Loading...

PELATIHAN PESTISIDA ALAMI

PELATIHAN PESTISIDA ALAMI
Masalah yang sering dihadapi petani padi dalam kegiatan budidaya hingga produksi tanaman adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Dalam menanggulangi serangan hama dan penyakit, sebagaian besar petani masih percaya menggunakan pestisida kimia. Pestisida kimia merupakan bahan instan beracun yang dampaknya berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, disamping itu residu kimia beracun yang tertinggal pada produk pertanian dapat memicu kerusakan sel, kanker, penuaan dini dan munculnya penyakit degeneratif. Dalam upaya menambah dan merubah pengetahuan, sikap dan ketampilan para petani khususnya dilokasi endemis hama wereng, penggerek batang dan kresek Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang melalui Kelompok Jabatan Fungsional mengadakan pelatihan selama 2 hari di ruang pertemuan KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang JL. DI. Panjaitan KM 5 Paduraksa Pemalang mulai hari Senin – Selasa tanggal 30 – 31 Maret 2015. Pelatihan ini menhadirkan petani sebanyak 30 orang perwakilan gapoktan dari 5 kecamatan daerah pantura yaitu Kecamatan Pemalang, Taman, Petarukan, Ampelgading, dan Comal daerah sentra tanaman padi. Pelatihan selama 2 hari tersebut di buka oleh kepala Dipertanhut Kabupaten Pemalang Suharto, SIP, M.Si didampingi Ketua Panitia pelatihan Pestisida Alami Abdul Ghoni, SP. Dalam sambutannnya Kadispertanhut Suharto, SP. M.Si mengatakan” salah satu kendala dalam mencapai target Produksi dan produktivitas tanaman padi adalah terjadinya serangan OPT, sehingga perlu ada upya untuk menanggulanginya”. Lebih lanjut disampaikan “ kegiatan pelatihan ini sangat tepat karena pemerintah sedang gencar-gencarnya mensukseskan program ketahanan dan kedaulatan pangan dan pemerintah Kabupaten sendiri mendapat tugas berat dalam mensukseskan program ini karena dituntut untuk meningkatkan provitas paling sedikit 5% dan pencapaian produksi 545.000 ton gabah. Dalam akhir sambutannya Kadispertanhut meminta” tolong pahami dan tindaklanjuti dan buktikan atau studi banding ke P4S inovatif jangan seperti pepatah “lontong diketok-ketok omong tok” karena tidak terlalau jauh hanya sekitar 15 Km dari lokasi pelatihan”. Pintanya. Kegiatan pelatihan ini mendapatangkan narasumber dari P4S onovatif Desa kesamiran, Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal Bapak Rumaidi yang beberapa tahun lalau mendapatkan pengahrgaan dari presoden Susilo Bambanag Yudhoyono sebagai P4S terbaik nasional pengelola pertanian organic. Disamping itu juga ditasmpah materi dari penyuluh berupa materi PTT dan Dinamika Kelompok. Selanjutnya Abdul Ghoni selaku panitia menyampaikan tujuan pelatihan ini adalah” agar petani mau dan mampu menggunakan agesia hayati sebagai musuh alami hama wereng, penggerek batang, walangsangit dan juga kresek serta memanfaatkan empon-empon sebagai pestisida alami juga sebagai pupuk nabati”. Pada akhir laporannya Abdul Ghoni memeinta” semua peserta agar dapat menjadi provokator dan kader diwilayhanya dan bersama gapoktan untuk mengadakan agensia hayati maupaun pestisida nabati. “ ini bias dijadikan salah satu bisnis dari gapoktan apabila dikelola dengan baik” katanya mengakhiri laporannya. Materi pelatihan difokuskan pada dampak negatif penggunaan pestisida kimia dan keuntungan menggunakan agensia hayati dan pestisida nabati, beberapa agensia hayati dan tanaman sebagai bahan pestisida nabati serta cara pembuatan agensia hayati seperti beuvaria bassiana, Corrin dan pestisida nabati dengan menggunakan bahan empon-empon, dll. Kegiatan pelatihan ini mendapat respon yang sangat baik dari peserta pelatihan. Hal ini nampak dari adanya diskusi yang cukup serius selama pelatihan berlangsung serta cara mengaplikasikan agensia hayati dan pestisida nabati yang telah dibuat dalam pelatihan. Penulis: Nurul Ashar (PP Madya pada KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang).