Loading...

PELUANG USAHA BUDIDAYA KENCUR

PELUANG USAHA BUDIDAYA KENCUR
Kencur tentunya tidak asing lagi bagi kita. Kencur merupakan tanaman herba yang hidup merumpun dan tumbuh mendatar hampir rata dengan permukaan tanah, memiliki batang semu yang amat pendek. Daunnya berbentuk bulat melebar dengan ujung daun yang runcing. Rimpang kencur tumbuh secara bergerombol dan bercabang-cabang, kadang umbinya bisa muncul di permukaan tanah. Dalam satu kali tanam menghasilkan rimpang dalam jumlah yang cukup banyak. Budidaya kencur dipandang menjanjikan mengingat kebutuhan industri dan rumah tangga cukup tinggi. Nilai jual kencur sangat tinggi karana kaya manfaat,selain untuk kebutuhan rumah tangga kencur juga dijadikan sebagai bahan penghasil obat-obatan maupun jamu, disamping itu kencur bisa diolah menjadi minyak atsiri. Kusni, seorang petani di kelompok tani Karya Bakti I desa Karanggatak Kecamatan Klego memaparkan bahwa menanam dan mengembangkan kencur menjadi pilihan usaha taninya karena harga cukup tinggi dan stabil di pasaran. Harga kencur saat ini berkisar Rp 25.000,- sampai 35.000,-/kg. Sementara dari bibit yang dia tanam 25 kg bisa memanen menjadi 10 kali lipat atau sekitar 250 kg. Pemasarannya pun tidak sulit, karena pesaing untuk tanaman sejenis sangat jarang, tengkulak/pedagang pengepul di pasar pun siap menampung kencur hasil panennya. Disisi lain keuntungan dari budidaya kencur ini, adalah masa tanam sampai mulai tumbuh siung sekitar 2 bulan, bisa digunakan untuk tumpang sari dengan tanaman sayuran yang usia tanamnya relatif singkat seperti bayam, kangkung atau kacang tanah. Sebelum tumbuh kencur, menurut Kusni bisa 3-4 kali panen sayuran dan tidak ada lagi biaya pupuk karena pupuknya bisa memanfaatkan kelebihan dari pupuk yang digunakan untuk tanaman kencur. Kencur dapat dipanen setelah tanaman berumur 8-12 bulan. Kencur bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun di pegunungan. Kencur cukup toleran terhadap tanah yang tidak terlalu subur. Bahkan pada musim kemarau panjang tanaman kencur masih mampu bertahan hidup. Tanaman ini juga bisa di tanam dalam polybag atau pot. Lalu bagaimana teknik budidaya tanaman kencur yang baik dan benar agar menjadi usaha yang menguntungkan? Penyiapan Benih, benih yang digunakan berasal dari tanaman induk yang sehat dan berumur kurang lebih 10 bulan. Bila rimpang dipatahkan akan berbunyi, kulit rimpang kencang dan tidak mudah terkelupas. Warna kulit rimpang lebih mengkilat dan terlihat bernas dengan berat antara 5-10 gram. Rimpang mempunyai 2-3 mata tunas. Rimpang disemaikan menggunakan alas jerami. Agar tunas cepat tumbuh dilakukan penyiraman setiap hari dengan cara disemprot. Rimpang yang telah tumbuh tunas Pengolahan Lahan, pengolahan lahan perlu dilakukan dengan cara mencangkul tanah sampai kedalaman 30 cm, lahan dibersihkan dari sisa-sisa gulma. Selanjutnya dibuat bedengan dengan lebar 80-100 cm, tinggi 20-30 cm dan jarak antar bedengan 30-50 cm, serta membuat jarak tanam 15x15 cm, atau 20x15 cm untuk monokultur, atau 20x20 cm untuk pola tanam dengan kacang tanah dengan lubang 5-7cm. Penanaman, penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan, penanaman disesuaikan dengan jarak tanam yang sudah ditentukan, kedalaman tanam sekitar 5-7 cm. Benih diletakkan dengan hati-hati ke dalam lubang tanam dengan posisi rebah dan tunas menghadap ke atas, tanah di sekitar benih dipadatkan, kemudian benih ditutup dengan tanah. Pemupukan, pemupukan awal pada saat pengolahan lahan diberikan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 20-30 ton/ha dengan cara diaduk rata di dalam lubang tanam. Pupuk kandang diberikan ke dalam lubang tanam sekitar 1 minggu sebelum tanam. Pemupukan ke dua diberikan ketika tanaman telah memiliki daun sempurna atau sekitar minggu ke 4, pemberian pupuk urea 75 kg/ha, SP 36 200 kg/ha, KCl 100 kg/ha aplikasi dilakukan dengan cara di taburkan di sekitar tanaman selanjutnya dibumbun. Pemeliharaan, penyulaman untuk mengganti tanaman yang rusak dilakukan sampai umur 1,5 BST dengan memakai benih cadangan yang telah diseleksi dan disemaikan.Penyiraman tanaman menyesuaikan kebutuhan dan keadaan iklim. Kencur tidak menyukai tempat yang tergenang. Penyiangan dilakukan dengan cara hati-hati sampai umur 6 bulan setelah tanam, sedangkan pembumbunan dilakukan setelah penyiangan mulai umur 3 bulan. Panen dan Pascapanen, kencur dapat dipanen saat rimpang berumur 8-12 bulan. Ciri-ciri kencur yang siap panen adalah warna daun berubah menjadi kuning dan batang semua mengering. Kencur hasil panen disortir untuk memisahkan kencur yang bagus dengan kencur yang busuk dan rusak.Untuk keperluan benih kencur yang telah dibersihkan dimasukkan dalam karung jala disusun diatas rak/para-para di ruang yang sejuk dan tidak terkena matahari langsung. Khasiat kencur diantaranya untuk memperlancar haid, obat radang lambung, influenza, masuk angin, sakit kepala, antiinflamasi, infeksi saluran pernafasan, menghilangkan darah kotor, diare, selain itu bisa dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik. (Arina Musriyati, S.Pt-Penyuluh Pertanian BP3K Klego, dikutip dari berbagai sumber)