Loading...

PELATIHAN TEKNIS PENYULUHAN PERTANIAN (CAPACITY BUILDING PENYULUH LAPANGAN) TAHUN 2015

PELATIHAN TEKNIS PENYULUHAN PERTANIAN (CAPACITY BUILDING PENYULUH LAPANGAN) TAHUN 2015
PELATIHAN TEKNIS PENYULUHAN PERTANIAN (CAPACITY BUILDING PENYULUH LAPANGAN) TAHUN 2015 Kegiatan Pelatihan Teknis Penyuluhan Pertanian (Capacity Building Penyuluh Lapangan) Kota Pematangsiantar diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Pematangsiantar pada tanggal 12 Mei 2015 bertempat di SMK Negeri 1, Jl. Bali Pematangsiantar. Pelaksanaan Pelatihan Teknis Penyuluhan Pertanian (Capacity Building Penyuluh Lapangan) di hadiri oleh 35 (tiga puluh lima) peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian lapangan dan Pegawai Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Pematangsiantar. Pada Pelatihan tersebut Bapak Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Pematangsiantar memberikan kata sambutan yang menyatakan bahwa Pelatihan Teknis Penyuluh Pertanian (Capacity Building Penyuluh Lapangan) Tahun 2015 dilaksanakan untuk membangkitkan kembali semangat dan etos kerja para penyuluh di lapangan dimana penyuluh yang secara langsung mendampingi masyarakat tani atau kelompok tani di Tingkat Desa/Kelurahan dan Kecamatan. Untuk kelancaran terselenggaranya Pelatihan Teknis Penyuluhan Pertanian (Capacity Building Penyuluh Lapangan) Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Pematangsiantar mengundang 2 (dua) orang Narasumber yaitu 1 (satu) unsur dari Perguruan Metodist Pematangsiantar dan 1 (satu) unsur dari KTNA Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun. Adapun materi yang disajikan dalam pelatihan teknis penyuluhan pertanian adalah Pelatihan ketata usahaan Keuangan Kelompok oleh Bapak Drs. Abdi Situmorang, Ak. dan Pelatihan Beternak Ayam Buras dengan Sistem Kandang Fermentase oleh Bapak Banus Nainggolan. Akhir kata Bapak Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Pematangsiantar mengharapkan para peserta pelatihan khususnya penyuluh pertanian lapangan agar lebih serius mengikuti pelatihan tersebut dan mengajak para penyuluh untuk lebih bekerja keras, cerdas, dan ikhlas serta mampu meningkatkan koordinasi dengan mantri tani / KCD setempat, pengamat OPT, kelompok tani dan petugas teknis lainnya sehingga gerakan operasional penyuluhan di lapangan dapat terlaksana dengan baik. Penulis : Herlina Veronika, SP