Pemanenan tembakau Burley dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada kondisi cuaca pada saat panen. Jika iklim pada saat panen dalam keadaan normal, maka pemanenan akan lebih menguntungkan jika dilakukan dua kali pemetikan kemudian diikuti penebangan batang. Sedangkan pada kondisi iklim basah, maka pemilihan cara panen/pemetikan serentak akan lebih menguntungkan. Pemanenan daun dengan cara pemetikan untuk daun bawah dilakukan dengan memegang pangkal daun diantara ibu jari dan keempat jari lainnya, kemudian diputar ke kiri dan ke kanan 180 derajat.Waktu PemetikanPemetikan daun tembakau dilakukan pada pagi hari setelah embun menguap, yaitu sekitar pukul 09.00 hingga pukul 11.00, atau bila terpaksa dapat diteruskan pada sore harinya antara pukul 14.30 hingga pukul 16.30 WIB. Pemetikan yang dilakukan pada siang hari akan lebih melelahkan tenaga kerja dan dapat menyebabkan kerusakan daun tembakau ( "mloyoh") karena panas matehari, maupun akibat tumpukan daun itu sendiri, terutama apabila tumpukannya terlalu banyak. Hasil pemetikan daun tembakau kemudian segera dibawa ke tempat yang teduh atau dibawa ke gudang dengan hati-hati agar tidak mengalami kerusakan baik secara mekanis, fisik maupun fisiologis untuk proses lebih lanjut. Tembakau yang dipanen harus sudah cukup masak, namun juga tidak kelewat masak karena jika kurang masak atau kelewat masak dapat menurunkan produksi maupun mutunya. Kandungan senyawa penentu mutu seperti protein, karbohidrat, klorofil, karotin, xantofil dan lain-lain dari tembakau yang telah masak optimal akan paling menguntungkan jika diolah menjadi tembakau yang bemutu baik. Disamping itu, pemanenan daun tembakau pada saat masak optimal dapat meningkatkan produksi sekitar 10-15%.Tingkat kemasakan daun yang dipanen juga berpengaruh terhadap produksi, warna, elastisitas, daya bakar dan senyawa-senyawa kimia penyusun mutu. Panen pada saat daun tembakau masih muda akan menyebabkan kerosok berwarna kehijauan, pucat, kurang lemas dan mudah berjamur.Cara panenPanen tembakau dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dapat dengan pemetian daun tembakau secara bertahap, dapat dengan cara tebang dan dapat juga dengan cara kombinasi antara pemetikan daun secara bertahap dan penebangan.Untuk panen dengan cara bertahap, panen tembakau dilakukan berdasarkan tingkat kemasakan. Tingkat kemasakan daun tembakau pada batang dimulai dari bagian bawah, diikuti daun-daun yang ada di atasnya. Dengan demikian maka tidak memungkinkan untuk dilakukan pemanenan secara bersamaan. Apabila menunggu daun tembakau bagian atas masak maka daun tembakau bagian bawah akan kelewat masak. Cara panen pada tingkat kemasakan optimal pada tembakau burley dapat meningkatkan produksi dan mutu kerosok. Dengan mengatur waktu tanam, pemupukan, penyiraman dan pemangkasan dapat mengurangi variasi tingkat kemasakan daun sehingga dapat mengurangi frekuensi panen.Pada daerah dengan tenaga terbatas panen dengan cara tebang lebih sesuai karena penggunaan tenaga lebih efisien. Kemampuan tenaga manusia untuk penebangan batang sekitar 0,023-0,034 ha/pikul/orang. Pada kondisi tertentu cara panen kombinasi antara pemetikan daun dengan penebangan dapat dipergunakan. Daun yang dipanen dengan cara pemetikan menjadi lebih cepat kering dibandingkan dengan tembakau yang dipanen dengan penebangan batang, terutama pada kondisi kelembaban yang rendah. Daun yang terlalu cepat kering menghasilkan mutu yang rendah karena karbohidrat tidak sempat terurai sempurna, warna kerosok kehijauan atau kekuningan. Sedangkan pada kondisi kelembaban tinggi daun yang dipanen dengan cara penebangan batang menjadi lebih lambat kering karena posisi daun saling menelungkup secara berurutan sehingga menyulitkan proses penguapan air dari daun.Cara panen tembakau Burley dipengaruhi oleh beberapa tujuan tertentu antara lain: 1) Efisiensi pemakaian tenaga kerja. Untuk tujuan efisiensi tenaga kerja, maka dapat dicapai jika panen dapat dilaksanakan sekaligus dengan cara panen tebang batang; 2) Untuk daerah-daerah dengan kelembaban rendah, cara panen tebang batang memberi kemungkinan daun tidak cepat kehabisan air selama pengomprongan,sehingga pengomprongan dapat berlangsung lebih sempurna; 3) Untuk tujuan efisiensi pemakaian rumah omprongan, maka panen tembakau dengan cara petik daun akan lebih efisien bila dibandingkan dengan panen tebang batang. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan, BPPSDMP, Kementan)Sumber:Pedoman Teknis Penanganan Pascapanen Tembakau. Direktorat Pascapanen dan Pembinaan Usaha.Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. 2012.