Loading...

Pemanfaatan Bio-slury

Pemanfaatan Bio-slury
Pupuk Bio-slury atau ampas biogas merupakan pupuk yang berasal dari hasil pengolahan biogas berbahan campuran kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik) di dalam ruangan yang tertutup. Pupuk Bio-slury bertekstur lengket dan mempunyai kemampuan untuk mengikat air dengan baik. Bio-slury mengandung berbagai nutrisi yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Selain unsur hara makro dan mikro, pupuk Bio-slury mengandung asam amino, vitamin B, macam-macam enzim hidrolase, asam organik, hormon pertumbuhan tanaman, antibiotik dan asam humat. Bio-slury juga mengandung mikroba pro-biotik yang membantu menyuburkan tanah dan menambah nutrisi tanaman, sehinga tanah dapat menjadi lebih subur dan produktivitas tanaman lebih baik. (Tim biru,2013) Kandungan pupuk Bio-Sluri padat dan cair antara lain nutrisi makro yang dibutuhkan dalam jumlah banyak seperti Nitrogen (N), Phosohor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S), serta nutrisi mikro yang hanya diperlukan dalam jumlah sedikit seperti Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn). (Tim biru,2013) Pembuatan Pupuk Bio-Slury Bio slury merupakan produk akhir proses pembuatan biogas dari digester. Proses terbentuknya bio-slurry melalui beberapa rangkaian berikut ini : Kotoran ternak masuk kedalam ruang pencampur (inlet) sebelum ke reaktor biogas. Kotoran ternak dicampur dengan air sesuai dengan perbandingan (1:1) lalu diaduk sampai kotoran ternak menjadi cair dan masuk proses fermentasi anaerob (tanpa ada udara) dalam reaktor biogas. Setelah kotoran terfermentasi dalam reaktor biogas produk yang dihasilkan adalah gas yang ditampung oleh kubah reaktor dan dialirkan melalui pipa yang digunakan untuk keperluan rumah tangga. Produk selanjutnya adalah Bio slury yang keluar melalui outlet reaktor biogas. Manfaat Bio-Slurry Pembenah lahan (soil conditioner) karena mengandung 10-20% asam humat. Bernutrisi lengkap dan berkualitas tinggi. Bio-aktivator mikroba pro-biotik dan sumber pakan cacing tanah. Pengatur pertumbuhan (hormon) tanaman. Dapat berfungsi sebagai pestisida dan fungisida organik. Bahan campuran yang baik untuk pupuk vermikompos, pupuk bokashi, media jamur, pupuk kolam dan pakan ikan dan belut. Pengelolaan Bio-slurry Setelah keluar dari outlet, bio-slurry cair diendapkan atau didiamkan di lubang penampungan yang ternaungi minimal selama 1 minggu untuk mengurangi atau menghilangkan gas yang tidak baik bagi tanaman ataupun ternak. Untuk penggunaan padat (kering), bio-slurry lebih baik dikeringkan secara alami (terlindungi dari sinar matahari langsung). Pemanfaatan Bio-slurry di Pekarangan dan Kebun Bio-slurry cair (basah) dapat digunakan langsung untuk pupuk di pekarangan rumah yang hanya memerlukan jumlah sedikit. Jika diperlukan untuk penggunaan di kebun dalam jumlah banyak, bio-slurry cair dapat diangkut menggunakan kendaraan. Untuk lahan berbukit atau miring (lereng), gunakan bio-slurry padat atau yang sudah dikomposkan untuk mempermudah penanganan dan pengangkutan. Bio-slurry dapat digunakan langsung pada tanaman atau diencerkan dengan air dengan perbandingan 1:1 atau 1:2 Bio-slurry bisa digunakan langsung jika tidak berbau dan mengandung sedikit atau tidak ada gelembung gas. Aplikasi Bio-slurry Penaburan dan penyiraman pupuk dapat dilakukan di lahan pertanian dengan menggunakan bio-slurry cair (basah) atau padat (kering) atau kombinasi keduanya: Bio-slurry padat digunakan dengan disebar saat pengolahan tanah dan pertengahan musim tanam. Bio-slurry cair digunakan dengan cara disiramkan per lubang bila menggunakan mulsa atau disiramkan di antara bedengan atau antara tanaman. (Eko Prasetyo, THL-TBPP Sekampung)