Kementrian Pertanian melaui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP)tahun 2017, mengalokasikan kegiatan dan anggaran untuk memperkuat perbernihan/pembibitan komoditas Tanaman Pangan, Hortikultuta (cabai), Perkebunan dan Peternakan. Di Kabupaten lampung Selatan mendapatan kegiatan penanaman cabai APBN-P 2017 seluas 25 ha yang tersebar di 4 (empat) kecamatan dan 13 (tiga belas) kelompoktani. Dalam kegiatan APBN-P tahun 2017 diikuti dengan kegiatan pengawalan dan pendampingan bagi kelompoktani penerima manfaat, agar pelaksanaan pengawalan dan pendampingan berjalan dengan baik maka dilakukan Pelatihan Teknis Tematik Cabai bagi non aparatur anggkatan I. Sebagai pelaksana kegiatan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung yang dilaksanakan di Balai Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan kegiatan ini adalah : a. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta pelatihan (petani penerima manfaat) dalam rangkan menyiapkan SDM untuk pelaksanaan kegiatan budidaya tanaman cabai; b. Meningkatkan kopetensi peserta pelatihan agar dapat melaksanakan kegiatan budidaya tanaman cabai; c. Meningkatkan kopetensi peserta pelatihan untuk meningkatkan produksi cabai.Sasaran kegiatan sebanyak 30 orang petani penerima manfaat dari 4 kecamatan (Ketapang, Penengahan, Palas dan Way Panji) yang terdiri dari 13 kelompoktani. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 s/d 19 Oktober 2017 (selama 4 hari) yang bertempat di Balai Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan.Kegiatan pelatihan teknis tematik cabai dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang PSP, Puji Astuti, SP, MM. Dalam kesempatan membuka acara pelatihan teknis tematik cabai tersebut Kabid PSP menekankan akan pentingnya kegiatan pelatihan teknis tematik cabai tersebut, oleh karenanya para peserta diharapkan benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut agar setelah selesai mengikuti kegiatan ini dapat menerapkan budidaya tanaman cabai sesuai yang di ajarkan oleh fasilitator.Dalam kegiatan tersebut disampaikan materi berdasarkan hasi lidentifikasi kebutuhan latihan (IKL) yaitu Persiapan benih, Pemupukan tanaman, pengendalian OPT serta panen dan pasca panen cabai. Fasilitator berasal dari Penyuluh Pertanian, POPT yang telah mengikuti Diklat Training Off Trainnerr (TOT) APBN-P tahun 2017 dan praktisi yang kompeten dibidangnya, sebagai fasilitator : Karyana SP, Yusak Murjoko, SP, Suparman,SP dan Ahmad Widodo. Keempat fasilitator tersebut memberikan materi secara bergantian sesuai jadwal. Meto depelatihan teknis tematik menggunakan pendekanatan Experiece Learning Cycle (ELC) atau AKOSA Alami, Kemukakan, Olah, Simpul dan Aplikasikan) dengan pendekatan pendidikan orang dewasa. Pemilihan metode disesuaikan dengan materi yang disampaikan antaralain :ceramah, diskusi dan tanyajawab, penugasan, demontrasi, studi kasus, simulasi, praktik, dan pemecahan masalah. Pratik kunjungan lapangan dilaksanakan pada hari rabu tanggal 18 Oktober 2017 di kelompoktani Sri Rejeki Desa Way Sidomukti Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan, adapun materi yang di bahas : persiapan benih, pengendalian OPT dan Pemupukan tanaman cabe. Peserta dibagi 3 kelompok yang dibimbingoleh 3 orang petani penenam cabai (Darmon, Sarwono, Sigit).Kegiatan pelatihan teknis tematik cabai berakhir pada hari Kamis tanggal 19 Oktober 2017, usai mengikuti kegiatan peserta diberikan sertifikat sebagai tanda telah mengikuti pelatihan teknis tematik cabai. Diharapan kepada peserta pelatihan teknis tematik cabai dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan menyebarkan kepada petani lain untuk meningkat kan produksi cabai serta meningkatakan pendapatan petani dan keluraganya. Penulis :Karyana, SP (PenyuluhPertanian Lampung Selatan)