PEMANFAATAN BAMBU UNTUK IRIGASI TETES Dalam irigasi tetes bambu ini, bambu berfungsi sebagai tempat penampungan atau penyimpanan air. Adanya perbedaan tekanan didalam bambu dan lubang kecil yang dbuat dibagian bawah bambu akan menyebabkan air menetes keluar secara perahan menuju sistem perakaran tanaman di dalam tanah. Cadangan air disimpan didalam bak/ tandon air berbahan fiber yang banyak tersedia dan bisa dibeli di toko. Air bisa berasal dari embung yang telah dibuat sebelumnya atau dari sumber lain.Penyiapan Bambu• Pilih bambu yang sudah tua, berukuran besar, lurus dan yang mempunyai ruas yang panjang• Tebang bambu terpilih, kemudian dikering anginkan selama 1 minggu agar tidak gampang retak sewajtu dibentuk• Bambu dipotong sepanjang 2 ruas dengan 2 buku, dimana buku bagian pangkal diposisikan sebagai dasar bambu irigasi tetes, sedangkan ruas bagian atas dipotong sekitar 5 cm dibawah buku diatasnya. Jadi bambu irigasi tetes bagian bawahnya tertutup sedangkan bagian atas terbuka untuk mengisi air• Bagian buku dalam yang menghubungkan dua ruas dilubangi dengan menggunakan linggisMemasang Bambu• Bambu irigasi sebaiknya dipasang pada awal musim hujan atau pada saat bunga sedang mekar• Bambu irigasi tetes dipasang setelah kegiatan pemupukan selesai dimana sebelum pemupukan dilakukan pemangkasan pemeliharaan• Satu unit bambu irigasi tetes diletakkan pada posisi sekitar bawah tajuk bagian tengah dengan bagian pangkal bambu dibenamkan selama 10-15 cm. Agar posisi tegak dan kuat bisa dibantu dengan penyangga bambu atau disandarkan pada batang atau cabang tanaman• Satu unit bambu irigasi tetes bisa menampung air sebanyak 7-10 liter dan harus diisi ulang setiap 4 hari. Pindahkan posisi irigasi bambu ke arah yang berlawanan sehingga kelembaban tanah lebih merata• Karena ketersediaan air teratas, pengisian bambu irigasi tetes hanya dilakukan pada fase kritis pembungaan dan pertumbuhan awal buah hingga hujan turun lagi (Abdiansyah, Inderapura)