Untuk menyusun rencana kegiatan pemasaran produk hortikultura hasil kegiatan anggota kelompoktani pelaku kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), perlu dilakukan analisis terhadap data primer, data sekunder, dan fakta-fakta lain di suatu wilayah KRPL. Seorang Penyuluh Pertanian sebaiknya mampu melakukan analisis terhadap fakta dan data tersebut agar dapat membantu memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mereka mampu memasarkan produk hortikultura dari KRPL. Contoh berikut adalah analisis SWOT terhadap data dan fakta yang dikumpulkan pada saat penulis melaksanakan tugas dari Subdit Sarana dan Kelembagaan Ditjen P2HP Jakarta di Kabupaten Pacitan tanggal 5,6, dan 7 Maret 2012. Data yang dianalisis meliputi data SDM dan data fisik yang dimiliki oleh: 1) Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kayen, 2) Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pacitan. Kemudian data tersebut dipilah menjadi 4 kategori yaitu kekuatan dan kelemahan yang merupakan faktor internal, serta kategori peluang dan ancaman yang termasuk faktor eksternal. Setelah dianalisis, dirumuskan beberapa rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh semua pihak yang berkepentingan. KEKUATAN 1. Anggota Kelompok Tani dan Masyarakat Desa Kayen memiliki potensi lahan pekarangan dengan luasan yang bervariasi sebagai basis produksi untuk berbagai jenis komoditi tanaman pangan, hortikutura, tanaman obat, dll. 2. Sudah ada Kebun Bibit Desa (KBD) yang produktif untuk menyuplai kebutuhan benih dan bibit tanaman yang diperlukan masyarakat dalam kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). 3. Sejak Februari 2011 hingga Maret 2012, di Desa Kayen terdapat 850 KK yang tersebar di 7 Dusun, telah memiliki pengetahuan dan keterampilan budidaya tanaman hortikuktura, ikan dan ternak, di pekarangan, dan mereka telah menikmati hasil yang berlebih dari sekadar untuk keperluan konsumsi keluarga, khususnya produksi cabai merah besar dan cabai merah kriting. Masyarakat ingin mampu juga memasarkan produk cabai merah mereka yang cukup melimpah. 4. Ada sumberdaya manusia yang memiliki motivasi kuat untuk bisa memasarkan sendiri hasil produksi pertanian dan ternak, namun masih belum mempunyai rasa percaya diri. 5. Pemerintah Desa Kayen memiliki sebidang tanah yang terletak dekat Kantor Desa dan dipinggir jalan raya. Tanah tersebut dapat dijadikan tempat untuk kegiatan pemasaran. 6. Terdapat 5 Kelompok Tani, Satu Gabungan Kelompok Tani, dan kelompok masyarakat KRPL, sebagai Modal Sosial dalam merintis penumbuhan dan pengembangan kinerja pemasaran oleh petani dan masyarakat secara mandiri. 7. Ada Penyuluh Pertanian yang wilayah kerjanya di Desa Kayen sebagai mitra kerja masyarakat dalam mencapai sukses memasarkan produk pertanian dan ternak. 8. Adanya Kewajiban Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pacitan untuk membantu masyarakat Desa Kayen untuk memasarkan produk pertanian. KELEMAHAN 1. Masyarakat merasa belum ada pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran produk pertanian dan ternak. Dalam hal ini masyarakat menyatakan bahwa SDM mereka masih lemah, baik jumlah maupun kualitasnya. 2. Belum ada data berapa potensi dan kapasitas produksi setiap hari/minggu/bulan setiap jenis tanaman, ikan,dan ternak yang mampu dihasilkan dari pekarangan di desa Kayen. 3. Belum ada kelompok khusus yang dibentuk secara partisipatif (dari, oleh, dan untuk keperluan masyarakat) dalam rangka menekuni kegiatan memasarkan hasil pertanian, khususnya pada peringkat awal untuk pemasaran komoditi cabai merah. 4. Belum ada Petugas di Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pacitan yang khusus diberi amanah untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat Desa Kayen agar mampu memasarkan produk pertanian hasil KRPL. Untuk itu perlu ada penugasan dari pihak yang berwenang. 5. Tidak semua penyuluh pertanian memiliki kemampuan dan pengalaman dalam pemasaran produk pertanian. Penyuluh perlu dilibatkan sejak perencanaan dan diberi kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannnya sehingga keberadaannya di tengah masyarakat memang terasa bermanfaat. PELUANG 1. Terbuka peluang untuk memasarkan produksi komoditi tanaman pangan, hortikutura, dan tanaman obat yang dihasilkan dari kegiatan KRPL (selain cabai besar yang sudah terbukti jumlahnya melampaui keperluan rumah tangga). Untuk itu masyarakat perlu menyusun rencana pemasaran produk pertanian yang diwujudkan dalam bentuk proposal. 2. Terdapat berbagai event kegiatan, misalnya Lomba, Pasar Murah/Bazar, dan Pameran di tingkat Desa, Kecamatan, dan Kabupaten yang bersifat insidentil maupun rutin. Even tersebut bisa dimanfaatkan untuk memasarkan secara langsung produk pertanian yang segar kepada konsumen 3. Apabila kegiatan pemasaran telah dimulai terbuka kesempatan untuk memproduksi komoditi pertanian yang spesifik dan/atau pengolahan hasil pertanian dengan rasa dan kualitas tertentu, misalnya produk pertanian organik. 4. Kelompok pemasaran perlu proaktif memanfaatkan dukungan dan bantuan fasilitas sarana prasarana, tenaga penyuluh di tingkat desa dan tenaga pendamping di tingkat kabupaten yang disediakan oleh Dinas dan Instansi terkait, serta fasilitasi pendampingan lainnya. 5. Adanya bantuan dari Ditjen P2HP Jakarta, berupa Tenda yang dapat dibongkar pasang untuk menjual hasil pertanian. ANCAMAN 1. Sifat komoditi pertanian yang mudah rusak dapat mempengaruhi tingkat harga yang diterima. Untuk itu perlu pengetahuan kapan saat panen yang tepat, pasca panen yang baik dan pemasaran. 2. Adanya tengkulak yang akan menjadi pesaing bagi kelompok pemasaran yang akan dibentuk. Perlu ada strategi pemasaran produk untuk bersaing dengan tengkulak, namun tetap untung. 3. Adanya masalah fluktuasi harga komoditi pertanian, terutama di saat hasil panen yang berlimpah harga komditi jatuh, menjadi ancaman terhadap keberhasilan pemasaran produk pertanian. 4. Penurunan motivasi anggota kelompok pemasar karena berbagai kendala dan masalah yang rumit dalam pemasaran yang tidak mampu diatasi. Dari analisis dan sintesa terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada keinginan masyarakat Desa Kayen untuk memiliki kemampuan yang tidak hanya dalam memproduksi komoditi pertanian di pekarangan rumah, tetapi mampu juga untuk memsarkan hasilnya secara mandiri, maka Usulan Rencana Kegiatan yang perlu dilaksanakan seperti pada tabel. Penulis: Enisar Sangun, Penyuluh Pertanian Madya (e_sangun@yahoo.co.id).