Loading...

PEMANFAATAN AMPAS TAHU SEBAGAI PAKAN TERNAK UNTUK KELINCI

PEMANFAATAN AMPAS TAHU SEBAGAI PAKAN TERNAK UNTUK KELINCI
Makanan kelinci yang baik adalah yang terdiri atas sayuran hijau,biji-bijian, dan makanan penguat (konsentrat). Makanan hijauan yang diberikan antara lain semacam rumput lapangan, limbah sayuran seperti kangkung, selada air, daun bunga kol, daun `ilayukan bukan dalam keadaan segar. Proses pelayuan sayuran bertujuan untuk mempertinggi kadar serat kasar dan untuk menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau kembung (bloath) dan mencret (enteritis). Biji-bijian bisa berupa jagung yang digiling halus untuk campuran konsentrat, polard (kulit gandum), dedak halus, dan ampas tahu. Sebagai hewan monogastrik, didalam sekum kelinci terdapat bakteri pencerna serat kasar dan mensintesa vitamin B terutama thiamin. Fungsi alat pencernaan kelinci hamper sama dengan hewan monogastrik lainnya. Keunikannya terletak pada kemampuannya untuk memproduksi feses malam (night feces) atau feses lunak (soft feces). Feses lunak mengandung protein yang tinggi dan vitamin larut air. Feses lunak ini mengalami pencernaan yang sama dengan pakan normal, sehingga sebagian pakan yang dikonsumsi dapat mengalami proses selama satu, dua, tiga atau empat kali bergantung pada tipe makanan, termasuk pakan yang berbahan baku ampas tahu. Potensi Ampas Tahu Sebagai Pakan Ternak Pengolahan Industri tahu menyisakan limbah yang berupa padat dan limbah cair yang jika tidak ditangani menyebabkan polusi air, sumber penyakit, bau tidak sedap dan menurunkan estetika lingkungan. Limbah padat dihasilkan dari proses penyaringan dan penggumpalan, sedangkan limbah cair dihasilkan dari proses pencucian, perebusan, pengepresan, dan pencetakan tahu. Pada setiap proses pembuatan tahu akan dihasilkan ampas tahu antara 25 – 35% I produk tahu yang dihasilkan. Ampas tahu dapat dijadikan sebagai sumber protein pada pembuatan pakan ternak dan ikan karena mengandung protein kasar cukup tinggi berkisar antara 23 – 29% dan kandungan nutrisi lain seperti lemak 4,93% dan serat kasar 22,65%. Nilai gizi ampas tahu akan meningkat setelah difermentasi dengan mikroba pada kondisi pH awal 6 dan lama waktu fermentasi 12 jam. Fermentasi dilakukan untuk (1) memperbaiki kualitas gizi; (2) mengurangi atau menghilangkan pengaruh negative dari bahan pakan tertentu; (3) meningkatkan nilai kecernaan; (4) menambah rasa dan aroma; (5)meningkatkan kandungan vitamin dan mineral dan (6) menghasilkan enzim hirolitik pada pakan sehingga lebih mudah untuk diserap oleh ternak. Proses Pembuatan Pakan Ternak Berbasis Ampas Tahu Bahan yang digunakan untuk pembuatan pakan adalah ampas tahu 35%, dedak padi 30%, jagung giling 12%, bungkil kedelai8%, onggok10%, mineral premix 5% dan molase. Cara membuat : Campur semua bahan lalu aduk hingga menjadi homogen (tercampur merata), Tambahkan air bersih kedalam campuran bahan tadi dan campur sampai lembab (jika adonan dikepal tangan terasa lembab tapi tidak basah) Masukkan adonan yang sdh lembab tadi ke dalam cetakan pellet dan segera di olah/dicetak menjadi pellet dengan panjang 1 cm dan diameter 4 mm. Keringkan pellet dibawah sinar matahari selama 1-2 hari Pelet yang sudah kering disimpan sebelum digunakan Berdasarkan hasil pengukuran pada kelinci berusia 2-3 bulan menunjukkan bahwa kelinci mampu mengkonsumsi pellet dengan baik dan pertumbuhan kelinci yang diberi pakan berbasis ampas tahu mengalami pertambahan bobot sebesar 1321,6 gram/ekor dengan pemeliharaan selama 8 minggu atau pertambahan bobot badan 23,6 dan dosis pakan 103,8 gram/ekor/hari. Kesimpulannya bahwa kelinci sangat menyukai pakan yang berbasis ampas tahu (palatabilitas tinggi). Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan BPTP Jakarta Penulis : Ir. Deecy Junitha Kemur, MSi ( PP Madya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Sulteng)