KARANGANYAR INTANPARI : Kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani perlu dievaluasi. Beberapa hal yang perlu disoroti adalah kesejahteraan petani, permasalahan lahan, dan rantai pasok produk pertanian.Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyoroti rendahnya kesejahteraan petani tentunya akan berimplikasi terhadap banyak hal, salah satunya krisis regenerasi petani. Padahal, dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan mengalami bonus demografi.Sudah saatnya untuk mempersiapkan sumberdaya dalam pembangunan petani. Pembangunan tidak hanya bisa diselesaikan di atas kertas, dan mereduksi hal di lapangan dan ini memang bukan hal yang mudah."Isu yang penting untuk diperhatikan terkait kondisi pertanian Indonesia saat ini untuk kedepannya yaitu SDM, pengembangan kawasan perdesaan, lahan, kemudian reforma agraria" Untuk menuju kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, lahan merupakan hal yang paling mendasar. Ada empat hal yang dibahas dalam hubungannya dengan lahan yaitu tata kuasa, tata kelola, tata niaga dan distribusi, dan terakhir tata produksi."Banyak program untuk pengentasan kemiskinan, kedaulatan, sebenarnya kalau ditarik semua kaitannya dengan reforma agraria dan tanah. Lahan pertanian yang dikonversi peruntukannya ke hal lain salah satunya.HKTI mendorong konsolidasi lahan pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani di dalam negeri. Sebab kepemilikan lahan oleh petani dalam negeri terhitung masih kecil dan kurang produktif, dalam penciptaan lahan konsolidasi pertanian rakyat, diperlukan pemberian sertifikat strata title versi pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap komoditas pertanian."Sektor pertanian memegang andil penting dalam perekonomian suatu negara, selain sebagai penghasil devisa negara juga berkontribusi dalam ketahanan dan kedaulatan pangan," cetusnya.Pembangunan pertanian memang tidak pernah terlepas dari salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, SDM yang menggantungkan hidup di sektor pertanian harus dipedulikan dan dijaga."Kalau kita sepakat jika sektor pertanian ini adalah ruang ekonomi rakyat, maka perlu dipahami agar SDM-nya perlu diperhatikan. Pertanian harus tetap menjadi ruang ekonomi rakyat. Hari ini Rabu, 24 Januari 2018 di RD. Bupati Karanganyar telah dilantik kepengurusan HKTI Cabang Karanganyar, sesuai Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jawa Tengah Nomor Kep – 07 / DPD – HKTI –JATENG /II/ 2017 Teantang Susunan Personalia Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Karanganyar masa bhakti 2017 – 2022, yang ditetapkan di Semarang pada tanggal 14 Pebruari 2017, dengan susunan kepengurusan sbb:a. DEWAN PENASEHAT Ketua : Drs. H. Yuliatmono, MM Wakil Ketua : H. Sumanto, SH Anggota 1. Ir. Supramnaryo, MM 2. Ir. Sarjito Wiwoho. 3. Suwarso, S.Sos. 4. H. Suwasto.B.Sc. 5. Sukatno.b. PENGURUS HARIAN CABANG. Ketua : Ir. Nurgiyanto. Wakil Ketua : 1. H. Darmanto. 2. Dilar Sutriatmojo. 3. HD Tanjung, SH. 4. Sriyono, SPSEKRETARIS : Uun Santoso, A.Md.Wakil Sekretaris 1 : Ir. Agus Pardjito.Wakil Sekretaris 2 : Srihartono.BENDAHARA : Siman.Wakil Bendahara : 1. Ir. Puji Astuti, MP 2. Triyanto, SE. Dengan pelantikan kepengurusan yang baru, banyak harapan petani Karanganyar dapat meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat dan martabat insan tani, penduduk pedesaan dan pelaku agribisnis lainnya, melalui pemberdayaan rukun tani komoditas usaha tani dan percepatan pembangunan pertanian serta menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945.HKTI memiliki fungsi sebagai:1. Wadah penghimpun segenap potensi insan tani Indonesia dan atau "Rukun Tani" jenis komoditas usaha tani.2. Alat penggerak pengarah perjuangan insan tani Indonesia.3. Sarana penampung dan penyalur aspirasi amanat penderitaan rakyat tani penduduk pedesaan.4. Wahana menuju terwujudnya cita-cita nasional, Indonesia raya.5. Arena pemberdayaan dan pendidikan insan tani, masyarakat pertanian dan pedesaanDitulis : Samino, STP.MM