Loading...

PEMAHAMAN KRITERIA PEMASAKAN TEBU OPTIMAL

PEMAHAMAN KRITERIA PEMASAKAN TEBU OPTIMAL
Pemasakan tebu optimal merupakan fase yang terjadi setelah pertumbuhan vegetatif menurun dan sebelum batang tebu mati. Pada fase ini gula di dalam batang tebu mulai terbentuk hingga titik optimal, kurang lebih terjadi pada bulan Agustus, dan setelah itu remdemennya berangsur-angsur menurun. Tahap pemasakan inilah yang disebut dengan tahap penimbunan rendemen gula.Analisis kemasakan tebu dilakukan untuk memperkirakan waktu yang tepat penebangan tebu sehingga tebu yang akan diolah dalam keadaan optimum. Analisis ini dilakukan secara periodik setiap 2 minggu sejak tanaman berusia 8 bulan dengan cara menggiling sampel tebu digilingan kecil di laboratorium. Sampel tebu diambil sebanyak 15-20 batang dari rumpun tebu yang berada minimal 15 meter dari tepi dan 30 baris dari barisan pinggir. Nira tebu yang didapat dari sampel tebu yang digiling di laboratorium diukur persen brix, pol dan purity nya. Metode analisis kemasakan adalah sebagai berikut :(1) Setelah akar dan daun tebu sampel dipotong, rata-rata berat dan panjang batang tebu sampel dihitung.(2) Setiap batang dipotong menjadi 3 sama besar sehingga didapat bagian batang bawah, tengah dan atas. Setiap bagian batang ditimbang dan dihitung perbandingan beratnya, kemudian dibelah menjadi dua.(3) Belahan batang tebu dari setiap bagian batang digiling untuk mengetahui hasil nira dari bagian batang bawah, tengah dan atas. Nira yang dihasilkan ditimbang untuk diketahui daya perah gilingan.(4) Dari nira yang dihasilkan dihitung nilai brix dengan memakai alat Brix Weger, nilai pol dengan memakai alat Polarimeter dan rendemen setiap bagian batang.(5) Nilai faktor kemasakan dihitung dengan rumus: RB - RAFK = ------------------------------- x 100 RB RB = rendemen batang bawahRA = rendemen batang atasFK = faktor kemasakan, dimana jika:FK = 100 berarti tebu masih mudaFK = 50 berarti tebu setengah masakFK = 0 berarti tebu sudah masakData yang diperoleh digunakan untuk memetakan tingkat kemasakkan tebu pada peta lokasi tebu sebagai informasi lokasi tebu yang sudah layak untuk dipanen.Namun demikian prioritas penebangan tidak hanya mempertimbangkan tingkat kemasakan tebu tapi juga mempertimbangkan jarak kebun dari pabrik, kemudahan transportasi, kesehatan tanaman dan ketersediaan tenaga kerja. Nara Sumber : Chandra Indrawanto dkk, Budidaya dan Pasca Panen Tebu, Puslitbangbun, Penerbit :ESKA Media, Sumur Batu, Jakarta 10660Foto : Chandra Indrawanto dkk, Budidaya dan Pasca Panen Tebu, Puslitbangbun, Penerbit :ESKA Media, Sumur Batu, Jakarta 10660Ditulis kembali oleh : Kukuh Wahyu W (BBP2TP)Tanggal : 28 Mei 2015Alamat e-mail : widjajantokukuh@yahoo.com