupuk setelah diencerkan dengan air. Penggunaan pupuk organik cair ini juga harus diaplikasikan tepat dosis, waktu dan tepat cara sesuai kebutuhan tanaman. Selain pupuk organik cair, dalam pelatihan ini juga peserta dilatih membuat pestisida nabati berbahan dasar umbi gadung, Brotowali, dan buah Maja yang difermentasi selama 7 hari. Dalam Pelatihan ini semua peserta diharapkan mampu membuat dan mengaplikasikan pupuk organik cair dan pestisida nabati di lahan-lahan kebun miliknya, sehingga produktivitas masyarakat khususnya di bidang pertanian dapat meningkat, mampu mempertahankan kesuburan tanah serta terjaganya kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. (UMMY KALSUM, SP. PENYULUH DESA LABUNTI KECAMATAN LASALEPA)