Tanaman padi menjadi tanaman komoditas utama bagi petani di daerah Kecamatan Banjarharjo. Produksi tanaman padi pada tiap Desa kadang mengalami penurunan akibat kurang produktifnya kondisi lahan pertanian yang ada akibat penggunaan pupuk kimia yang terus menerus diberikan pada tanah. Untuk mengembalikan kesuburan tanah, tanah membutuhkan bahan organik yang mampu memperbaiki struktur tanah dan mengembalikan kesuburan tanah. Bahan organik merupakan bahan yang berasal dari limbah dan sisa (residu) tanaman, kotoran hewan, pupuk hijau dan kompos (humus). Bahan organik ini merupakan unsur utama pupuk organik yang dapat berbentuk padat atau cair. Bahan organik dalam tanah berfungsi (1) memperbaiki sifat fisik tanah (struktur tanah lebih remah sehingga memudahkan perkembangan akar tanaman serta mampu meningkatkan kapasitas menahan air dan hara pada tanah, (2) memperbaiki sifat kimia dan fisik-kimia tanah (sebagai sumber hara N, meningkatkan daya menahan dan melepas hara(3) memperbaiki mikrobiologi tanah (karbon dari bahan organik merupakan sumber energi bagi mikroba penambat nitrogen, mikroba perombak ikatan karbon, serta pelepas hara N dan P). Kandungan bahan organik yang tinggi akan memudahkan pengolahan lahan, karena struktur tanah menjadi lebih remah, pertumbuhan mikro organisme lebih baik, dan pertumbuhan akar lebih optimal.Sumber bahan organik yang pada umumnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, yaitu sebagaiberikut:1. Limbah dan sisa (residu) tanaman, antara lain jerami dan sekam padi; gulma; daun, batang dan tongkol jagung; semua bagian vegetatif tanaman; batang pisang, sabut kelapa,2. Limbah dan sisa (residu) ternak, antara lain kotoran padat, limbah ternak cair, limbah pakan ternak, tepung tulang, cairan biogas,3. Pupuk hijau, antara lain Gliriside, Terrano, Mukuna, turi, lamtoro, Centrosema, Albisia,4. Tanaman air, antara lain Azollla, ganggang biru, rumput laut, enceng gondok, gulma air lainnya,5.Penambah nitrogen, antara lain mikroorganisme, Mikoriza, Rhizobium, biogas,6. Limbah industri padat, antara lain serbuk gergaji kayu, blotong, kertas, ampas tebu, kelapa sawit, limbah pengalengan makanan, limbah,7.Limbah pemotongan hewan;8. Limbah industri cair, antara lain alkohol, kertas, bumbu masak (MSG), kelapa sawit,9. Limbah rumah tangga, antara lain tinja, urine, limbah dapur, limbah kota dan pemukiman.Pemupukan pada tanaman padi sawah berguna untuk menunjang kelangsungan dan peningkatan produksi serta mutu padi, tanaman padi membutuhkan kecukupan hara yang dapat dipenuhi melalui pemupukan. Pemupukan merupakan kegiatan untuk menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman. Pemupukan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara guna menunjang serta meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman dengan pemberian bahan-bahan organik berupa pupuk kandang, pupuk kompos, cairan nutrisi dan pupuk anorganik yang berupa pupuk buatan. Melalui pemupukan pada lahan sawah, berarti kita melakukan tindakan untuk memperbaiki kesuburan lahan sawah.Tanaman padi membutuhkan unsur hara makro dan mikro. Unsur hara makro antara lain Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K) dibutuhkan tanaman dalam jumlah relatif besar dibandingkan unsur hara mikro, seperti Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Sulfur (S). Unsur hara mikro seperti Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Boron (Br), Molibdenum (Mo) dan Klorida (Cl) digunakan dalam jumlah yang sangat sedikit, namun keberadaannya tidak dapat diabaikan karena berpengaruh langsung terhadap aktivitas metabolisme dalam tubuh tanaman. Adapun hara yang sangat dibutuhkan tanaman dan pada umumnya kurang tersedia di dalam tanah adalah hara N, diikuti oleh P dan K. Dengan pemberian pupuk N dan P yang berimbang diharapkan akan diperoleh pertumbuhan padi yang baik dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Sementara itu, makin tinggi kandungan K, respon pupuk Nitrogen akan makin nyata.Komposisi pemberian pupuk organik dan anorganikPemupukan sebaiknya dilakukan berdasarkan status kandungan hara yang berada dalam jaringan tanaman dan tanah. Untuk itu, agar dapat melakukan pemupukan sesuai dengan kebutuhan, perlu terlebih dahulu dikenali gejala defisiensi maupun kelebihan hara. Pemberian pupuk berbeda antarlokasi, musim tanam, pola tanam dan pengelolaan tanaman. Penggunaan pupuk spesifik lokasi meningkatkan hasil dan menghemat pupuk. Selain itu, pemupukan harus dilakukan tepat waktu, artinya dengan memperhatikan fase pertumbuhan tanaman dan faktor iklim. Selanjutnya penempatan pupuk juga harus tepat dengan memperhatikan karakteristik pupuk dan kedalaman daerah perakaran tanaman padi.