PEMANFAATAN ALSINTAN COMBINE HARVESTERUNTUK MEMAKSIMALKAN HASIL PANEN Tarminah, SP Penyuluh Pertanian Madya BPP Kec. Bangodua Kab. Indramayu “Kementerian Pertanian (Kementan) siap menghadapi era industri 4.0 dengan mekanisasi pertanian. Salah satu yang menjadi andalan adalah alat mesin pertanian (Alsintan) permanen kombinasi (Combine Harvester),” Disampaikan Tarminah saat pendampingan panen disawah Kartawi, anggota Kelompoktani Dewi Sri I (satu) Desa Tegalgirang kec. Bangodua Kab. Indramayu. Combine Harvester adalah mesin yang memanen tanaman serealia termasukm padi, mesin ini seperti namanya merupakan kombinasi dari tiga operasi yang berbeda, yakni menuai, merontokkan, menampi dijadikan satu rangkaian operasi, sangat beda sekali kalau dibandingkan dengan alat mesin panen lain yang sudah ada dipetani seperti power tresher yang fungsinya hanya merontokkan padi saja. “rubahlah mindset kita bahwa teknologi baru bukan lawan petani atau buruh tani, bukan juga alat pemerintah untuk membuat masyarakat susah, tapi ini semua tujuannya untuk kesejahteraaan bersama rakyatnya,” Jelas H. Kartawi saat kegiatan panen dengan menggunakan Combine Harvester. Banyak sekali keuntungan yang didapat dengan panen menggunakan Combine diantaranya; Mutu dan kualitas gabah bagus, bersih dari kotoran jerami/kotoran lain, sehingga harga jual meningkat dan rendemen hasil giling tinggi. Tidak hanya itu saja penggunaan combine bisa menekan biaya usaha tanisehingga keuntungan petani meningkat, waktu panen lebih cepat 3 – 4 jam per/ha dan tidak ada jerami yang ditumpuk disawah bermalam-malam sebelum di rontokkan dengan Power Tresher. “Sedangkan jerami bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik, jerami yang tersebar rata tidak perlu biaya nyebar jerami dan tidak ada polusi udara akibat pembakaran jerami, jadi bisa sebagai langkah alternative pemanfaatan limbah panen (jerami, red),” Ujarnya. Jerami tersebar rata disawah untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi penggunaan pupuk kimia, ini diantara keuntungan panen menggunakan combine lainnya yang tanpa disadari oleh petani bahwa sawah itu memerlukan kandungan hara organik buat mempertahankan kesuburannya. Merasa beruntung dengan adanya temuan teknologi baru dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi kegiatan- kegiatan usaha tani dari mulai semai sampai panen, mohon kegiatannya lebih ditingkatkan sehingga teknologi ini bisa diterapkan semua petani, demikian disampaikan harapan dari Kartawi saat panen berakhir. Sementara Tarminah, SP selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Bangodua pada saat itu menyampaikan suka dukanya menjadi penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya mengawal dan mendampingi petani untuk mau dan mampu merubah pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam menerapkan inovasi teknologi baru. Setiap ada teknologi baru petani akan menolak sebisanya dianggap teknologi ini pesaing dan musuh petani, teknologi kurang manfaat, masih ingat saat kami mensosialisasikan traktor petani nolak, bahasanya kok sekarang yang buruh macul orang kaya, sekarang kalau kita cari orang macul (nyangkul) untuk beresi pematang aja susah tenaga kerja rebutan, ada power tresher nolak lagi sama ujarnya, kok sekarang yang buruh derep (Panen padi. Red) Orang kaya, kenyataan sekarang tenaga penderep tidak mau pakai power tresher. Perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan petani butuh proses pendekatan pribadi dan kedinasan, butuh waktu dan kesabaran untuk bisa diterapkan utuh oleh petani. Panen dengan Combine ini mulai jam 9.00 sampai jam 11.30 selesai, luas lahan 8400 m2 dengan hasil gabah bersih 7,89 ton (Konversi produktivitas/ha 92.05 kwintal), dari segi waktu terlihat jelas perbedaaanya dibanding dengan alat panen yang ada sebelumnya power tresher yang paling tidak memakan waktu 2 sampai 3 hari selesai. Harapan akhir kegiatan ini semoga teknologi ini kedepan semakin diminati petani dan bisa diterapakan oleh seluruh petani dalam rangka meningkatkan pendapatan dan memecahkan maslah kurangnya tenaga kerja pada sektor pertanian.